Wartawan Media Online di Medan Disiram Air Keras, Dapat Kecaman PWI Sumut

Senin, 26 Juli 2021 16:48 Reporter : Fatimah Rahmawati
Wartawan Media Online di Medan Disiram Air Keras, Dapat Kecaman PWI Sumut Wartawan Media Online di Medan Disiram Air Keras, Dapat Kecaman PWI Sumut. liputan6.com ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang wartawan yang juga merupakan Pemimpin Redaksi (Pemred) salah satu media online di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) mengalami kekerasan.

Wartawan yang bernama Persada Bhayangkara Sembiring tersebut disiram air keras hingga mengalami luka serius. Peristiwa ini terjadi di kawasan Simpang Selayang, depan Rumah Makan Tesalonika, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan pada Minggu (25/7).

Sesaat setelah kejadian, petugas Polsek Tuntungan langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan. Sementara korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Sampai saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut dari kepolisian mengenai kronologi lengkap dari kasus ini. Namun, kejadian ini mendapatkan kecaman keras dari Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Sumut.

Melansir dari Liputan6.com, berikut informasi selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Minta Polisi Usut Tuntas

Ketua Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Hermansjah mengatakan, seharusnya seorang wartawan itu dilindungi profesinya, terutama saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Atas kasus ini, PWI Sumut pun meminta kepolisian mengusut tuntas dan menangkap para pelaku.

"PWI Sumut meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dan menyeret pelaku serta menggulung mafia perjudian yang diduga sebagai dalang tindak kekerasan terhadap wartawan," ujarnya pada Senin (26/7).

3 dari 3 halaman

Korban Gencar Meliput Soal Perjudian

Hermansjah mengatakan, pihaknya juga akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kasus yang menimpa korban. Ia saat ini masih mencari data terkait apakah Persada tergabung dalam satu wadah organisasi kewartawanan di Sumut.

"PWI Sumut akan menindaklanjuti kasus ini dan berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat," ucapnya.

Diketahui, sebelum peristiwa ini korban tengah gencar meliput kasus perjudian yang ada di Sumut. Hermansjah menduga peristiwa ini ada kaitannya dengan mafia perjudian yang korban beritakan.

"Sebagaimana dugaan terjadi dalam kasus ini, akibat korban gencar memberitakan soal perjudian di Sumut," ungkapnya.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini