Apple Tanggapi Soal Peretasan iPhone Warga Muslim Uighur, Google Dikecam

Selasa, 10 September 2019 11:04 Reporter : Indra Cahya
Apple Tanggapi Soal Peretasan iPhone Warga Muslim Uighur, Google Dikecam Ilustrasi Malware. ©2019 hellotech.com

Merdeka.com - Beberapa waktu yang lalu, peneliti Google menyebut bahwa sebuah website berisi malware telah meretas iPhone yang dimiliki oleh kaum Muslim Uighur di Tiongkok.

Tak tanggung-tanggung, kejadian ini telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Pasca pemberitaan ini, akhirnya Apple angkat bicara demi menenangkan pengguna yang mungkin khawatir perangkatnya kena jebol malware.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Business Insider, Apple menyebut bahwa hasil penelitian Goole tersebut "menciptakan kesan yang salah tentang eksploitasi masal, dan memicu ketakutan di antara semua pengguna iPhone." Apple juga menambahkan bahwa hal ini "tidak pernah terjadi."

Apple juga menitikberatkan pada pembaruan iOS untuk mengatasi malware ini yang telah dirilis 10 hari setelah mereka mengetahui permasalahan ini. Apple juga menyebut bahwa pembaruan tersebut telah rilis di bulan Februari. Sehingga Apple menyebut bahwa hasil riset tersebut terlambat enam bulan.

Apple juga menggarisbawahi soal temuan Google terkait lamanya periode dua tahun yang disebut oleh peneliti. Apple menyebut bahwa infeksi malware hanya terjadi dalam waktu singkat.

"Secara kasar ada dua bulan, bukan dua tahun seperti yang disiratkan Google," tulis Apple.

Tanggapan Apple ini memperlihatkan bahwa serangan ini difokuskan secara sempit, bukan eksploitasi luas.

1 dari 2 halaman

Jawaban Lanjutan Dari Google

Tak butuh waktu lama, Google sendiri akhirnya menggunakan hak jawab mereka atas kasus ini. Ketika dihubungi oleh Business Insider, Google berkomentar bahwa riset ini adalah hal yang baik.

"Project Zero (divisi riset keamanan Google, yang melakukan penelitian Malware Uighur.red) melakukan riset yang dirancang untuk memajukan pemahaman tentang rentannya keamanan, yang bisa berdampak pada strategi keamanan yang baik.

Kami mendukung penelitian mendalam kami yang ditulis untuk fokus pada aspek teknis dari kerentanan ini. Kami akan terus bekerja dengan Apple dan perusahaan terkemuka lainnya untuk membantu menjaga pengguna untuk tetap aman saat online," tulis Google.

2 dari 2 halaman

Malware Uighur

Kasus ini bermula dari penelitian soal sebuah website yang dipenuhi malware disebut meretas iPhone yang menarget kaum muslim Uighur di Tiongkok selama dua tahun terakhir.

Website berisi malware tersebut dilatarbelakangi oleh pemerintah Tiongkok untuk meretas kaum Uighur di provinsi Xinjiang.

Hal ini dilaporkan merupakan upaya terbaru dari pemerintah Tiongkok untuk menindak dan membatasi kaum minoritas muslim Uighur. Sebelumnya, pemerintah telah menahan lebih dari satu juta kaum Uighur di berbagai kamp.

Peneliti keamanan Google menemukan website berisi malware ini baru-baru ini. Hal ini dikonfirmasi oleh sumber dari TechCrunch adalah sebuah kampanye untuk menarget kaum Uighur dengan cara menginfeksi iPhone mereka dengan kode malware.

Caranya, hanya dengan komando untuk mengunjungi sebuah website yang memang berisi malware tersebut.

Jika telah terinfeksi, malware tersebut mampu mendapatkan akses tanpa batas ke perangkat lunak iPhone, dapat membaca pesan, password, serta melacak lokasi korban dengan mudah.

Apple sendiri telah memperbaiki kerentanan terhadap malware tersebut di iOS 12.1.4, atas rekomendasi dari Google. Google juga mengungkap bahwa ada ribuan pengunjung dari website malware ini di setiap minggunya, dalam kurun waktu dua tahun terakhir. [idc]

Baca juga:
Tiongkok Disebut Gunakan Malware Untuk Retas iPhone Milik Muslim Uighur
Kaspersky Lab Temukan Malware di Aplikasi CamScanner
Gamer Fortnite Terjerat Ransomware Berkedok Cheat
Pengguna Android Unduh Aplikasi Palsu Lebih Dari 8 Juta Kali
VPN Palsu Tebar Malware
Bahaya FinSpy, Malware yang Curi Informasi di Aplikasi Chat
Cara Antisipasi Malware yang Menyamar jadi WhatsApp Android

Topik berita Terkait:
  1. Apple
  2. Google
  3. Malware
  4. Malware IOS
  5. Uighur
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini