Begini Kata Pengamat Tentang Dugaan Bocornya Data KPU

Jumat, 22 Mei 2020 15:33 Reporter : Fauzan Jamaludin
Begini Kata Pengamat Tentang Dugaan Bocornya Data KPU ilustrasi hacker. ©2017 winpoin.com

Merdeka.com - Pengamat keamanan internet dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkapkan data kependudukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang beredar di internet belum tentu hasil peretasan hacker.

Ada kemungkinan, kebocoran data terjadi dalam jalur distribusi dari KPU ke daerah-daerah.

"Kalau dilihat dari data yang dikasih (beredar di internet), itu data KPU dari 2014. Namun, perlu digarisbawahi memang data itu diperlukan, bahkan amanat Undang-Undang bahwa data pemilih harus disebarkan ke setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) melalui jalur distribusi. Di tiap TPS perlu diverfikasi kebenarannya," ungkap Alfons, Jumat (22/5).

Menurut Alfons, kebocoran di jalur distribusi data kependudukan dalam format file pdf tersebut sangat mungkin terjadi. Hal ini karena kesadaran dan kemampuan pengelolaan data di Indonesia belum tinggi.

"Treatmeant terhadap data itu tidak mudah dan potensi kebocorannya di tengah jalan sangat besar, yang mungkin tidak memiliki maksud negatif. Hal ini karena kesadaran dan kemampuan pengelolaan data di Indonesia belum tinggi. Jadi kita butuh lihat kebenaran klaim yang menyebutkan data-data tersebut hasil peretasan oleh hacker atau bukan," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Data KPU Diduga Bocor

Sebelumnya, akun Twitter Under The Breach (@underthebreach) menyebutkan telah memiliki jutaan data penduduk Indonesia di KPU diduga bocor.

Dalam sebuah twit, Under The Breach mengunggah 3 tangkapan layar; 1 tangkapan layar utas di sebuah forum di dark web, 1 tangkapan halaman sampel data KPU, dan 1 tangkapan layar folder yang menurut amatan kami merupakan nama-nama kecamatan di Jawa Tengah.

"Saya memutuskan untuk berbagi dengan kalian tentang 2,3 juta data kependudukan Indonesia dan pemilihan umum. Saya pikir data tentang Indonesia di forum ini masih jarang," kata si peretas mengawali utas di forum tersebut.

Dia mengatakan data itu memuat nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor identitas (NIK, NKK), dan lainnya.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Andina Librianty

[faz]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Hacker
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini