80 Persen Perempuan di Dunia Pernah Mengalami Pelecehan via Ponsel

Senin, 8 Maret 2021 14:32 Reporter : Merdeka
80 Persen Perempuan di Dunia Pernah Mengalami Pelecehan via Ponsel 80% Perempuan di Dunia Pernah Mengalami Pelecehan via Ponsel. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Truecaller, aplikasi identifikasi nomor telepon dan pemblokir spam menjalani inisiatif tahunan ‘Against Harassment’ untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan seksual terhadap perempuan, khususnya yang melalui telepon dan/atau SMS.

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Truecaller melakukan penelitian pada lima negara dengan kasus pelecehan seksual yang tinggi, yakni Brasil, India, Kolombia, Mesir, dan Kenya. Hasil studi menunjukkan bahwa 80% perempuan pernah mengalami pelecehan dan gangguan melalui ponsel.

Gangguan yang dialami perempuan di negara-negara ini tidak jarang bersifat seksual. Misalnya 1 dari 3 perempuan Mesir dan 1 dari 5 perempuan India pernah menerima telpon atau SMS pelecehan secara seksual.

Mayoritas telepon atau SMS yang bersifat seksual ini datang dari orang tak dikenal, dan hanya sebagian kecil pelaku yang berhasil teridentifikasi. Contoh-contoh dari perilaku pelecehan ini adalah meminta atau menerima gambar tak senonoh, memaksa korban untuk berdiskusi tentang seks, atau memberikan komentar tak senonoh tentang penampilan atau bagian tubuh korban.

Hal yang serupa juga marak terjadi di Indonesia. Sebuah survei yang dilakukan oleh Awas Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) pada tahun 2020 menemukan sekitar 67% perempuan Indonesia mengaku menerima pelecehan seksual online selama pandemi.

Komnas Perempuan juga menemukan bahwa pada tahun 2020, laporan pelecehan seksual siber meningkat sebanyak 348% dari tahun sebelumnya. Dari 1.636 kasus terlapor, mayoritas merupakan ancaman untuk menyebarkan media tak senonoh (37,5%), pornografi balas dendam (15%), dan penuntutan gambar atau video tak senonoh (10,4%).

"Truecaller menentang keras segala bentuk pelecehan terhadap perempuan, dan kami selalu berupaya membuat saluran komunikasi lebih aman dan efisien. Aplikasi kami membantu mengidentifikasi siapa saja yang mencoba menghubungi Anda, serta mengetahui apa niat mereka. Adalah komitmen kami untuk melindungi semua pengguna Truecaller dari penipuan, scam, dan pelecehan. Ini yang membuat Truecaller menjadi salah satu aplikasi terpercaya dan dapat diandalkan di dunia dalam melindungi identitas nomor HP pribadi Anda selama 12 tahun terakhir," kata Lindsey LaMont, sebagai Director of Brand Marketing Truecaller dalam keterangan persnya, Senin (8/3).

2 dari 2 halaman

Gerakan Kampanye

Truecaller juga mengkampanyekan gerakan #ItsNotOk di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan isu pelecehan seksual lewat telepon dan sms. Baru-baru ini perusahaan mengundang empat korban pelecehan seksual ponsel untuk membagikan cerita mereka serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya isu ini.

Keempat perempuan pemberani ini datang dari berbagai latar belakang (ibu rumah tangga, mahasiswa, pelatih olahraga, serta karyawan) dan usia. Hasil wawancara direkam dan diunggah ke kanal YouTube Truecaller.

Dalam video tersebut, masing-masing perempuan menceritakan apa yang terjadi pada mereka, dan lebih penting lagi, bagaimana kejadian tersebut berdampak pada diri mereka. Para pelaku juga bermacam-macam latarnya, ada yang mantan pacar, kenalan, teman sekelas, orang asing, dan bahkan penguntit di jalan. Mereka juga menganjurkan korban lain untuk speak out, mencari bantuan, dan tidak menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.

"Kami percaya para perempuan yang membagikan kisah mereka hari ini akan menginspirasi para perempuan lain untuk berani melawan pelecehan seksual telepon dan SMS. Pasalnya, isu ini telah melanda perempuan dari berbagai latar belakang ekonomi, agama, usia dan budaya, di seluruh dunia. Kami berterima kasih kepada semua perempuan yang sudah berani menceritakan kisahnya, dan untuk orang-orang yang telah mendukung mereka di sepanjang perjalanan," tambah Lindsey.

[faz]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Smartphone
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini