2 Mahasiswa Terancam Penjara Gara-gara Retas Informasi Pajak Donald Trump

Kamis, 12 September 2019 16:24 Reporter : Merdeka
2 Mahasiswa Terancam Penjara Gara-gara Retas Informasi Pajak Donald Trump Donald Trump bersama istri saat bertemu Bill dan Hillary Clinton. ©Twitter

Merdeka.com - Dua orang mahasiswa terancam hukuman penjara gara-gara mencoba meretas informasi tax return Presiden Donald Trump. Demikian sebagaimana dilaporkan oleh CyberScoop.

Kedua mahasiswa yang mencoba meretas pajak Donald Trump adalah Andrew Harris dan Justin Hiemstra.

Mengutip The Verge, Kamis (12/9), Harris dan Hiemstra mencoba meretas rekaman riwayat finansial milik Trump menggunakan aplikasi pengajuan bantuan finansial siswa, Free Application for Federal Student Aid (FAFSA).

Keduanya mengaku bersalah atas dua pelanggaran terhadap aturan Computer Fraud and Abuse Act dan terancam menghadapi hukuman penjara selama dua tahun.

Sekadar informasi, pada 2016 saat Trump mencalonkan diri sebagai Presiden AS, ia menolak untuk mengungkapkan informasi tax return-nya, seperti yang dilakukan oleh kandidat presiden lainnya.

Akibat hal tersebut, informasi tax return milik Trump menjadi dokumen yang banyak dicari oleh aktivis liberal di tahun-tahun berikutnya.

Saat itu, Harris yang merupakan mahasiswa Haverford College di Pennsylvania menyadari ia mungkin bisa mengakses laporan tax return milik Trump dengan mengisi daftar palsu tentang pajak di aplikasi FAFSA.

Aplikasi FAFSA memang menggunakan informasi pajak untuk mengkalkulasi pinjaman mahasiswa. Selain itu, aplikasi juga memungkinkan orang untuk mengisi informasi keamanan secara otomatis lewat layanan pendapatan internal (Internal Revenue Service) selama mereka memiliki nomor jaminan sosial dan identifikasi personal lainnya.

Harris memang mengetahui nomor jaminan sosial Trump karena nomor tersebut memang sudah bocor sebelumnya.

Harris dan Hiemstra kemudian bermaksud untuk mendapatkan informasi tax return milik Trump dan membocorkannya ke media.

Pada 2 November 2016, keduanya pergi ke laboratorium komputer di kampus dan mencoba membuat akun FAFSA untuk anggota keluarga Trump.

Ketika mereka tahu sudah ada akun FAFSA keluarga Trump, mereka mencoba untuk mengatur ulang password dengan menjawab berbagai pertanyaan keamanan.

Mereka juga berupaya menggunakan nomor jaminan sosial Trump untuk mengetahui pajak federalnya. Upaya tersebut tak membuahkan hasil.

"Ini bukan ulah hacker Rusia, ini merupakan ulah dua mahasiswa," kata pengacara Harris, William J Brennan.

"Harris mengaku tidak ada niat buruk terhadap presiden dan keluarganya dan dia menyesal atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada keluarga Trump," kata Brennan.

Ketika ditanya apakah dia setuju dengan klasifikasi bahwa Harris adalah dalang di balik 'pembobolan' laporan tax return Trump, Brennan justru tertawa dan menganggapnya berlebihan.

Harris sendiri bakal diputus bersalah pada 16 Desember. Pengacaranya berencana untuk meminta keringanan hukuman karena ini merupakan pelanggaran hukum pertama Harris.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Agustin Setyo Wardani [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Donald Trump
  2. Hacker
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini