Warga Kumpulkan Sumbangan, Begini Kondisi Satu Keluarga Tinggal di Rumah 'Plastik'

Kamis, 14 Mei 2020 15:12 Reporter : Fatimah Rahmawati
Warga Kumpulkan Sumbangan, Begini Kondisi Satu Keluarga Tinggal di Rumah 'Plastik' Rumah Rusak di bantaran kali kawasan Matraman Dalam. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Di tengah masa-masa sulit dampak pandemi COVID-19 yang hingga kini masih merebak di Indonesia, ternyata masih banyak masyarakat yang peduli dengan sesama. Seperti yang terjadi di Solok, Sumatera Barat.

Sejumlah warga Batu Bagiriak, Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, melakukan penggalangan dana secara swadaya untuk membedah rumah tetangganya yang bernama Susanti (29).

Susanti adalah seorang warga yang tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah yang sudah tidak layak huni. Melihat hal tersebut, warga Batu Bagiriak tergerak hatinya untuk membantu Susanti dan keluarga untuk bisa memiliki rumah yang lebih baik dari tempat tinggalnya yang sekarang.

2 dari 6 halaman

Terkumpul Rp20 Juta

Adanya penggalanan dana ini dibenarkan salah satu warga. Ia mengatakan penggalangan dana ini nantinya akan digunakan untuk membedah rumah lama milik Susanti dan keluarga.

"Benar, kami telah melakukan penggalangan dana untuk membedah rumah Susanti karena kondisi rumahnya yang jauh dari kata layak huni," kata seorang warga Kecamatan Lembah Gumanti, Rabu (13/5), dilansir Antara.

Ia menyebutkan dana tersebut telah terkumpul sebanyak Rp20 juta dari penggalangan dana melalui beberapa media sosial berupa Facebook, Instagram, dan WhatsApp Group.

"Alhamdulillah sudah terkumpul sebanyak Rp20 juta, dan sepertinya akan ada lagi bantuan yang menyusul," ujar dia.

3 dari 6 halaman

Kondisi Rumah 'Plastik' Tak Layak Huni

Sebelumnya, warga sudah melakukan survei dengan mengunjungi langsung rumah Susanti. Setelah dilakukan peninjauan ke lapangan, diketahui rumah tersebut dihuni. Padahal dalam keluarga itu ada tiga orang, Susanti bersama suaminya, serta satu orang anak.

Mirisnya, rumah mereka hanya beralaskan tanah, berdinding plastik, dan beratapkan plastik.

"Karena melihat kondisi yang memprihatinkan itu. Kami berniat untuk membantu melakukan penggalangan dana yang dimulai sejak beberapa Minggu yang lalu," ujar dia.

4 dari 6 halaman

Pernah Masuk Daftar Penerima Bantuan

Lebih lanjut warga tersebut mengatakan, sebenarnya Susanti telah terdaftar dalam data penerima bantuan bedah rumah dari pemerintah. Namun namanya dihapus karena tidak melengkapi persyaratan berupa melengkapi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Sebetulnya Susanti telah terdaftar sebagai penerima bantuan bedah rumah dari pemerintah. Namun dia terkendala mengurus KK dan KTP karena kurang mengerti proses pengurusannya, sehingga namanya dihapuskan dari data penerima bantuan," katanya.

5 dari 6 halaman

Harus Menunggu Setahun

Setelah viral di media sosial, akhirnya pemerintah mempermudah proses pembuatan KK dan KTP Susanti dan keluarganya. Namun, Susanti masih harus menunggu satu tahun lamanya untuk mendapatkan rumah layak huni.

"Sebetulnya bisa diusulkan lagi untuk bantuan bedah rumah, tetapi harus menunggu setahun lagi dan kami tidak sampai hati melihatnya," lanjutnya.

6 dari 6 halaman

Donasi Terus Mengalir

Warga tersebut juga mengatakan, usaha penggalangan dana yang dilakukan oleh warga tersebut ternyata membuahkan hasil. Meski baru terkumpul sebanyak Rp20 juta, dana bedah rumah untuk Susanti terus mengalir dari para donatur.

"Alhamdulillah dana terus mengalir dan diperkirakan akan terkumpul Rp30 juta lebih," ujarnya. Ia mengungkapkan, saat ini sedang dilakukan pembangunan rumah baru untuk Susanti.

"Jika pembangunan rumahnya telah selesai dengan melengkapi semua isinya. Kemudian dana tersebut tersisa, maka kami akan memberikan modal usaha untuk perekonomiannya ke depan," kata salah satu warga Batu Bagiriak, Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini