Miris, Ternyata Ini Motif Ibu di Deli Serdang Aniaya Anak Tirinya hingga Babak Belur

Sabtu, 15 Januari 2022 12:22 Reporter : Fatimah Rahmawati
Miris, Ternyata Ini Motif Ibu di Deli Serdang Aniaya Anak Tirinya hingga Babak Belur ilustrasi kekerasan anak. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, warga dihebohkan dengan aksi keji yang dilakukan oleh seorang ibu di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut). Ia tega melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya yang baru berusia 8 tahun.

Pelaku yang berinisal LS itu menganiaya anak perempuannya dengan memukuli anak tirinya itu sampai sekujur tubuhnya penuh dengan luka memar dan lebam. Bahkan, kondisi memprihatinkan sang anak sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Kasus penyiksaan tersebut terungkap juga karena korban mengadu kepada guru di sekolahnya. Tak lama usai kasus penganiayaan yang dialami korban viral, kepolisian Polrestabes Medan pun berhasil mengamankan pelaku, setelah mendapat laporan tentang penganiayaan tersebut.

"Sudah kita ringkus dan sedang dalam proses pemeriksaan di Polrestabes Medan," ucap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting pada Rabu (12/1).

Saat ini pelaku juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Tersangka dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tersangka terancam hukuman penjara di atas lima tahun.

Terbaru, polisi mengungkap motif tersangka tega melakukan penganiayaan kepada anak tirinya yang masih kecil itu.

Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Kesal karena Anak Tak Pandai

miris ternyata ini motif ibu di deli serdang aniaya anak tirinya hingga babak belur
Instagram/@medantalk ©2022 Merdeka.com

AKP Madianta Ginting pada Jumat (14/1) mengatakan, tersangka mengaku tega menganiaya anak tirinya lantaran kesal sang anak tidak pandai dalam pelajaran. Tersangka menilai korban sangat lambat dalam belajar.

"Saat itu tersangka mendampingi korban belajar, namun tersangka kesal karena korban lambat menangkap bahan pelajaran," katanya.

Kepada petugas, tersangka mengaku baru sekali melakukan penganiayaan terhadap korban. Namun, dari keterangan korban, aksi penganiayaan sudah berulangkali terjadi.

"Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam pada bagian wajah," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Kondisi Korban Memprihatinkan

Kasus penganiayaan itu terungkap usai tetangga korban menyebarkan foto korban ke media sosial untuk meminta pertolongan. Setelah itu baru lah mereka melaporkan kasus itu ke petugas kepolisian.

Kondisi korban usai mengalami penganiayaan itu pun sangat memprihatinkan. Korban mengalami luka memar pada bagian wajah yang diduga akibat pukulan yang dilakukan oleh ibu tirinya tersebut.

Selain itu, korban juga mengalami memar di bagian leher, tangan dan tulang bahunya bergeser. Korban mengaku penganiayaan itu dilakukan oleh tersangka berulang kali, namun yang terakhir yang paling parah. Tersangka diketahui memukul korban menggunakan rol (penggaris) yang panjangnya sekitar 1 meter.

[far]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penganiayaan
  3. Kekerasan Pada Anak
  4. Sumut
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini