Pelaku Usaha Pariwisata di Samosir Tolak Kebijakan Wajib Rapid Test, Ini Alasannya

Selasa, 20 Oktober 2020 11:36 Reporter : Fatimah Rahmawati
Pelaku Usaha Pariwisata di Samosir Tolak Kebijakan Wajib Rapid Test, Ini Alasannya 4 Fakta Menarik Pulau Samosir, Ada Danau di Tengah Danau. gotravelly.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan setiap wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba, tepatnya ke Samosir untuk melakukan rapid test atau tes cepat Covid-19. Surat edaran tersebut dikeluarkan setelah petugas kesehatan di salah satu Puskesmas dinyatakan reaktif Covid-19 usai rapid test.

Namun, kebijakan ini ditentang pelaku usaha pariwisata. ‎Kebijakan ini dinilai akan menambah keterpurukan pelaku usaha pariwisata di Samosir.

Melansir dari Liputan6.com, para pelaku usaha pariwisata dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Samosir melayang surat keberatan atas dikeluarkannya surat edaran Pemkab Samosir tersebut. Surat tersebut disampaikan ke Pemkab Samosir pada Jumat, 16 Oktober 2020.

"Jika surat keberatan kami ‎tidak digubris, kami akan gelar aksi. Kami akan melakukan somasi dan melakukan langkah hukum ke depannya," kata seorang pelaku usaha pariwisata di Samosir, Ombang Siboro pada Senin (19/10).

Menyikapi surat edaran Pemkab Samosir tersebut, berikut alasan dari para pelaku usaha pariwisata yang menolak kebijakan wajib rapid test.

Baca Selanjutnya: Minta Pemkab untuk Cabut Surat...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini