Apple dan TikTok 'Bolos' Saat Dipanggil Dewan Perwakilan AS

Kamis, 7 November 2019 15:46 Reporter : Indra Cahya
Apple dan TikTok 'Bolos' Saat Dipanggil Dewan Perwakilan AS Ilustrasi TikTok. ©2019 theverge.com

Merdeka.com - Apple dan TikTok Dipanggil oleh Dewan Perwakilan akyat AS untuk berbicara di sidang kongres soal Big Tech, data konsumen, dan juga soal Tiongkok.

Namun, keduanya absen dengan tidak mengirimkan eksekutifnya untuk hadir di sidang tersebut.

Melansir Business Insider yang mengutip Politico, kedua perusahaan ini diberikan "perlakuan kursi kosong" di mana nama-nama mereka terpampang di sebuah kursi kosong untuk menampakkan absennya mereka.

Perusahaan teknologi, karena kekuatannya yang tak besar, kerap diundang dalam sidang parlemen. Meski demikian, kehadirannya tak selalu terjadi. Google tahun lalu juga disorot karena absen dari diskusi keamanan pemilu yang juga menghadirkan CEO Twitter Jack Dorsey dan COO Facebook Sheryl Sandberg.

Meski demikian, pemanggilan TikTok dan Apple kali ini cukup penting, karena mencakup soal kebebasan berekspresi dan berpendapat di media sosial.

1 dari 2 halaman

Kecaman Terhadap TikTok

TikTok sendiri telah dikritisi sejak lama oleh para senator, soal sensor konten yang diduga mengkritisi pemerintah Tiongkok. Ini dianggap hal yang masif, mengingat penyensoran ini dilakukan oleh aplikasi dengan jumlah unduhan lebih dari satu miliar kali seperti TikTok.

Dugaan ini diperkuat dengan laporan The Guardian yang mengungkap dokumen internal TikTok yang menginstruksikan para moderator untuk menyensor topik tertentu, termasuk soal insiden Lapangan Tianamen dan kemerdekaan Tibet. TikTok sudah membantah hal ini dengan menyebut kalau pedoman ini tak lagi digunakan dan Tiongkok tak punya kendali atas mereka.

Hal ini berbuntut pada didorongnya adanya penyelidikan tentang TikTok dan berbagai perilaku bisnisnya, termasuk pengakuisisian platform video Musical.ly oleh perusahaan induknya yakni Bytedance. TikTok juga dianggap sebagai "potensi ancaman yang tak bisa diabaikan."

2 dari 2 halaman

Kasus Apple

Sementara, Apple juga dipanggil karena kasus serupa. Disebut, Apple menghapus sebuah aplikasi di App Store yang memungkinkan pengunjuk rasa di Hong Kong untuk menghindari bentrokan dengan polisi.

Meski demikian, CEO Apple Tim Cook segera bertemu dengan regulator Tiongkok segera setelah kasus ini merebak.

Menurut Anda? [idc]

Baca juga:
Smartphone TikTok Dirilis, Spesifikasinya?
Mark Zuckerberg Kritisi TikTok Soal Kebebasan Berpendapat
TikTok Bantah Akan Go Public
Mengenal Sandy, TikTokers dengan Jumlah Followers 3 Juta
Unjuk Kreativitas di TikTok Sampai Jadi Tulang Punggung Keluarga
TikTok Hapus 24 Akun Propaganda ISIS
ISIS Dilaporkan Gunakan TikTok Untuk Rekrut Teroris

Topik berita Terkait:
  1. Apple
  2. Tik Tok
  3. Media Sosial
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini