Bernostalgia dengan ASL PLS

Senin, 3 Maret 2014 17:07 Reporter : Dwi Andi Susanto
Bernostalgia dengan ASL PLS MiRC © 2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Apabila Anda termasuk generasi tahun 90-an, pastinya akan mengerti akan suatu istilah di internet yaitu ASL PLS. Bagaimana kabar istilah itu sekarang?

Di era chatting room seperti MiRC, MSN Messenger, Yahoo!Chat Room sampai dengan ICQ berjaya, muncul berbagai macam frase kata yang digunakan oleh (mungkin) seluruh netizen di dunia, khususnya di Indonesia yaitu ASL PLS.

Apakah itu ASL PLS?

Dalam artian sebenarnya, ASL PLS adalah kependekan dari Age, Sex, Location Please atau cara berkenalan pertama kali dengan seseorang via chatting sebelum berlanjut ke pertanyaan nama sampai nomor telepon.

Memang tidak diketahui siapa yang mendalangi terciptanya internet slang atau frase internet itu, namun penggunaannya secara cepat merebak dan digunakan oleh siapapun.

Untuk di daerah Eropa dan sekitarnya, ada beberapa variasi dari ASL tersebut yaitu seperti ASLP (Age, Sex, Location, Picture), NASL (Name, Age, Sex, Location), ASLR (Age, Sex, Location, Race) sampai dengan lainnya.

Khususnya untuk wilayah Indonesia, setelah mengirimkan ASL PLS ke ID seseorang yang belum dia kenal, ada juga beberapa frase yang digunakan seperti u1 (you first - kamu dahulu), cam (camera - webcam), GTG (going to go - pergi duluan), c2c (cam to cam), ce/co (cewek atau cowok), cu (see you - sampai jumpa lagi), dc (disconnected) dan banyak lagi lainnya.

Bahkan dari beberapa frase tersebut masih kerap digunakan sampai sekarang baik sebagai bahasa singkatan ketika chatting atau juga ketika sedang berinteraksi dengan orang lain via SMS atau juga aplikasi chatting di mobile, seperti CMIIW, BRB, THX dan sejenisnya.

Sayangnya, frase terpenting yaitu ASL PLS sekarang ini mungkin sudah dilupakan bahkan mungkin tidak lagi ada yang menggunakannya lagi. Dan lagi, dengan merebaknya situs jejaring sosial seperti sekarang ini membuat orang tidak lagi perlu bertanya mengenai umur, jenis kelamin sampai lokasi.

Cukup dengan melihat profile orang yang dikehendaki, maka akan terlihat seperti apa orangnya, dari mana dan umur berapa, walaupun tidak jarang data-data yang ditampilkan tidak asli.

Pastinya, sedikit nostalgia akan frase-frase tersebut akan membuat otak sedikit refleksi ke belakang dan kembali mengingat-ingat cerita ketika masa-masa chatting di era MiRC berjaya. [das]

Topik berita Terkait:
  1. Jejaring Sosial
  2. Jakarta
  3. TekStory
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini