Tega Jual Anak Teman Sendiri, Wanita di Medan Dituntut 5 Tahun Penjara

Kamis, 24 November 2022 10:03 Reporter : Adrian Juliano
Tega Jual Anak Teman Sendiri, Wanita di Medan Dituntut 5 Tahun Penjara Ilustrasi penjara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang wanita dituntut kurungan penjara selama lima tahun karena terbukti menjual anak temannya sendiri. Wanita bernama Cindy (nama samaran) ini melakukan persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatra Utara, Kamis (24/11).

Cindy menjual anak temannya itu kepada pria-pria hidung belang. Atas perbuatannya, wanita 25 tahun itu dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Terdakwa melakukan perekrutan, penampungan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penculikan, penipuan, dan tujuan mengeksploitasi orang," jelas Jaksa Penuntut Umum dilansir ANTARA, Kamis (24/11).

2 dari 3 halaman

Menawarkan Tempat Tinggal

ilustrasi rumah kos

©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Medan, Pantun Marojahan Simbolon menjelaskan bahwa terdakwa bersama temannya Sherly (nama samaran), menemui korban di indekos Carlo yang beralamat di Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas pada Selasa (12/7) lalu.

Terdakwa alias Cindy menawarkan korban untuk tetap tinggal di rumahnya daripada tinggal di indekos.

"Kau tinggal saja dulu di tempat kakak untuk sementara atau beberapa hari. Tapi kalau nggak mau tinggal di situ pun, nggak apa-apa, main aja dulu," terang Jaksa Penuntut Umum menirukan ucapan terdakwa.

3 dari 3 halaman

Dijual melalui Aplikasi

chatting
©2015 Merdeka.com

Setelah terdakwa membujuk korban untuk tinggal sementara di rumahnya, lalu korban diajak ke salah satu tempat penginapan. Di kamar itu, terdakwa mengunci pintu. Dari situ, terdakwa melancarkan aksinya dengan membuka salah satu aplikasi kencan dan mengunggah foto korban.

Hanya butuh beberapa jam saja, korban yang sudah dijual melalui aplikasi kencan tersebut ditawar para pria hidung belang. Ada yang menawar dengan harga Rp500 ribu. Korban diminta untuk melayani pria yang menawarkannya.

"Korban diberi upah Rp500 ribu, dan Cindy diberikan komisi Rp100 ribu," tambah Jaksa Penuntut Umum.

Parahnya, sisa uang berjumlah Rp200 ribu digunakan Sherly untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu yang dipakai bersama-sama di Kawasan Kampung Baru. Uang sisa lainnya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok.

Mengetahui anaknya dijual, ibu korban datang melabrak terdakwa pada Jumat (15/7) dan melaporkan kasus ini ke unit penyidik Polrestabes Medan.

[adj]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini