Plasma Darah Diduga Efektif Sebagai Pengobatan COVID-19, Begini Cara Kerjanya

Kamis, 23 April 2020 17:00 Reporter : Ani Mardatila
Plasma Darah Diduga Efektif Sebagai Pengobatan COVID-19, Begini Cara Kerjanya ilustrasi darah. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Pengobatan untuk pasien virus corona masih terus dikembangkan dan diteliti untuk menemukan cara yang paling efektif. Salah satu perawatan yang menjadi fokus saat ini adalah terapi plasma darah.

"Ada teknologi baru yang sedang berkembang dan dicobakan di beberapa negara yaitu transfusi plasma darah," kata Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR-RI secara virtual, Jakarta, Selasa (21/4).

Beberapa negara telah meneliti ini sejak Januari lalu dan kini mulai menggunakannya, di antaranya yaitu Iran, Amerika Serikat dan Jepang. Ada hasil yang menunjukkan beberapa pasien memiliki kondisi yang lebih baik setelah terapi plasma darah.

Kemudian apa itu plasma darah, dan bagaimana cara kerja terapi plasma darah? Berikut penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber:

1 dari 3 halaman

Apa Itu Terapi Plasma Darah?

Terapi plasma darah bertujuan untuk menggunakan antibodi dari darah pasien Covid-19 yang pulih untuk mengobati mereka yang terkena dampak kritis oleh virus.

Terapi ini juga dapat digunakan untuk mengimunisasi mereka yang berisiko tinggi tertular virus seperti petugas kesehatan, keluarga pasien dan kontak berisiko tinggi lainnya.

Dilansir dari Nature, Arturo Casadevall, seorang ahli imunologi di Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland, telah berjuang untuk menggunakan darah sebagai pengobatan COVID-19 sejak akhir Januari, ketika penyakit itu menyebar ke negara-negara lain dan tidak ada terapi pasti yang terlihat.

Para ilmuwan menyebut ini sebagai 'terapi antibodi pasif' karena seseorang menerima antibodi eksternal, daripada menghasilkan respon imun sendiri, karena mereka akan mengikuti vaksinasi.

Hal ini kembali seperti pada tahun 1890-an. Salah satu studi kasus terbesar terjadi selama pandemi virus influenza H1N1 1918. Lebih dari 1.700 pasien menerima serum darah dari penyintas, tetapi sulit untuk menarik kesimpulan dari studi yang tidak dirancang untuk memenuhi standar saat ini.

Selama wabah SARS tahun 2002, dilakukan percobaan pada 80 orang di Hong Kong menggunakan serum dan akhirnya sembuh.

Dari percobaan tersebut ditemukan bahwa orang yang diobati dalam waktu 2 minggu menunjukkan gejala memiliki kesempatan yang lebih tinggi keluar dari rumah sakit daripada mereka yang tidak diobati.

2 dari 3 halaman

Bagaimana Plasma Darah Bekerja?

Orang yang telah terinfeksi virus corona dapat mulai membentuk antibodi dalam hitungan hari setelah terinfeksi. Antibodi ini dibuat khusus oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona baru dan dianggap sebagai komponen kunci pemulihan. Antibodi dipercaya bekerja dengan cara menetralkan virus.

Jalan awal menuju produksi antibodi dapat memakan waktu sekitar satu atau dua minggu, tetapi begitu itu terjadi, sistem kekebalan tubuh akan dapat dengan cepat menanggapi paparan virus berikutnya.

Untuk beberapa virus dan vaksin, kekebalan aktif dapat bertahan beberapa dekade atau bahkan seumur hidup. Plasma konvalesen, juga disebut terapi antibodi pasif/ terapi plasma darah, adalah jenis kekebalan pasif. Ini dapat memberikan antibodi dengan segera, tetapi protein hanya akan bertahan untuk waktu yang singkat, beberapa minggu hingga beberapa bulan.

"Kami menggunakan plasma yang kaya antibodi dari pasien yang sedang sembuh untuk mencegah infeksi atau mengobati infeksi pada pasien lain," kata Jeffrey Henderson, seorang dokter penyakit menular dan ilmuwan di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis dilansir dari Nature.

Plasma adalah bagian kuning dari cairan darah yang berpotensi menyelamatkan seseorang yang terinfeksi dan dalam keadaan kritis.

3 dari 3 halaman

Apa Saja Syarat Seseorang Bisa Menyumbangkan Plasma?

Ternyata tidak semua orang dapat menyumbangkan plasma darah dan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Syaratnya di antara lain adalah tidak adanya riwayat penyakit kronis, tidak minum obat untuk waktu yang lama, dan sehat secara umum.

Palang Merah Amerika memberikan pedoman syarat seseorang yang bisa menyumbangkan plasma darah untuk COVID-19. Di antaranya sebagai berikut dilansir dari MedicineNet:

Seseorang yang telah pulih dari virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 harus diuji untuk memastikan:

  • Virus benar-benar hilang dari sistem mereka
  • Respons imun mereka cukup hangat untuk membuat serum efektif
  • Plasma dikumpulkan hanya dari mereka yang telah pulih dari COVID-19 dan telah menghasilkan antibodi IgG tingkat tinggi (immmunoglobulin G-type, yang merupakan bagian terbesar dari respon imun).
[amd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini