Wujudkan 'Ekonomi Hijau', Sumut Kini Punya Fasilitas Pengolah Limbah B3

Jumat, 26 November 2021 11:45 Reporter : Fatimah Rahmawati
Wujudkan 'Ekonomi Hijau', Sumut Kini Punya Fasilitas Pengolah Limbah B3 Wujudkan 'Ekonomi Hijau', Sumut Kini Punya Fasilitas Pengolah Limbah B3. Instagram/@infosumutku ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengelolaan limbah industri masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut). Selama ini, Sumut belum memiliki fasilitas khusus untuk mengolah limbah, khususnya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Namun kini, Sumut memiliki fasilitas pengolahan limbah terpadu (FPLT) di Kawasan Industri Medan (KIM) di Deli Serdang.

Fasilitas pengolahan limbah itu baru saja diresmikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Kamis (25/11).

Pengelolaan limbah industri di KIM ini menjadi salah satu upaya Pemprov Sumut untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya sungai-sungai di Kota Medan. Selain itu juga upaya untuk mewujudkan program "ekonomi hijau" dari Menteri BUMN.

"Ini tidak bisa dihindari, karena ini bagian dari tanggung jawab kita untuk generasi yang akan datang. Mau tidak mau kita harus bertransformasi, kalau tidak daya saing kita akan tertinggal," kata Erick saat meresmikan FPLT.

Ia ingin bahwa lingkungan KIM ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi semata, namun juga menjaga kelestarian alam.

Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Kapasitas 24 Ton Limbah

wujudkan 039ekonomi hijau039 sumut kini punya fasilitas pengolah limbah b3
Instagram/@infosumutku ©2021 Merdeka.com

FPLT ini memiliki tempat pengumpulan limbah B3, insinerator, instalasi pengolahan air limbah, tempat pengolahan limbah B3, alat distilasi minyak pelumas bekas, hingga laboratorium lingkungan.

Direktur Utama PT Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan, saat ini, FPLT ini memang baru merupakan pembangunan tahap pertama. Namun fasilitas ini akan segera dioperasikan dan dalam jangka menengah akan dilakukan pembangunan tahap kedua.

"FPLT ini berkapasitas 24 ton, yang merupakan pembangunan tahap pertama. Dalam jangka pendek kita akan segera mengoperasikan karena sudah diresmikan," katanya.

Terdapat empat insinerator limbah B3 yang masing-masing bisa digunakan untuk mengolah 300 kilogram limbah per jam sehingga jika dioperasikan selama 20 jam dapat mengolah hingga 24 ton limbah.

3 dari 3 halaman

Fasilitas akan Diperlengkap

Selama ini, pengolahan limbah B3 di Sumut masih dilakukan dengan dikirim ke Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat. Tentu hal ini memakan lebih banyak biaya karena biaya pengiriman sangat tinggi.
 
Dalam waktu dekat, KIM juga akan menambah fasilitas unit pengolahan terpadu berupa incinerator, IPAL B3, tempat pengumpulan dan pemanfaatan limbah B3, spent bleachearth extraction, distilasi minyak pelumas bekas, hingga laboratorium lingkungan.

"Selain itu, kami juga akan menyambungkan kawasan industri dengan pelabuhan agar mempermudah mobilitas logistik dan juga menekan biaya pengiriman, sehingga produk yang dihasilkan dari industri-industri di KIM bisa bersaing," kata Erick.

[far]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Limbah
  3. Sumut
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini