Momen Haru Kapolsek Percut Sei Tuan Dicopot, Buntut Kisruh Pedagang dan Preman

Jumat, 15 Oktober 2021 10:55 Reporter : Fatimah Rahmawati
Momen Haru Kapolsek Percut Sei Tuan Dicopot, Buntut Kisruh Pedagang dan Preman Momen Haru Kapolsek Percut Sei Tuan Dicopot, Buntut Kisruh Pedagang dan Preman. Instagram/@medanheadlines.news ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Beberapa waktu yang lalu, viral di media sosial video seorang pedagang sayur wanita yang dianiaya oleh sejumlah preman di Pasar Gambir Tembung, Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut). Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/9).

Kasus ini kemudian berbuntut panjang. Setelah sebelumnya pelaku preman berhasil diamankan oleh kepolisian Polsek Percut Sei Tuan, kasus ini viral kembali setelah pedagang korban penganiayaan tersebut justru ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Akhirnya, melalui unggahan akun Instagram @polrestabes.medan pada Minggu (10/10), Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, kasus ini diambil alih oleh Polda Sumut.

Pihaknya kemudian membentuk tim khusus untuk mendalami kasus pemukulan tersebut, yang terdiri dari Ditreskrimum Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

Usai dilakukan gelar perkara kembali, polisi menilai penyidik Polsek Percut Sei Tuan Medan tidak profesional dalam menangani kasus kisruh di Pasar Gambir tersebut.

Atas kejadian itu, Polda Sumut pun akhirnya mencopot Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan pada 12 Oktober 2021 kemudian disusul pencopotan Kapolsek Percut Sei Tuan Medan AKP Janpiter Napitapulu dari jabatannya.

Berikut informasi selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Dicopot

momen haru kapolsek percut sei tuan dicopot buntut kisruh pedagang dan preman
Instagram/@medanheadlines.news ©2021 Merdeka.com

Melansir dari unggahan akun Instagram @medanheadlines.news pada Kamis (14/10), Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan bahwa saat ini Kapolsek Percut Sei Tuan beserta Kanit Reskrim telah dicopot dari jabatannya.

Ia mengatakan, pencopotan tersebut merupakan hasil dari evaluasi kinerja Polsek Percut Sei Tuan terkait kasus kisruh pedagang dan preman tersebut.

"Evaluasi dari kejadian yang kemarin dan sebelum-sebelumnya ya tentunya," ujar Hadi.

Disinggung tentang adakah kemungkinan pencopotan personil lagi, Hadi menegaskan saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut dan pemeriksaan masih terus berjalan.

"Nanti kita lihat. Sekarang kasusnya pun masih terus didalami karena sudah disampaikan sekarang kasusnya dibagi dua, di Polrestabes Medan dan di Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Tangis Anggota Iringi Pencopotan Kapolsek

momen haru kapolsek percut sei tuan dicopot buntut kisruh pedagang dan preman

Instagram/@medanheadlines.news ©2021 Merdeka.com

Dalam unggahan lain akun @medanheadlines.news, pencopotan jabatan Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Reskrim nya tersebut diiringi isak tangis dari para anggota.

Di video yang beredar, sejumlah anggota tampak ikut melepas Kapolsek dan Kanit sambil berurai air mata.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek juga sempat mengucapkan permintaan maaf kepada para anggotanya jika selama menjabat pernah berbuat kesalahan.

"Saya minta maaf ya kalau ada kesalahan ya," ujarnya sambil memeluk anggotanya satu per satu.

"Baik-baik kau ya, baik-baik ya," ucap sambil merangkul anggotanya.

[far]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Video Viral
  3. VIRAL
  4. Sumut
  5. Kisah Haru
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini