Mengenal Tradisi Mangupa-Upa, Ungkapan Doa dan Rasa Syukur Khas Orang Batak

Selasa, 6 Desember 2022 10:13 Reporter : Adrian Juliano
Mengenal Tradisi Mangupa-Upa, Ungkapan Doa dan Rasa Syukur Khas Orang Batak Mengenal Tradisi Mangupa-Upa, Ungkapan Doa dan Rasa Syukur Khas Orang Batak. Youtube.com/Fauzan Helmi ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Setiap manusia memiliki ungkapan rasa syukur atas apa yang telah dilaluinya. Begitu juga dengan doa-doa yang dipanjatkan dengan harapan untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Ungkapan doa dan rasa syukur bagi masyarakat adat masih melekat erat unsur-unsur dari warisan leluhur sebagai pembeda atau ciri khasnya.

Di Sumatra Utara, masyarakat Batak masih memegang teguh tradisi yang bernama Mangupa-Upa sebagai bentuk ungkapan doa dan rasa syukur. Berikut ini beberapa fakta mengenai tradisi Mangupa-Upa yang merupakan salah satu kekayaan tradisi yang masih sangat dijaga oleh masyarakat Batak seperti dilansir dari indonesia.go.id.

2 dari 4 halaman

Digelar Pada Momen Tertentu

mengenal tradisi mangupa upa ungkapan doa dan rasa syukur khas orang batak
Youtube.com/Martha McCrea ©2022 Merdeka.com

Tradisi Mangupa-Upa sendiri terdiri dari dua versi, Mangupa-Upa ala Batak Toba dan Mangupa-Upa yang biasa dilakukan oleh keturunan Mandailing. Tetapi kedua versi itu masih tetap satu tujuan yaitu sebagai ungkapan rasa syukur, doa, dan petuah dari orang tua.

Momentum Mangupa-Upa terjadi ketika seseorang membutuhkan doa dan petuah dari orang tua serta leluhur. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang telah terjadi dan sebagai permohonan doa kepada Tuhan.

Biasanya Mangupa-upa digelar pada saat pernikahan, kelahiran bayi, menempati rumah baru, dan ketika akan memulai atau telah menyelesaikan suatu pekerjaan yang sulit. Bahkan ketika pergi dan pulang merantau biasanya masyarakat Batak sering menggelar Mangupa-Upa.

3 dari 4 halaman

Sajikan Makanan

menyantap arsik ikan mas kuliner khas batak yang melegenda lambang kehormatan

pinterest.com ©2020 Merdeka.com

Dalam prosesi Mangupa-Upa biasanya ditemui sajian makanan khas Suku Batak. Dari kedua versi Mangupa-Upa, yang membedakan itu hanya menu makanan yang disajikan.

Mangupa-Upa Batak Toba, menyajikan makanan olahan ikan mas yang sudah terkenal yaitu arsik. Makanan ini disajikan ketika masyarakat Toba sedang melaksanakan proses pernikahan.

Sedangkan menu makanan Mangupa-Upa Mandailing saat prosesi pernikahan jauh lebih banyak dan bervariasi. Makanan yang disajikan yaitu sirih, beras, daun pisang sitabar, ikan, daging kambing, telur ayam, dan garam.

4 dari 4 halaman

Memiliki Makna

Sajian makanan pada saat Mangupa-Upa bukan berarti hanya sebagai lauk saja, tetapi memiliki arti dan makna di dalamnya.

Seperti ikan mas, yang menurut orang Batak ikan ini agar kedua mempelai menjadi keluarga yang bahagia, saling mencintai, dan mendapatkan keturunan.

Begitu juga dengan Mangupa-Upa Mandailing, kapur dianggap sebagai tanda sukacita dan pustaka aksara. Lalu beras simbol supaya kedua pengantin dapat membedakan jalan baik dan buruk.

Untuk daging kambing dimaknai sebagai simbol keperkasaan, telur ayam sebagai makna kehidupan, dan garam dimaksudkan agar mampu memberi manfaat bagi kehidupan dunia.

[adj]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini