AI Bisa Deteksi Gejala Batuk Karena Covid-19

Selasa, 3 November 2020 13:18 Reporter : Merdeka
AI Bisa Deteksi Gejala Batuk Karena Covid-19 Ilustrasi teknologi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama ini banyak pasien Covid-19 yang tidak mengalami gejala apapun tetapi terjangkit virus corona. Tentu, jika tidak bergejala bagaimana orang bisa sadar untuk melakukan isolasi diri?

Nah, baru-baru ini peneliti MIT menemukan bahwa suara batuk dipercaya bisa mendeteksi kemungkinan seseorang terinfeksi Covid-19. Hal ini tentu bisa menjadi sistem peringatan dini untuk mengetahui persebaran virus.

Selama bertahun-tahun, dokter telah mengetahui bahwa suara batuk seseorang bisa menguak penyakit yang diderita.

Mengutip laman Techcrunch, Selasa (3/11), para peneliti di MIT menggunakan permodelan AI (artificial intelligence) untuk mendeteksi kondisi seperti pneumonia, asma, bahkan penyakit neuromuskuler menggunakan suara batuk.

Peneliti Brian Subirana berpikir, AI mampu memberikan informasi mengenai Covid-19. Bersama timnya, Subirana membuat database berisi ribuan sampel suara batuk untuk melatih model AI yang kemudian didokumentasikan pada jurnal terbuka.

Model tersebut mendeteksi pola halus batuk dalam hal kekuatan suara, sentimen, kinerja paru-paru dan pernapasan, hingga degradasi otot. Hasilnya, model AI tersebut bisa mengidentifikasi 100 persen batuk oleh penderita Covid-19 tanpa gejala, 98,5 persen.

"Kami pikir ini menunjukkan bahwa cara seseorang menghasilkan suara berubah ketika mereka terkena Covid-19, bahkan ketika mereka tidak bergejala," kata Subirana tentang temuan tersebut.

Baca Selanjutnya: Bukan Alat Diagnosa...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kecerdasan Buatan
  3. Covid 19
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini