KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Apa beda profesi Data Scientist dengan Business Intelligence?

Selasa, 24 November 2015 09:33 Reporter : Fauzan Jamaludin
Achmad Zaky. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tak ada yang membedakan secara signifikan antara profesi Data Scientist dengan Business Intelligence. Bahkan menurut Senior VP Growth, Freelancer.com, Willix Halim, secara umum apa yang dikerjakan seorang Data Scientist dan Business Intelligence, cenderung sama.

Kedua profesi tersebut, berkutat pada bagaimana mendapatkan dan menerjemahkan data sebagai rujukan langkah yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan berdasarkan data yang dimilikinya.

"Sama, tidak ada yang berbeda hanya namanya saja," ujarnya saat diskusi tentang Hypergrowth Data Science di kantor Bukalapak.com, Jakarta, Senin (23/11).

Senada dengan Willix, Founder sekaligus CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky juga melihat tak ada perbedaan yang mencolok mengenai tugas dan fungsi kedua profesi tersebut. Hanya saja, kata Zaky, berdasarkan pengalamannya sebagai pemimpin di perusahaan startup, jika mencari kandidat untuk kedua profesi itu faktor pembeda adalah usia.

Saat mencantumkan posisi lowongan pekerjaan yang tersedia dengan menuliskan Business Intelligence, kebanyakan para pelamar sudah berusia matang. Berbeda jika mencantumkan dengan posisi Data Scientist.

"Kalau kita menuliskan lowongan pekerjaan dengan posisi Business Intelligence, biasanya yang apply itu orang-orang yang sudah berumur dan cenderung mereka inginkan software-software yang branded dan mahal untuk menganalisis. Sementara pemaknaan untuk Data Scientist cenderung lebih ke anak muda, makanya kalau kita kasih lowongan dengan mencantumkan posisi Data Scientist, yang lamar kebanyakan anak-anak muda yang mau 'kotor-kotoran'," kata Dia. [lar]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. E Commerce
  3. Jakarta

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.