5 Fenomena Antariksa yang Layak Dinanti di Tahun 2019

Rabu, 9 Januari 2019 16:00 Reporter : Indra Cahya
5 Fenomena Antariksa yang Layak Dinanti di Tahun 2019 Super blue blood moon. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Fenomena antariksa akan banyak terjadi di tahun ini. Berbagai fenomena alam seperti gerhana matahari dan bulan, akan banyak jadi sorotan di tahun ini.

Belum lagi deretan lompatan teknologi seperti pendaratan roket atau pesawat ulang alik di planet atau bulan tetangga Bumi, dan hal tersebut akan jadi tonggak sejaran astrofisika di tahun ini.

Berikut deretan fenomena antariksa yang layak dinanti di tahun 2019, dilansir dari Tekno Liputan6.com yang mengutip DW.

1. Ramai Terbang ke Bulan

Setelah keberhasilan modul pendarat Chang'e-4 milik Tiongkok, sejumlah negara mengirim misi menyambangi Bulan pada tahun 2019. Sebuah perusahaan Israel, SpaceIL, telah menjadwalkan pendaratan Bulan pada Februari mendatang.

Sementara pada 30 Januari, Badan Antariksa India direncanakan meluncurkan Chandrayaan-2 dalam misi luar angkasa serupa setelah sempat tertunda selama hampir satu tahun.

2. Gerhana Matahari

Penduduk Bumi akan segera menemui gerhana matahari parsial di pertengahan tahun. Fenomena ini adalah yang kedua dari rangkaian delapan gerhana Matahari yang terjadi antara 13 Juli 2018 hingga 4 Desember 2021. Sayangnya gerhana Matahari kali ini hanya bisa dinikmati oleh penduduk di kawasan utara Tiongkok, Jepang, Mongolia dan sebagian kecil wilayah Rusia.

Selain gerhana matahari parsial, Indonesia akhirnya bisa menikmati peristiwa langit langka berupa gerhana Matahari cincin di penghujung tahun. Pada 26 Desember, gerhana Matahari berbentuk cincin api ini akan melintasi sebagian wilayah Sumatera, tepatnya mulai dari pulau Simeulue, Sibolga, Padang Sidempuan, Dumai, Duri dan Kepulauan Riau.

3. Gerhana Bulan Total

Tak perlu menunggu lama, akhir bulan Januari ini akan ada fenomena gerhana bulan. Fenomena langka yang bakal menyambangi Bumi pada 21 Januari 2019 adalah yang pertama dari dua gerhana Bulan tahun ini. Namun sayangnya, gerhana Bulan total ini tidak bisa dinikmati penduduk Indonesia lantaran hanya bisa dilihat di benua Amerika dan langit barat Eropa dan Afrika.

Selain gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian juga terjadi di pertengahan tahu. Namun, fenomena kosmik yang akan tiba pada 16 Juli 2019 ini hanya akan terlihat jelas di Afrika, Asia Tengah dan Selatan, Eropa Tenggara, tetapi juga bisa disimak menjelang matahari terbit di barat Indonesia. Teleskop atau binokular juga bisa digunakan buat menyaksikan fenomena langit ini

4. Observasi Antariksa

Pada 2018 lalu, NASA dan ESA mengirimkan empat misi penelitian ke luar angkasa. Tahun ini, pekerjaan dari empat misi tersebut akan jadi fokus agensi antariksa tersebut.

Nantinya, para ilmuwan siap memanen data dari ke-empat wahana tersebut, yakni Parker Solar Probe yang mempelajari matahari, InSight untuk menyadap aktivitas tektonik di planet Mars, TESS yang bertugas melakukan sensus bintang di Galaksi Bima Sakti, serta BepiColombo yang memulai perjalanan panjang ke planet Merkuri.

5. Transit Merkurius

Pada 11 November mendatang planet Merkurius akan melintasi Matahari. Fenomena ini bisa disaksikan dengan menggunakan teleskop yang dilengkapi filter surya di benua Amerika, Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Selanjutnya, fenomena ini akan terjadi lagi di 2039.

Sumber: DW.com via Tekno Liputan6.com
Reporter: DW Indonesia [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini