Akankah Tsu mampu menandingi kejayaan Facebook?

Selasa, 10 Februari 2015 19:45 Reporter : Fauzan Jamaludin
Akankah Tsu mampu menandingi kejayaan Facebook? Tsu Social Network. ©2015 Thebot.net

Merdeka.com - Sudah pernahkah Anda mendengar jejaring media sosial baru bernama Tsu? Sebagian dari kita mungkin belum pernah mendengarnya. Tsu merupakan media sosial besutan tiga pemuda yaitu Sebastian Sobczak, Drew Ginsburg, and Thibault Boullenger.Media sosial ini bermarkas di New York.

Lalu, apa menariknya? Media sosial ini digadang-gadang menjadi pesaing Facebook kelak. Pasalnya, Tsu yang terbilang belum dikenal mampu menggaet satu juta pengguna dalam kurun waktu lima minggu. Sementara, rivalnya Facebook harus membutuhkan waktu sepuluh bulan untuk mencapai pengguna satu juta. Bahkan dalam peringkat dunia menurut Alexa, posisi Tsu telah bertengger di urutan ke 5.000 dari 11.000.

Menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Tsu mencapai pertumbuhan ini? Jawabannya adalah word of mouth. Pemasaran getok tular tanpa budget ini, membuat nama Tsu semakin melambung. Pengguna yang ada menjangkau seluruh jaringan sosial mereka untuk menemukan pengguna baru yang membuat account di jaringan. Melihat dari geliatnya, mungkinkah Tsu akan mengalahkan Facebook?

Enda Nasution, founder sekaligus CEO Sebangsa – media sosial Indonesia - meragukan jika Tsu mampu mengalahkan Facebook. Dia beralasan bahwa dengan jumlah pengguna Facebook secara global, rasanya sulit untuk menandinginya. "Sulit rasanya untuk siapapun mengalahkan Facebook sekarang dengan jumlah pendapatan dan jumlah pengguna global sebanyak 1 miliar orang ini," ungkapnya saat dihubungi Merdeka.com, (10/2).

Meski begitu, menurut Enda, bukan tidak mungkin jika suatu saat Tsu mampu menandingi Facebook. "Tidak ada yang tidak mungkin," tegasnya. Hanya saja yang perlu dipertanyakan adalah kemampuan Tsu untuk bertahan sebagai media sosial di tengah derasnya persaingan antar media sosial.

"Dia ini kan media sosial baru, sementara Facebook sudah 10 tahun lebih. Jadi kita lihat saja siapa yang akan bertahan lama," ujar Enda. Menurutnya, media sosial bisa bertahan lama tergantung dari bagaimana strateginya. "Lihat saja Twitter dari 2006, sedangkan Facebook dari 2004," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh CEO Buzz & Co, Sumardy Ma. Menurutnya, Tsu menawarkan hal yang berbeda kepada para penggunanya. Hanya saja, kata dia, untuk menjadi pemain global, Tsu harus berpikir seribu kali.

"Kalau ingin menjadi pemain global, Tsu harus berpikir keras lagi. Karakteristik orang di dunia itu berbeda-beda mulai dari budaya dan hal-hal lainnya. Sehingga, kita lihat saja di tiga hingga lima tahun mendatang, apakah Tsu mampu menembus negara-negara berkembang seperti Indonesia," paparnya.

Lantas, apakah Tsu mampu menembus Indonesia? Tunggu tiga hingga lima tahun mendatang. [dzm]

Topik berita Terkait:
  1. Jejaring Sosial
  2. Facebook
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini