Bandara Ini Gunakan Deteksi Wajah Untuk Check In

Kamis, 19 September 2019 14:31 Reporter : Joshua Michael
Bandara Ini Gunakan Deteksi Wajah Untuk Check In 68 Pesawat Delay di Bandara Ahmad Yani. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Bandara Gatwick di Inggris menjadi bandara pertama Inggris yang akan menggunakan alat deteksi wajah untuk check in mandiri. Alat akan berbentuk kamera yang sekaligus mengecek identitas terdaftar dalam sistem. Alat dikatakan dapat mengurangi waktu mengantri penumpang.

Penggunaan alat ini sebagai respon dari keberhasilan uji coba alat check in mandiri pada tahun lalu.

"Lebih dari 90 persen orang yang kami wawancara mengaku teknologi ini sangat mudah digunakan, mempercepat boarding, dan mengurangi waktu antre." kata seorang juru bicara dari bandara Gatwick, seperti dilansir dari BBC, Kamis (19/9).

Dia melanjutkan, bandara berencana akan melanjutkan uji coba hingga enam bulan ke depan, dan menggunakan teknologi ini pada delapan pintu keberangkatan di terminal utara.

Meski demikian, penumpang tetap perlu melewati cek bagasi dan membawa boarding pass pada pengecekan keamanan (security checkpoint). Selain itu, mereka juga perlu melakukan pemindaian paspor agar bisa dipastikan sesuai foto wajahnya.

1 dari 1 halaman

Undang Reaksi Masyarakat

Penggunaan alat deteksi ini mengundang perhatian satu organisasi masyarakat sipil bernama Privacy International. Pihaknya mengatakan bahwa memberitahu penumpang soal teknologi pendeteksi wajah yang langsung digunakan ketika sudah di dalam area check in, kurang memenuhi unsur transparansi yang diatur dalam regulasi perlindungan data.

"Jikalau penumpang adalah anak kecil maka perhatian akan lebih besar. Mereka perlu proteksi khusus dan memiliki resiko lebih besar ketika datanya diambil pihak bandara," kata Ioannis Kouvakas dari Privacy International.

Menanggapi itu, juru bicara Gatwick mengaku bahwa sistemnya sudah memenuhi semua kriteria regulasi perlindungan data. Selain itu, penumpang juga bisa memilih untuk paspornya dicek oleh petugas, bukan alat. Anak kecil pun akan memerlukan persetujuan orang tua dalam pengecekan.

"Uji coba selanjutnya akan ada enam bulan ke depan dan tidak akan ada data yang disimpan, hanya ditahan sementara ketika melakukan cek identitas. Hanya beberapa detik," pungkasnya. [idc]

Baca juga:
Saran Menteri Sri Mulyani Agar Akuntan Tak Tergantikan Robot
Akademisi dan Peneliti 6 Negara Bahas Riset hingga Teknologi di Aceh
Menteri Sri Mulyani Nilai Robot Bukan Tak Mungkin Menjadi Obyek Pajak di Masa Depan
Rudiantara Ingin Bangun Rumah dengan Printer 3D, Bagaimana Nasib Kuli Bangunan?
Pemerintah Akui Butuh Waktu Lama Untuk Ciptakan Robot Cerdas
Aksi Robot Sophia Tampil Berkebaya di CSIS Global Dialogue 2019

Topik berita Terkait:
  1. Bandara
  2. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini