Bank Digital BNC Realisasikan Right Issue Rp 2,5 Triliun pasca-Pernyataan Efektif OJK

Senin, 22 November 2021 21:03 Reporter : Syakur Usman
Bank Digital BNC Realisasikan Right Issue Rp 2,5 Triliun pasca-Pernyataan Efektif OJK Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V atau right issue dengan target perolehan dana Rp 2,5 triliun pada Kamis (18/11).

Dalam PMHMETD V, BNC mengeluarkan sebanyak-banyaknya 1.927.162.193 lembar saham baru yang akan dicatatkan ke Bursa Efek Indonesia atau setara 25,71 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan saat ini dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga pelaksanaan Rp 1.300 per saham sehingga seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp 2.505.310.850.900.

Dalam pelaksanaan PMHMETD V tersebut, setiap pemegang saham yang memiliki 35 lembar saham dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 30 November 2021 jam 16.00 WIB mempunyai 9 HMETD. Yang mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru. HMETD ini diperdagangkan mulai 2 Desember hingga 8 Desember 2021.

Tjandra Gunawan, Direktur Utama Bank Neo Commerce, menjelaskan aksi korporasi tersebut bertujuan salah satunya untuk memenuhi modal inti bank digital, yang ditetapkan OJK minimal Rp 2 triliun pada akhir 2021 dan Rp 3 triliun pada akhir 2022.

“Melalui right issue, BNC akan mendapat suntikan dana Rp 2,5 triliun sehingga modal intinya meningkat menjadi lebih Rp 3 triliun, melebihi ketentuan OJK. Inilah bentuk keseriusan BNC sekaligus untuk makin mempercepat akselerasi transformasi menjadi bank digital terdepan di Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, penambahan modal dari aksi korporasi ini juga akan diprioritaskan untuk investasi berkelanjutan pada teknologi informasi, mendukung kinerja operasional BNC. Antara lain pengembangan dan rekrutmen karyawan, kegiatan promosi, dan edukasi berkelanjutan tentang bank digital, pengembangan aplikasi neobank milik BNC melalui pengembangan berbagai fitur dan layanan perbankan yang inovatif. Selain itu untuk memperkuat rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).

Saat ini aplikasi neobank milik BNC dikenal sebagai inovasi produk dan layanannya yang interaktif, karena terdapat Neo Jurnal, fitur chat, dan games Dunia Neo.

“Raihan modal hasil aksi korporasi ini tentu saja sangat penting bagi perkembangan fitur, layanan, dan produk BNC. Ke depan, BNC terus berinovasi untuk memberikan pengalaman unik perbankan digital yang berbeda bagi para nasabah. BNC terus fokus pada inovasi dan terobosan, berfokus pada interaksi antar nasabah,” ucapnya.

Pihaknya bersyukur karena terobosan BNC telah memberikan hasil, antara lain menjadikan BNC sebagai pemimpin pasar di kategori bank digital saat ini dengan jumlah nasabah terbanyak di Indonesia dan menjadikan aplikasi neobank sebagai aplikasi bank digital yang paling banyak dicari dan diunduh.

“Berbagai raihan positif di tahun ini membuat semangat kami terlecut dan kami optimistis kinerja Bank Neo Commerce di tahun depan akan lebih baik lagi,” pungkas Tjandra. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini