50 Miliar perangkat yang terakses internet 2020 rentan keamanan

Selasa, 4 Februari 2014 13:48 Reporter : Arif Pitoyo
50 Miliar perangkat yang terakses internet 2020 rentan keamanan keamanan internet. © Thetechjournal.com

Merdeka.com - Perkembangan jumlah perangkat menjadi fokus ancaman ancaman keamanan karena internet of Things (IOT) telah menjadi kenyataan.

Ketika Symantec Security Response baru saja mengkonfirmasi melalui analisisnya bahwa laporan terbaru mengenai 100.000 perangkat rumah, mulai dari sistem hiburan hingga kulkas mengirim spam adalah tidak akurat, hal ini tidak berarti bahwa Internet of Things (IOT) tidak akan menjadi penyebab serangan cyber dalam waktu dekat.

Bagaimana jika perangkat monitor bayi digunakan untuk memata-matai pemiliknya? Apakah mungkin televisi mengawasi kebiasaan menonton pemiliknya, atau mobil Anda di hack oleh penyerang-penyerang berbahaya?

Symantec telah menulis posting blog berjudul 'The Internet Of Things-New Threats Emerge in a Connected World' mengenai potensi ancaman-ancaman keamanan yang telah terjadi, bahkan ketika IOT masih dalam tahap awal.

Meskipun komputer sering di-patched, Kaoru Hayashi, penyidik Symantec, menemukan bahwa perangkat seperti home routers, set-top boxes, kamera-kamera keamanan dan sistem kontrol industri rentan karena beberapa vendor tidak menyediakan update, disebabkan karena keterbatasan hardware atau teknologi yang usang, seperti ketidakmampuan untuk menjalankan versi-versi terbaru dari software.

Dengan pertumbuhan perangkat dengan fitur Internet akan mencapai 50 miliar sebelum tahun 2020, menurut Cisco, perangkat-perangkat ini dengan keamanan yang relatif kurang kemungkinan menjadi salah satu sasaran utama dari penyerang cyber dalam waktu dekat.

Pengguna perangkat yang tersambung ke Internet sangat disarankan untuk melakukan audit pada perangkat yang terakses internet, karena hanya karena perangkat tersebut tidak memiliki layar atau keyboard, bukan berarti tidak rentan terhadap serangan.

Selanjutnya, perhatikan pengaturan keamanan pada perangkat apapun yang dibeli. Jika diakses dari jarak jauh, nonaktifkan fitur ini jika tidak diperlukan. Ubah password yang sudah ada untuk sesuatu yang hanya pemiliknya tahu.

Pemilik perangkat juga sebaiknya secara teratur memeriksa situs web produsen untuk melihat apakah ada pembaruan software perangkat. Jika kerentanan keamanan ditemukan, produsen seringkali akan melakukan patch dalam update baru ke software tersebut.

Baca Juga:

Seluruh pengguna internet di dunia gempar dengan kata sandi ini

Internet Indonesia ternyata tidak lelet

10 Negara dengan kecepatan internet paling lambat di dunia

10 Negara dengan koneksi internet tercepat di bumi

Khawatir kiamat internet, mahasiswa turun ke jalan [ega]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Internet
  3. Teknologi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini