4 Alternatif OS Windows yang lebih aman dari serangan ransomware

Senin, 15 Mei 2017 11:45 Reporter : Indra Cahya
4 Alternatif OS Windows yang lebih aman dari serangan ransomware Ilustrasi Hacker. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ini, Microsoft Windows adalah sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia. Penggunaan yang mudah dan tampilan yang cukup menarik membuat para Windows banyak diminati. Masalah utama akhirnya terjadi ketika para pembuat virus malware lebih senang menarget pengguna Windows ketimbang lainnya.

Seperti yang terjadi beberapa hari belakangan, di mana serangan siber serentak terjadi di berbagai belahan dunia yang menyasar sistem keamanan berbagai perusahaan, rumah sakit, dan juga sekolah, ternyata sengaja menarget pengguna Windows.

Menurut Kemkominfo, ransomware yang sedang menginfeksi berbagai belahan dunia ini disebut WannaCrypt. WannaCrypt ini mengincar PC berbasis Windows, yang memiliki kelemahan dalam Server Message Block, atau protokol yang penting dalam sistem keamanan komputer terkait file sharing atau berbagi berkas dalam jaringan.

Karena yang diserang adalah SMB yang merupakan protokol file sharing, WannaCrypt bisa menyebar ke komputer lain berbasis Windows dalam jaringan yang sama. Hal ini membuat semua komputer yang tersambung ke internet, namun memiliki kelemahan dalam aspek SMB, memiliki potensi terinfeksi WannaCrypt.

Oleh karena itu, cukup bijak untuk menilik beberapa alternatif sistem operasi selain Windows yang mungkin bisa kita gunakan.

1. Mac OS X

OS X atau Mac OS X adalah sistem operasi besutan Apple. Seperti yang biasa dilakukan Apple, Mac OS X hanya terpasang di berbagai perangkat Apple seperti iMac, Macbook Pro serta MacBook Air.

Selain terkenal minim crash dan lag, Mac OS X juga lebih aman. Diklaim, Mac OS X memiliki sistem lebih kuat yang akan membuat serangan dari sis software akan lebih minim. Selain itu, minat para penjahat siber untuk menyerang Mac OS X lebih rendah. Penjahat cenderung akan membuat virus, worm, atau malware lainnya untuk menyerang Windows.

2. Linux

Linux merupakan turunan dari sistem operasi Unix. Linux memiliki banyak sekali distribusi atau dalam dunia IT disebut Linux Distro, yakni Ubuntu, Linux Mint, BackTrack, Mandriva, Blank On, dan masih banyak lagi.

Jika Windows sangat rentan terkena serangan virus serta malware, justru kepopuleran OS Linux adalah untuk menangkal virus. Tak ada virus yang didesain untuk menyerang Linux.

3. Chrome OS

Sama seperti Mac OS X besutan Apple, Google juga membuat OS yang dikhususkan untuk perangkat Google sendiri yakni Chrome OS. Chrome OS hanya bisa dijalankan via Google Chrome Browser, dan untuk menjalankan aplikasinya harus melalui Chrome Store.

OS ini tak terlalu populer, karena selain hanya digunakan untuk perangkat Google, OS ini akan memberi pengalaman maksimal dalam menggunakannya jika koneksi internet Anda super stabil dan selali dalam keadaan terkoneksi.

Meski terlihat cukup rentan, nyatanya di tahun 2013 ketika Google mengadakan sayembara untuk menemukan kelemahan dari Chrome OS dalam acara bernama Pwnium 3, ternyata tak ada satu pun yang berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa selain aman, Chrome OS belum membuat penjahat tertarik melakukan akses untuk mengacak-acak keamanannya.

4. Android dan iOS

Mungkin Android dan iOS memang tak digunakan di desktop. Namun smartphone kini sudah barang tentu jauh lebih populer ketimbang komputer desktop dan juga laptop. Di smartphone yang berlabel papan tengah saja, tugas yang biasanya harus dilakukan di komputer, kini bisa dihajar di smartphone. Jadi soal kinerja, smartphone bisa dalam tingkatan yang setinggi desktop atau laptop. Bahkan Android yang bernama Android x86 adalah OS mobile yang bisa digunakan di laptop.

Dari segi keamanan pun sebenarnya OS mobile, terutama Android, tak menawarkan keamanan yang lebih ekstra mumpuni. Banyak kasus malware dan phising yang terjadi di smartphone. Namun karena sistem keamanan smartphone yang cukup tinggi (fingerprint, password, hingga berbagai fitur security lain), serta kesadaran pengguna akan pentingnya memproteksi berbagai privasi dan data pribadi seperti bank account dan sebagainya, kasus serupa bisa ditekan. [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini