Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Suhardi Alius

Profil Suhardi Alius | Merdeka.com

Sepertinya, salah satu kebiasaan Gubernur Jakarta Joko Widodo, atau Jokowi, yang terkenal suka 'blusukan' (Jawa, bermain hingga ke tempat terpencil - pen.) ke berbagai pelosok dan wilayah sempit ibu kota untuk bertatap langsung dan mendengar sendiri permasalahan kehidupan warga Jakarta bakal memperoleh saingan berat. Adalah Irjen Polisi Drs. Suhardi Alius, yang juga menjabat sebagai Kadiv Humas Polri, juga dikenal memiliki kebiasaan 'blasak-blusuk' ke berbagai kantor Polsek maupun Polres, bahkan hampir setiap malam, hanya untuk mengetahui dan memonitor langsung kinerja anak buahnya.

Memang, sosok Suhardi Alius sebagai perwira tinggi Polri dikenal dekat dengan anak buahnya. Memulai pekerjaan hariannya sebagai Penyidik Utama Dit II/Bareskrim Polri, karir kepolisian Suhardi alius bisa disebut menanjak cukup cepat. Pada 2004, perwira polisi kelahiran Jakarta ini dipercaya mengampu jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.

    Selang setahun kemudian, Alius dipromosikan sebagai Direskrimum Polda Metro Jaya sekaligus merangkap sebagai Koorsprim Polri. Pada 2009, kembali perwira sekaligus pemegang gelar Magister Hukum ini dipercaya memangku dua jabatan sekaligus Dir Minwa PTIK dan Dir V/Tipiter Bareskrim Polri. Hanya berjarak dua tahun, Alius kembali menerima promosi jabatan sebagai Wakapolda Metro Jaya, sebelum dilantik sebagai Kadiv Humas Polri pada 2012 lalu.

Dalam menjalankan tugas keseharian sebagai perwira polisi, Alius memang memiliki 'pendekatan lain' dari kebanyakan petinggi penyandang bintang kemiliteran. Tidak tanggung-tanggung, Jendral Polisi kelahiran 1962 ini bahkan tidak ragu menyamar laiknya warga sipil hanya demi mengetahui secara langsung bagaimana petugas lapangan yang berada di bawah kelembagaannya melayani masyarakat.

Tak heran jika siasat Alius berdasar hasil kegiatan 'blusukan ala Jokowi' tersebut membuahkan hasil maksimal yang membuatnya sangat mafhum akan dinamika dan kondisi anak buahnya sendiri di lapangan. Meskipun lebih menyukai menyebut 'kegiatan malamnya' dengan istilah 'kluyuran', tak urung Jendral Polisi dengan dua bintang di pundak ini justru memuji kinerja anak buahnya dengn menyebut para bintara yang terjun ke lapangan sebagai ujung tombak Polri.

Buah manis lain dari kegiatan kluyuran Suhardi Alius adalah inspirasi untuk menulis buku bertajuk Mengubah Pelayanan Polri Dari Pimpinan ke Bawahan yang, tentu saja, diharapkan akan banyak membntu masyarakat memahami siapa sesungguhnya Polri beserta tugas dan amanat yang dipikul lembaga keamanan masyarakat tersebut.

Riset dan analisis: Mochamad Nasrul Chotib - Teylita

Profil

  • Nama Lengkap

    Irjen Pol Drs. Suhardi Alius MH.

  • Alias

    No Alias

  • Agama

  • Tempat Lahir

    Jakarta

  • Tanggal Lahir

    1962-05-10

  • Zodiak

    Taurus

  • Warga Negara

  • Biografi

    Sepertinya, salah satu kebiasaan Gubernur Jakarta Joko Widodo, atau Jokowi, yang terkenal suka 'blusukan' (Jawa, bermain hingga ke tempat terpencil - pen.) ke berbagai pelosok dan wilayah sempit ibu kota untuk bertatap langsung dan mendengar sendiri permasalahan kehidupan warga Jakarta bakal memperoleh saingan berat. Adalah Irjen Polisi Drs. Suhardi Alius, yang juga menjabat sebagai Kadiv Humas Polri, juga dikenal memiliki kebiasaan 'blasak-blusuk' ke berbagai kantor Polsek maupun Polres, bahkan hampir setiap malam, hanya untuk mengetahui dan memonitor langsung kinerja anak buahnya.

    Memang, sosok Suhardi Alius sebagai perwira tinggi Polri dikenal dekat dengan anak buahnya. Memulai pekerjaan hariannya sebagai Penyidik Utama Dit II/Bareskrim Polri, karir kepolisian Suhardi alius bisa disebut menanjak cukup cepat. Pada 2004, perwira polisi kelahiran Jakarta ini dipercaya mengampu jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.

        Selang setahun kemudian, Alius dipromosikan sebagai Direskrimum Polda Metro Jaya sekaligus merangkap sebagai Koorsprim Polri. Pada 2009, kembali perwira sekaligus pemegang gelar Magister Hukum ini dipercaya memangku dua jabatan sekaligus Dir Minwa PTIK dan Dir V/Tipiter Bareskrim Polri. Hanya berjarak dua tahun, Alius kembali menerima promosi jabatan sebagai Wakapolda Metro Jaya, sebelum dilantik sebagai Kadiv Humas Polri pada 2012 lalu.

    Dalam menjalankan tugas keseharian sebagai perwira polisi, Alius memang memiliki 'pendekatan lain' dari kebanyakan petinggi penyandang bintang kemiliteran. Tidak tanggung-tanggung, Jendral Polisi kelahiran 1962 ini bahkan tidak ragu menyamar laiknya warga sipil hanya demi mengetahui secara langsung bagaimana petugas lapangan yang berada di bawah kelembagaannya melayani masyarakat.

    Tak heran jika siasat Alius berdasar hasil kegiatan 'blusukan ala Jokowi' tersebut membuahkan hasil maksimal yang membuatnya sangat mafhum akan dinamika dan kondisi anak buahnya sendiri di lapangan. Meskipun lebih menyukai menyebut 'kegiatan malamnya' dengan istilah 'kluyuran', tak urung Jendral Polisi dengan dua bintang di pundak ini justru memuji kinerja anak buahnya dengn menyebut para bintara yang terjun ke lapangan sebagai ujung tombak Polri.

    Buah manis lain dari kegiatan kluyuran Suhardi Alius adalah inspirasi untuk menulis buku bertajuk Mengubah Pelayanan Polri Dari Pimpinan ke Bawahan yang, tentu saja, diharapkan akan banyak membntu masyarakat memahami siapa sesungguhnya Polri beserta tugas dan amanat yang dipikul lembaga keamanan masyarakat tersebut.

    Riset dan analisis: Mochamad Nasrul Chotib - Teylita

  • Pendidikan

  • Karir

    • Penyidik Utama Dit II/Bareskrim Polri
    • Kapolres Metro Jakbar (2004)
    • Direskrimum Polda Metro Jaya (2005)
    • Koorsprim Polri (2005)
    • Dir Minwa PTIK (2009)
    • Dir V/Tipiter Bareskrim Polri (2009)
    • Wakapolda Metro Jaya (2011)
    • Kadiv Humas Polri (2012)

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya