Bikin pabrik di Indonesia, Smartfren pede paling unggul

Rabu, 29 April 2015 21:59 Reporter : Lia Harahap
Bikin pabrik di Indonesia, Smartfren pede paling unggul Smartfren. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Untuk kedua kalinya, Smartfren kembali menggandeng Haier, salah perusahaan elektronik terbaik di China, pada produk baru mereka. Sebelumnya, Haier dan Smartfren sudah lebih dulu melaunching smartphone berbasis 3G, untuk dua model Andromax C3s dan C3si.

Smartphone yang kali ini mereka garap seolah menjawab rasa penasaran pecinta gadget. Bagaimana tidak, mereka akan merilis smartphone yang menawarkan kecanggihan 4G LTE yang diklaim mereka cukup mumpuni.

Hadir dengan dua tipe yakni C4 dan G3, Smartfren siap menjadi pelopor penyedia layanan berbasis 4G LTE tercepat di Tanah Air. Di tangan Haire pula, mereka semakin yakin kecepatan yang ditawarkan tak main-main.

"Berdasarkan data Q4 2014, jumlah BTS on air sekitar 6.100 dan tahun ini ditargetkan akan menambah menjadi sekitar 10.000 BTS," ucap Kepala Divisi Smartphone dan Data Devices Smartfren, Sukaca Purwokardjono, di sela kunjungan Smartfren media trip di Perusahaan Haier, Qingdao, China, pada Selasa (28/4) kemarin.

Di tengah persaingan antar kompetitor smartphone lainnya, Smartfren optimis jumlah pelanggan mereka akan terus bertambah. Dari jumlah pelanggan di tahun 2014 yang mencapai 12 juta setengahnya adalah pengguna Andromax.

"Untuk jaringan 4G pada frekuensi 2.300 MHz sudah kita dapat sejak tahun lalu dengan lebar pita 30 Mhz, dan sudah sangat besar juga lebih dari cukup. Kita juga memanfaatkan spektrum pada frekuensi 850 MHz" jelas Head of Brand and Corporate Marketing Communication Smartfren, Roberto Saputra, dalam kesempatan yang sama.

"Dengan begitu kita cukup kuat karena sebagai pemegang teknologi CDMA, kami tak perlu repot migrasi atau penataan ulang frekuensi seperti operator lain," tambahnya.

Mei pabrik beroperasi

Ditambahkan Country Manager Mobile Phone Product Haier Indonesia, Kevin Jap, saat ini memang perusahaan yang akan beroperasi Mei nanti akan fokus pada smartphone besutan Smartfren. Dengan kehadiran pabrik di Indonesia, produk 4G LTE yang mereka garap bersama akan mengungguli produk lainnya.

"Karena LTE tanpa pabrik di Indonesia itu akan sangat sulit," jelas Kevin.

Untuk tahap awal produksi mereka setelah bekerja sama dengan Smartfren ada tiga produk yang bakal digarap Andromax C4, Andromax G3 serta 4G MiFi. Proses produksi akan dimulai Mei mendatang di kawasan industri Cikarang.

"Rencananya akan diproduksi 50 ribu unit perbulan dengan dua line assembling dan satu line packing. Tapi secara keseluruhan pabrik ini mampu memproduksi 150 ribu unit dengan 5 assembling line dan 3 packaging line, dengan catatan bila semua sudah optimal.

Untuk diketahui, sejak beberapa waktu lalu Haier sudah mengakuisisi produsen elektronik Sanyo. Untuk membangun pabrik di Cikarang, jelas Kevin, pihak Haier melakukan investasi lebih dari USD 1 juta dan nilai itu akan bertambah seiring berjalannya pabrik.

"Untuk karyawan ada 1.119, di mana yang khusus menangani mobile ada 100 orang. Dengan expatriat dari China dan Jepang," pungkasnya. [bbo]

Topik berita Terkait:
  1. Telco
  2. Smartfren
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini