Ada Imbalan Besar Untuk Bagi Penemu Bug Google, Mau?

Rabu, 24 Juli 2019 15:00 Reporter : Indra Cahya
Ada Imbalan Besar Untuk Bagi Penemu Bug Google, Mau? Kantor Google di Berlin. ©2019 REUTERS/Hannibal Hanschke

Merdeka.com - Raksasa teknologi Google menawarkan imbalan tinggi bagi peretas atau peneliti keamanan bagi mereka yang bisa menemukan bug di platformnya.

Google melnyalurkan ambisi platform bebas bug mereka lewat program Chrome Vulnerability Reward Program dan Google Play Security Reward Program.

Sejak program ini diluncurkan pada 2010, Google secara akumulatif telah merogoh kocek lebih dari USD 15 juta.

Chrome Vulnerability Reward Program sendiri telah menerima lebih dari 8.500 laporan dan memberi imbalan lebih dari USD 5 juta kepada mereka yang berhasil menemukan bug dan celah keamanan pada produknya. Demikian dikutip dari Venture Beat via Tekno Liputan6.com.

Sekarang Google meningkatkan imbalan terendah dari USD 5.000 menjadi USD 15.000. Untuk temuan lebih berkualitas, nilai imbalannya meningkat menjadi USD 30.000 dari dari USD 15.000.

Adapun imbalan tambahan yang diberikan untuk temuan melalui Chrome Fuzzer Program menjadi USD 1.000 dari USD 500.

Selain itu, Google meningkatkan imbalan dari USD 100.000 menjadi USD 150.000 untuk temuan yang dapat membahayakan Chromebook atau Chromebox dalam modus tamu (guest mode).

Google juga telah menambahkan kategori hadiah untuk celah keamanan di firmware dan bypass kunci layar.

Program Imbalan Bug

Google juga meningkatkan imbalan untuk peretas yang menemukan celah di Google Play dari US$ 5.000 menjadi US$ 20.000. Nilai imbalan celah pencurian data pribadi dan komponen aplikasi terlindungi juga ditingkatkan dari US$ 1.000 menjadi US$ 3.000.

Program imbalan bug dianggap dapat melengkapi program keamanan internal perusahaan.

Program ini membantu memotivasi individu dan kelompok peretas untuk tidak hanya menemukan celah keamanan, tetapi juga mengungkapkannya dengan benar, alih-alih menggunakannya dengan jahat atau menjualnya ke pihak ketiga liannya.

Google sendiri tentu tahu, memberi imbalan kepada white hat hacker atau peneliti keamanan adalah angka yang sedikit. Hal ini jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mengatasi masalah keamanan yang terlanjur mengglobal.

Sumber: Tekno Liputan6.com
Reporter: Mochamad Wahyu Hidayat [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Google
  2. Teknologi
  3. Peretas
  4. Hacker
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini