APJII kembali gelar grand final Miss Internet Indonesia

Kamis, 11 Januari 2018 17:57 Reporter : Indra Cahya
Miss Internet 2017. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Asosiasi Penyelenggara Jasa internet Indonesia (APJII) memulai pagelaran Miss Internet Indonesia 2018. Pemilihan gadis cantik dengan konsep unik ini akan menjadi ajang mengkampanyekan penggunaan internet kreatif, menggabungkan kontes kencantikan dengan intelektualitas di bidang teknologi.

"Seperti apa teknologi itu bisa membuat kebaikan dalam kehidupan masyarakat. Peserta musti punya pengetahuan tentang bagaimana blogging, menjadi Youtubers itu bagaimana, tidak melulu hanya menjadi trend setter tapi juga menginspirasikan orang, memberi contoh ke masyarakat secara luas," ujar Ketua Umum APJII Jamalul Izza dalam keterangan pers yang diterima Merdeka.com, hari ini (11/1).

Jamal berharap ajang ini bisa ditujukan untuk mendukung berbagai program pemerintah seperti untuk menekan hate speech, dan meningkatkan semangat nasionalisme, serta meningkatkan sentimen positif di Indonesia terkait berbagai hal melalui internet.

"Sekarang kan banyak di dengungkan bela negara, itu kan tidak melulu harus baris-berbaris, bela negara juga bisa dalam dunia cyber. Bagaimana netizens bisa menyadari kira-kira misalnya pemberitaan macam apa yang bisa bikin negara terpecah belah, atau bentuk lainnya dalam kaitan keamanan berinternet atau cyber security," kata Jamal.

Pemenang Miss Internet 2018 juga diharapkan menjadi duta untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

"Bagaimana produk-produk Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri, contohnya produk teknologi seperti mobile application, online shopping, dan lain-lain. Bagaimana dan seperti apa para peserta mempresentasikan hal-hal semacam itu," kata Jamal.

Ke depannya, APJII berharap bisa mengadakan kontes lainnya dalam skala nasional untuk mempromosikan visi dan misi asosiasi, diantaranya kontes yang berkaitan dengan dunia cyber, pendidikan tentang Internet dan techno-preneurship.

Pemenang kontes Miss Internet Indonesia akan dinobatkan menjadi duta utama APJII selama satu tahun dan menerima hadiah uang tunai ratusan juta rupiah.

Marsya Gusman, sang Miss Internet 2017 mengakui ajang ini telah menjadikan loncatan penting di karier dan kehidupannya.

"Selama saya menjadi Miss Internet, saya banyak berkeliling daerah di Indonesia menjadi duta slogan APJII 'internet bersama' atau bersih, selektif, dan aman. Saya banyak bertemu pelaku teknologi dan industri penting yang sangat memperkaya jaringan saya," ujar Marsya.

Penyisihan Miss Internet Indonesia 2018 akan dihelat di 12 kota wilayah APJII, dalam kurun waktu dua bulan. Agenda penyisihan akan dimulai di Medan. Usai fase penyisihan wilayah itu, puncaknya akan dihelat Grand Final pemilihan Miss Internet Indonesia 2018 pada 28 April 2018 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten. Di grand final tersebut akan terpilih seeorang Miss Internet Indonesia 2018 yang berhak mengemban tugas penting sebagai duta APJII.

Cara Daftar dan Seleksi Miss Internet Indonesa 2018

Selekesi penyisihan Miss Inpternet Indonesia 2018 akan sepenuhnya menggunakan metode online. Caranya cukup mudah, para pendaftar yang memenuhi persyaratan hanya perlu membuat vlog di Vidio.com.

Menurut Sekretaris Jenderal APJII Henry Kasyfi, kriteria mendaftar untuk jadi Miss Internet 2018 adalah wanita, usia 18-25 dan menyukai teknologi adalah syarat utamanya.

Teknis pemilihan, lanjut Henry, yakni vlog yang telah diunggah para pendaftar tersebut akan diseleksi di tiap daerah hingga terpilih 50 kontestan Miss Internet Wilayah. Para kontestan wilayah itu akan berlomba di masing-masing daerah. Dua kontestan terpilih di daerah itu akan mengikuti Grand Final Miss Internet Indonesia 2018. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Teknologi
  2. APJII
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini