Tak Punya Biaya Skripsi Anaknya, Guru Honorer Curhat ke Bupati Tapteng Dapat Ini

Kamis, 25 November 2021 15:25 Reporter : Fatimah Rahmawati
Tak Punya Biaya Skripsi Anaknya, Guru Honorer Curhat ke Bupati Tapteng Dapat Ini Tak Punya Biaya Skripsi Anaknya, Guru Honorer Curhat ke Bupati Tapteng Dapat Ini. Instagram/@bakhtiar_sibarani ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Hari Guru Nasional yang diperingati pada 25 November ini menjadi momen penting untuk mengenang dan mengapresiasi jasa para guru yang telah mengabdi untuk kemajuan generasi penerus bangsa. Momen ini ternyata juga membawa berkah bagi seorang guru honorer di Tapanuli Tengah (Tapten), Sumatra Utara (Sumut).

Seorang guru honorer bernama Bertauli Sinabutar, (43), berkesempatan bertemu dengan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-76 dan Hari Guru Nasional Tahun 2021, Kabupaten Tapteng pada Selasa (23/11) lalu.

Di kesempatan itu, Ia memberanikan diri menemui Bakhtiar dan mencurahkan keluh kesahnya. Kepada Bakhtiar, Bertauli menceritakan kegalauannya lantaran Ia tak memiliki biaya untuk skripsi anaknya, yang saat ini duduk di semester akhir, jurusan Sastra Inggris di salah satu perguruan tinggi di Kota Padangsidimpuan.

Ia pun terlihat berkaca-kaca saat menyampaikan keluh kesahnya ke orang nomor satu di Tapteng tersebut. Namun tak disangka, Bakhtiar langsung memberikan hadiah kepada Bertauli berupa bantuan biaya untuk skripsi anaknya tersebut.

Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Bayari Skripsi Anak Guru Honorer

tak punya biaya skripsi anaknya guru honorer curhat ke bupati tapteng dapat ini
Instagram/@bakhtiar_sibarani ©2021 Merdeka.com

Usai mendengar curhatan Bertauli, Bakhtiar pun bertanya berapa biaya yang Ia butuhkan untuk skripsi anaknya itu. Bertauli pun menjawab dana yang dibutuhkan sekitar Rp10 juta. Tanpa ragu, Bakhtiar langsung mengatakan bahwa Ia akan membantu biaya skripsi tersebut.

"Baik ibu, saya bantu Rp 10 juta ya, untuk biaya skripsi anak ibu. Sampaikan titip salam saya sama anak ibu dan keluarga. Rajin-rajin belajar agar cepat tamat dan bisa bekerja," kata Bakhtiar kepada Bertauli.

Mendengar jawaban Bakhtiar, Bertauli merasa haru hingga tak bisa berkata-kata. Ia mengaku sudah sejak malam berdoa agar diberikan jalan agar biasa membayar biaya skripsi anaknya. Ia pun tampak sumringah dan mengucapkan rasa terima kasih kepada Bakhtiar atas bantuan tersebut.

"Terima kasih banyak Bapak Bupati Bakhtiar atas bantuan dan perhatian Bapak. Doa kami sekeluarga untuk kesehatan Bapak dan juga keluarga. Kiranya apa yang diharapkan Bapak Bupati dan keluarga dikabulkan Tuhan," ujar Bertauli.

3 dari 3 halaman

Renovasi Rumah Guru Honorer

Selain membantu membiayai biaya skripsi salah satu guru honorer, Bakhtiar juga membantu merenovasi sebanyak 5 rumah guru honorer lainnya. Ia juga membantu biaya pembangunan satu unit rumah warga.

"Saya juga anak seorang guru, ibu saya merupakan kepala sekolah. Jadi saya paham dengan kondisi para guru untuk mencerdaskan muridnya. Saya minta kepada para guru agar terus mengabdi untuk memberikan pengajaran bagi anak-anak kita, karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa," katanya.

Ia juga meminta kepada para orangtua murid agar jangan bertindak semena-mena terhadap guru apabila ada anaknya yang mendapatkan hukuman dari gurunya.

"Guru menghukum murid sebagai bentuk kasih sayang para guru agar anak didiknya bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Saya mengimbau kepada orangtua murid, jangan terlampau reaktif jika ada laporan dari anaknya terkait tindakan guru," pesannya.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini