Tak Ada Respons dari Pemda, Warga Desa di Ranto Baek Keluhkan Jalan Rusak

Senin, 5 Desember 2022 13:49 Reporter : Adrian Juliano
Tak Ada Respons dari Pemda, Warga Desa di Ranto Baek Keluhkan Jalan Rusak Ilustrasi Jalan Rusak. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Empat desa di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal yaitu Desa Dua Sepakat, Desa Lubuk Kancah, Desa Gonting, dan Desa Ranto Panjang memiliki akses jalan menuju desa yang rusak parah.

Menurut warga, kerusakan jalan itu sudah terjadi selama bertahun-tahun dan bahkan hingga saat ini kondisinya semakin rusak sehingga sudah tidak layak untuk dilewati.

"Jika kerusakan akses jalan yang menghubungkan beberapa desa di kecamatan itu telah berlangsung selama puluhan tahun," ungkap Kepala Desa Lubuk Kancah, Darlis dilansir ANTARA (4/12).

2 dari 3 halaman

Kondisi Berlumpur dan Menanjak

Kerusakan jalan di Kecamatan Ranto Baek mencapai 14 kilometer, di mana 9-10 kilometer di antaranya rusak parah.

Warga setempat telah lama mengeluhkan kondisi jalanan yang rusak dengan kondisi berlumpur dan menanjak. Hal ini berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari mereka yang mengandalkan akses jalan tersebut.

Kondisi jalanan semakin rusak ketika musim penghujan tiba, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak bisa melewati jalan tersebut.

"Kondisinya memprihatinkan, apalagi saat musim hujan. Warga harus berjibaku dengan jalanan yang berlumpur dan menanjak. Kendaraan roda harus didorong. Sama dengan kendaraan roda empat yang harus didorong bersama-sama, kalau tidak begitu tidak bisa dilewati," terang Kepala Desa Lubuk Kancah, Darlis.

3 dari 3 halaman

Pemda Tutup Mata

Kerusakan parah akses jalan ini pun berdampak pada kenaikan harga kebutuhan masyarakat.

"Untuk barang biasanya naik Rp5000 dari harga biasa, sedangkan harga beras per kilo naik Rp15.000. Bila harga normalnya di pasar misalnya Rp105.000, di kampung ini sudah naik drastis menjadi Rp120.000," katanya.

Hingga saat ini, keluhan mengenai kerusakan jalan tersebut belum mendapat tanggapan dari Pemerintah Daerah Mandailing Natal serta DPRD. Padahal warga setempat sudah sering mengeluhkan kondisi jalanan yang sudah bertahun-tahun rusak ke Pemda.

"Sejak saya menjabat dari tahun 2017, jalan ini sudah sering diusulkan, bahkan sebelum saya menjadi Kepala Desa juga mengusulkan masalah yang sama," kata Darlis.

Bagi warga, akses jalan merupakan kebutuhan vital karena berbagai aktivitas dilakukan melalui jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah bisa segera mendengar keluhan warga selama ini agar perekonomian di desa itu bisa meningkat.

[adj]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini