Peristiwa 30 Desember: Kenang Wafatnya Gus Dur, Pelindung Minoritas dan Kemanusiaan

Rabu, 30 Desember 2020 06:45 Reporter : Ani Mardatila
Peristiwa 30 Desember: Kenang Wafatnya Gus Dur, Pelindung Minoritas dan Kemanusiaan Gus Dur. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - 30 Desember 2009 silam, Gus Dur atau yang bernama lengkap Abdurrahman Wahid wafat pada umur 69 tahun. Mantan presiden Republik Indonesia keempat tersebut tutup usia setelah mengidap penyakit stroke selama bertahun-tahun.

Selama hidupnya terutama kala menjabat sebagai Presiden, Gus Dur kerap melempar guyonan untuk menanggapi berbagai persoalan maupun sekadar mengungkapkan apa yang sedang beliau tangkap dari realitas negeri ini.

Sosoknya cukup kontroversial sebab melakukan banyak hal yang bahkan tidak dilakukan Presiden Indonesia lainnya, salah satunya yaitu meminta maaf pada korban tragedi 1965, meski banyak yang menentangnya kemudian. Gus Dur pernah menyampaikan permintaan maaf terkait peristiwa 1965 saat bertemu Pramoedya Ananta Toer pada tahun 1999. Gus Dur juga sempat meminta Tap MPRS XXV 1966 untuk dihapuskan.

Di samping itu, banyak hingga kini masyarakat Indonesia yang terus meneladani dan menyebarkan pemikiran Gus Dur yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Mereka tergabung dalam Gusdurian, jaringan non formal yang fleksibel yang terus melestarikan nilai-nilai toleransi yang otentik terinspirasi dari Gus Dur. Tentu saja di luar tersebut, banyak masyarakat Indonesia yang mengagumi sosoknya.

Berikut merdeka.com merangkum peristiwa 30 Desember, mengenang sosok Gus Dur yang menjunjung kemanusiaan:

Baca Selanjutnya: Gus Dur yang Melindungi Kaum...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini