4 Tren Masa Depan yang Warnai Ajang CES 2020

Rabu, 15 Januari 2020 06:00 Reporter : Indra Cahya
4 Tren Masa Depan yang Warnai Ajang CES 2020 Tren Masa Depan yang Warnai Ajang CES 2020. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - CES 2020 telah berakhir. Di gelaran ini, ribuan produk teknologi terbaru muncul untuk menarik perhatian para pecinta teknologi.

Namun hal paling menarik dari adanya gelaran semacam ini, terutama CES 2020 yang merupakan teknologi konsumen secara general (alih-alih MWC yang hanya smartphone), adalah terbentuknya tren teknologi untuk masa depan.

Dari CES 2020 sendiri, kita bisa melihat bahwa teknologi makin menyentuh aspek-aspek terdetil di kehidupan kita, dan di masa depan, hal ini akan makin teraplikasi.

Nah, berikut deretan tren yang tercipta dan muncul lewat CES 2020. Melansir CNet, berikut ulasannya.

1 dari 4 halaman

'Daging Palsu' Demi Lingkungan

Daging babi adalah daging yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Seperti yang diketahui, penyembelihan binatang untuk konsumsi manusia meninggalkan jejak karbon yang sama buruknya dengan industri.

Hal ini dikarenakan 14,5 persen dari emisi gas rumah kaca berasal dari peternakan. Daging babi sendiri dikonsumsi secara luas, terutama di Asia di mana hampir seluruh kebudayaannya mengonsumsi babi.

Nah, di CES 2020 Impossible Foods berupaya menyelamatkan lingkungan serta kesehatan manusia dengan mengganti daging babi dengan daging alternatif yang berbasis nabati.

Tahun lalu, juga di ajang CES, Impossible Foods meluncurkan Impossible Burger, kali ini diluncurkanlah Impossible Pork. Hal ini menandai bahwa di masa depan, teknologi pangan juga memberi andil di keselamatan lingkungan.

2 dari 4 halaman

Proyek Ambisius Toyota: Kota Tanpa Manusia Berkendara

Proyek paling ambisius yang dipamerkan di CES 2020 adalah Toyota Woven City. Ini adalah komunitas purwarupa yang akan dibangun dekat Gunung Fuji, Jepang.

Di tanah seluas 175 hektar ini, Toyota akan membangun laboratorium eksperimental di mana mereka akan menguji kendaraan otonom berbahan bakar hidrogen, robot, rumah pintar, dan berbagai bentuk mobilitas pribadi baru.

Di kota ini, nantinya tidak ada kendaraan yang digerakkan manusia. Karena inti konsep Toyota ini adalah bahwa sebuah kota biasanya dibangun mengikuti mobilitas kendaraan. Sehingga Toyota ingin membuat sistem transportasi yang berkelanjutan bagi manusianya.

3 dari 4 halaman

Sensor-Sensor Baru Untuk Melacak Kesehatan Kita

Semakin banyak produk teknologi kesehatan yang kini telah dijual secara luas kepada konsumen. Namun di CES 2020, berbagai sensor kesehatan muncul dengan lebih canggih. Hal ini pun bersinergi dengan deretan perangkat lunak dan aplikasi yang memudahkan Anda melacak bagaimana kondisi kesehatan Anda.

Hal ini diharapkan jadi teknologi di mana penyakit atau gejala penyakit akan dideteksi secara dini, jauh sebelum Anda membuat janji dengan dokter. Nah, ada beberapa sensor canggih yang dipamerkan di CES 2020.

Ada Withing ScanWatch, yang di dalamnya terdapat elektrokardiogram, photoplethysmography yang mendeteksi denyut jantung secara optikal, SpO2 untuk oksigen dalam darah dan kemampuan deteksi gangguan tidur.

Bahkan terdapat juga GoBe3 yang dapat melacak asupan kalori yang masuk ke tubuh Anda, sekaligus tingkat stres Anda. Hal ini dilakukan dengan pembacaan kulit.

Terdapat juga Valencell, yang merupakan earbud penginderaan tekanan darah yang dapat mendeteksi hipertensi, salah satu penyakit yang kerapkali mendapatkan keterlambatan diagnosis.

Terdapat juga produk yang dapat mengukur gula darah dan juga kacamata cerdas yang dapat membantu penyandang disleksia.

Dengan ini, kesehatan juga jadi perhatian penting dari teknologi. Sehingga jangan heran bila deretan smartwatch di masa depan akan makin canggih dengan fitur-fitur kesehatan seperti di atas.

4 dari 4 halaman

Tak Cuma Smartphone, Komputer Juga Bisa Dilipat

Smartphone lipat adalah salah satu tren terbaru di industri mobile. Smartphone dengan konsep semacam ini diperkenalkan pada 2019 lalu dan diprediksi makin ramai pada tahun ini.

Namun di tahun ini terdapat konsep baru, yakni laptop yang juga bisa dilipat. Perangkat besutan Intel yakni Horseshoe Bend pun diperkenalkan di CES 2020. Ini adalah sebuah tablet 17 inci dan dapat terlipat dua menjadi laptop 12,5 inci.

Lenovo pun memamerkan Thinkpad X1 Fold dan Dell memamerkan dua perangkat lipatnya yakni Concept Ori dan Concept Duet.

Ini menandakan bahwa industri perangkat lipat baru saja dimulai. [idc]

Baca juga:
Ini Waktu Paling Tepat Untuk Mikmati Gerhana Bulan Penumbra Malam Ini!
Siap-Siap Saksikan Gerhana Bulan Penumbra, 11 Januari 2020 Besok!
Ilmuwan Berhasil Kembangkan Daging Babi Dari Tumbuhan di CES 2020
Manfaatkan Panel LCD, Bosch Kembangkan Teknologi Kaca Mobil Pelindung Matahari
Gunakan Smartphone Saat Petir Apakah Aman? Ini Jawabannya!
Mengapa Manusia Punya Kebiasaan Gigit Kuku Meski Jorok?
Sering Mengumpat Justru Jadi Tanda Orang Cerdas? Ini Alasannya!

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini