Sejarah 27 Februari 1922, Mesir Meraih Kemerdekaan dari Inggris

Minggu, 27 Februari 2022 07:00 Reporter : Novi Fuji Astuti
Sejarah 27 Februari 1922, Mesir Meraih Kemerdekaan dari Inggris Ilustrasi piramida. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/WitR

Merdeka.com - Mesir memang diperebutkan oleh berbagai negara di Eropa, terkait dengan letaknya yang strategis. Negara-negara Eropa memberikan pengaruh pada Mesir, terutama pada masa penguasaan Inggris. Mesir secara resmi jatuh ke tangan Inggris pada tahun 1882 dari pendudukan Turki Usmani.

Pada tahun 1841-1914 wilayah Mesir memang merupakan bagian dari imperium Turki Usmani, namun banyak terjadi konflik antara Turki dengan negara Eropa (terutama Inggris). Pasca pendudukan Inggris, Mesir menjadi negara monarki konstitusional dengan penentuan kebijakan yang didominasi oleh Inggris.

Pemerintahan Monarki Mesir banyak mengambil contoh dari pemerintahan monarki konstitusional Inggris. Pemerintah Inggris memang sengaja mewujudkan adanya kesamaan dalam rangka mempermudah penguasaan di wilayah Mesir. Mesir pada masa pemerintahan Raja Fuad2 memang didominasi oleh kepentingan Inggris yang sangat kentara.

Meskipun sebagai negara monarki yang dibatasi oleh konstitusi, raja memiliki kewenangan yang tidak dapat diganggu gugat. Seringkali rakyat merasa bahwa sistem pemerintahan monarki inilah sumber dari kesengsaraan dan penderitaan. Pada tahun 1922 tepatnya pada 27 Februari Mesir meraih kemerdekaan dari Inggris. Berikut informasi lengkapnya telah dirangkum dari eprints.uny.ac.id dan berbagai sumber lainnya.

2 dari 3 halaman

Pelopor Kemerdekaan Mesir

Adapun keinginan untuk mewujudkan Mesir menjadi sebuah negara yang merdeka dipelopori oleh Partai Wafd yang merupakan partai terbesar Mesir. Partai Wafd memiliki pengaruh paling kuat dalam pemerintahan Mesir. Pemerintah Inggris merespon keinginan Partai Wafd dengan memberikan kemerdekaan bagi Mesir yang diproklamirkan pada bulan Februari 1922.

Keputusan yang diberikan Inggris kepada masyarakat Mesir ibarat memberikan harapan yang palsu. Meskipun Mesir diberi kemerdekaan, namun Inggris masih tetap mengurusi hal-hal vital terkait dengan kenegaraan Mesir.

Selain Partai Wafd, ada pula kelompok-kelompok lain yang menginginkan kemerdekaan. Golongan bangsawan kerajaan Mesir juga menyerukan tentang kemerdekaan. Banyak kalangan yang mendengungkan kebebasan, semua mempunyai misi yang sama, yakni kemerdekaan bagi bangsa Mesir.

3 dari 3 halaman

Pengesahan Undang-Undang Dasar Mesir

Kemerdekaan Mesir tahun 1922 terwujud karena adanya kerjasama antara para pemimpin Mesir yang terdiri dari kaum bangsawan, tuan tanah, dan para pekerja.

Pada tahun 1923 Undang-Undang Dasar Mesir sebagai negara baru disahkan, namun Inggris masih mengawasi gerak dan perkembangan Mesir. Hal ini dibuktikan dengan pemerintahan Inggris masih menetapkan gubernurnya di Mesir.

Di bawah Raja Fuad, Mesir mempunyai pemerintahan dan konstitusi yang tetap, akan tetapi hanya sebagai lambang dan boneka dari Inggris saja. Sampai ketika Raja Fuad meninggal dunia pada tanggal 28 April 1936, Mesir tampaknya belum adanya tanda-tanda merasakan kemerdekaan sepenuhnya. Sepeninggalan Raja Fuad, pemerintahan Mesir jatuh ke tangan Farouk yang pada waktu itu masih berumur 17 tahun.

[nof]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini