Viral Oknum Polisi Pukul Pengendara hingga Terkapar, Begini Kronologi Lengkapnya

Jumat, 15 Oktober 2021 09:18 Reporter : Fatimah Rahmawati
Viral Oknum Polisi Pukul Pengendara hingga Terkapar, Begini Kronologi Lengkapnya Viral Oknum Polisi Pukul Pengendara hingga Terkapar, Begini Kronologi Lengkapnya. Instagram/@medantoday ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Baru-baru ini, viral di media sosial video seorang oknum polisi lalu lintas (polantas) menganiaya seorang pengendara. Peristiwa itu terjadi di Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut).

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @medantoday pada Kamis (14/10), oknum polisi itu memukuli seorang pria berkali-kali hingga terkapar di tanah di pinggir jalan. Pria itu terlihat ingin melawan namun Ia dipukul lagi hingga akhirnya tak bisa berkutik.

Di lokasi, ramai warga yang melihat kejadian tersebut. Tak lama, datang seorang ibu-ibu yang ternyata merupakan ibu pengendara tersebut.

"Pak polisiii ini anak saya pak polisiii," teriaknya sambil menangis melihat sang anak terkapar.

Video tersebut viral di media sosial dan aksi oknum polisi itu menuai banyak kecaman warganet. Namun, video lain beredar di media sosial, memperlihatkan detik-detik sebelum pemukulan itu terjadi.

Dalam sebuah unggahan lain di akun @medantoday, peristiwa itu bermula saat pria pengendara sepeda motor itu dicegat oleh dua petugas polisi. Ia ditegur lantaran melanggar aturan. Dalam video itu, pengendara tersebut tak memakai helm.

Namun, saat ditegur polisi yang meminta surat kelengkapan berkendaranya, pria itu justru mengamuk dan marah-marah ke petugas. Ia bahkan menantang petugas dan memukul-mukul motornya sendiri.

"Aku mau kerja! Kau jangan cari gara-gara sama aku!" ujar pria itu sambil teriak.

Petugas masih mencoba mengajak pengendara itu untuk turun dari motornya dan menepi, namun Ia kembali marah-marah.

"Udah kalian jangan cari gara-gara, aku mau kerja! Aku mau kerja!" pria itu terus berteriak dan memukul-mukul motornya.

Salah satu oknum polisi tersebut diduga tak bisa menahan emosi usai melihat tingkah pengendara tersebut yang akhirnya menyebabkan pemukulan itu terjadi. Kejadian ini juga dibenarkan oleh Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi.

2 dari 3 halaman

Kronologi Lengkap

viral oknum polisi pukul pengendara hingga terkapar begini kronologi lengkapnya

Instagram/@medantoday ©2021 Merdeka.com

Melansir dari ANTARA, Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakan Aipda Gonzalves, personel Satlantas yang aksi pemukulannya viral tersebut.

"Atas nama pimpinan Polda Sumatra Utara, saya selaku Kapolresta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," ujar Yemi pada Kamis (14/10).

Yemi menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Simpang Cemara, Kecamatan Lubukpakam pada Rabu (13/10). Kronologinya, saat itu Aipda Gonzalves sedang bertugas dan mendapati pengendara motor, bernama Andi Gultom, melanggar lalu lintas.

Petugas dan pengendara tersebut kemudian terlibat perselisihan yang akhirnya menyebabkan Aipda Gonzalves memukul pengendara tersebut.

"Mengetahui aksi pemukulan, saya bersama Wakapolresta langsung mendatangi rumah korban untuk meminta maaf dan menanggung biaya perobatan," ujar Yemi.

Ia juga mengatakan, meskipun pengendara motor itu salah, namun Ia tidak membenarkan aksi pemukulan yang dilakukan anggotanya tersebut.

"Walaupun pengendara motor itu salah, namun tidak dibenarkan kepada seluruh anggota Polri melakukan tindak pemukulan," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Oknum Polisi Dicopot

viral oknum polisi pukul pengendara hingga terkapar begini kronologi lengkapnyaInstagram/@medantoday ©2021 Merdeka.com

Buntut dari peristiwa ini, Aipda Gonzalves akhirnya dicopot dari jabatannya sebagi polantas berpangkat aipda.

"Sudah dicopot sebagai anggota Satlantas Polresta Deli Serdang," terang Yemi.

Saat ini Ia juga masih menjalani pemeriksaan oleh Propam Polresta Deli Serdang. Sementara itu, ibu pengendara tersebut, Sugiani, mengaku sudah memaafkan oknum personel Satlantas itu.

"Saya sudah memaafkannya," ucap Sugiani yang dihadirkan dalam konferensi pers.

Kejadian ini akhirnya menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Warganet yang awalnya banyak menghujat dan mengecam aksi oknum polisi itu, kini banyak yang ikut menyalahkan sikap pengendara yang arogan saat ditegur petugas polisi.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini