Audit Laman Digital secara Berkala, Kunci UKM Bertahan & Berkembang Kala Pandemi

Jumat, 20 November 2020 08:39 Reporter : Syakur Usman
Audit Laman Digital secara Berkala, Kunci UKM Bertahan & Berkembang Kala Pandemi Niagahoster, penyedia layanan web-hosting. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Usaha kecil dan menengah (UKM) mendapat tantangan baru dalam mengembangkan bisnisnya di masa pandemi. Selain mesti fokus menyiasati efisiensi sisi produksi, UKM juga harus memikirkan bentuk promosi lebih efektif di era serba-online.

Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, 45 persen bisnis UKM hanya mampu bertahan 3 bulan selama pandemi. Dari total 64 juta UKM di Indonesia, baru sekitar 8 juta atau 13 persen yang terhubung dengan ekosistem digital.

Perusahaan penyedia layanan web-hosting Niagahoster berpendapat salah satu alasan UKM kurang berdaya saing ini adalah kanal go online yang kurang dimanfaatkan secara maksimal.

“Go online itu baru pintu gerbang. Untuk menuju kesuksesan online, aset digital tidak boleh dibiarkan begitu saja, tanpa ada pengelolaan, evaluasi, dan perbaikan. Bagi pemilik bisnis yang sudah kuat dari sisi produksi, saya merekomendasikan untuk mulai memikirkan pengelolaan aset digital ini,” ujar Ayunda Zikrina, Head of Brand & Market Development Niagahoster, dalam acara Media Meet-Up, kemarin (19/11).

Menurut Ayunda, di era digital saat ini, media sosial, website, dan marketplace memiliki fungsi sebagai kanal promosi yang efektif menjangkau pasar yang lebih luas. Terlebih saat pandemi ketergantungan internet pada orang dewasa meningkat lima kali lipat dari sebelum pandemi.

Maka itu, keberhasilan bisnis UKM di masa pandemi sangat bergantung pada aktivitas go online dan upaya pemilik bisnis mengelola aset digital atau kanal go online tersebut. Diperlukan pengelolaan aset digital secara berkala.

“Untuk mengelola toko fisik, pemilik bisnis mungkin harus mengeluarkan biaya kebersihan, keamanan, dan promosi offline yang tidak sedikit. Pengelolaan toko online rata-rata dimulai dari konsistensi membuat konten, kemudian mengecek aktivitas media sosial, dan berinteraksi dengan pelanggan. Itu semua dapat dilakukan tanpa biaya. Namun, masih banyak pemilik bisnis yang belum memprioritaskan ini,” kata Ayunda.

Selain pengelolaan sisi konten, tiap kanal go online memiliki aspek-aspek penunjang lain untuk memaksimalkan kehadiran online. Contohnya di marketplace, pengelolaan dari sisi promo yang digunakan, hingga tampilan katalog dan kategorisasi produk perlu diperhatikan. Di laman, pengelolaan dari sisi kecepatan loading halaman hingga tampilan utamanya menjadi prioritas.

Baca Selanjutnya: Lakukan Audit Laman Digital...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Website
  3. UMKM
  4. Ekonomi Digital
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini