Bank Neo Commerce Catat Kenaikan Biaya Operasional demi Jadi Bank Digital

Sabtu, 20 November 2021 08:36 Reporter : Syakur Usman
Bank Neo Commerce Catat Kenaikan Biaya Operasional demi Jadi Bank Digital jajaran direksi PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank digital, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC), mencatat kerugian bersih Rp 264 miliar berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2021. Rugi bersih itu akibat sebagian besar belanja modalnya digunakan dan dialokasikan ke berbagai bentuk investasi, seperti investasi teknologi dan keamanan digital, pengembangan sumber daya manusia, serta promosi dan edukasi berkelanjutan tentang bank digital.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan, seiring pertumbuhan nasabah BNC yang sangat signifikan pada tahun ini, beban promosi juga bertambah. Per September 2021, aplikasi neobank BNC diunduh lebih dari 10 juta orang.

Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya beban operasional BNC sebesar 245,64 persen menjadi Rp 572 miliar di September 2021 (secara tahunan).

“Rugi bersih ini sudah kami perkirakan karena Bank Neo Commerce masih dalam tahap transformasi menjadi bank digital. Kami terus berupaya untuk memperkenalkan, mengedukasi, dan memberikan berbagai manfaat lebih bagi masyarakat sehingga berimbas pada kinerja keuangan di kuartal ini. Bagi kami, tahun 2021 merupakan tahun investasi. Kami bersyukur minat masyarakat menggunakan aplikasi neobank tidak surut dan terus meningkat, karena merasakan langsung manfaat dan kenyamanan bertransaksi di aplikasi kami yang memberikan keuntungan lebih bagi para nasabah,” kata Tjandra dalam rilisnya, kemarin (19/11).

Per September tahun ini, arus kas BNC mengalami tren positif dengan mencatat peningkatan senilai Rp 791 miliar dibandingkan tahun lalu. Sehingga arus kas bank digital ini memiliki proyeksi jangka panjang yang matang. Kinerja keuangan di kuartal III tentu berdasarkan penilaian dan peninjauan yang cermat.

BNC telah menyalurkan kredit Rp 3,84 triliun, meningkat 4,83 persen dibandingkan Desember 2020. Peningkatan ini berdampak pada kenaikan pendapatan bunga bersih dari Rp 127 miliar di September 2020 menjadi Rp 241 miliar di September 2021.

Dari sisi aset juga terdapat kenaikan signifikan sebesar 49,16 persen menjadi Rp 8,08 triliun. Sedangkan dari sisi perolehan Dana Pihak ketiga (DPK), juga naik 69,3 persen menjadi Rp 6,67 triliun.

Sebagai catatan, beban pemasaran perusahaan di kuartal III meningkat drastis 1.346 persen seiring meningkatnya jumlah nasabah Bank Neo Commerce.

Rasio nonperforming loan (gross) terhadap total kredit bersih bank turun menjadi 4,36 persen dari posisi September 2020 sebesar 4,74 persen. Adapun Loan to Funding Ratio (LFR) menjadi 57,55 persen. Sebab BNC selektif dalam penyaluran kredit karena masih melihat adanya risiko yang tinggi di tengah pandemi Covid-19, sementara dana nasabah diinvestasikan pada surat-surat berharga. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini