Mengenal Biosentrisme dan Antroposentrisme, Ini Penjelasannya

Minggu, 2 Oktober 2022 09:00 Reporter : Ani Mardatila
Mengenal Biosentrisme dan Antroposentrisme, Ini Penjelasannya Ilustrasi alam terbuka. ©Shutterstock.com/ szefei

Merdeka.com - Dunia kini terbagi menjadi dua aspek, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sumber daya alam jenisnya beragam, yaitu tak hanya hanya komponen biotik seperti hewan dan tumbuhan namun juga komponen abiotik seperti minyak bunyi, air, dan gas alam. Setiap daerah di dunia memiliki sumber daya alam masing-masing yang beragam.

Sedangkan sumber daya manusia merupakan individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.

Ketika menjalani kehidupan, baik sumber daya alam dan sumber daya manusia, keduanya menjadi penting demi terciptanya kehidupan yang seimbang. Apabila tidak dikelola dengan baik dan berkelanjutan, maka akan terjadi ketimpangan dalam siklus hidup manusia.

Beberapa tahun terakhir, telah ada beberapa pergeseran perspektif bagaimana manusia melihat cara kerja kehidupan. Pemikiran yang awalnya cenderung kepada antroposentrisme, kini perlahan berubah ke biosentrisme.

Namun, apakah biosentrisme dan antroposentrisme itu? Berikut merdeka.com merangkum penjelasannya:

2 dari 3 halaman

Mengenal Apa itu Biosentrisme

Biosentrisme menunjukkan suatu pandangan yang menyebutkan bahwa manusia dan lingkungan merupakan satu komunitas. Secara umum, biosentrisme menganggap bahwa komponen-komponen kehidupan dari lingkungan sangatlah penting.

Istilah biosentrisme muncul terkait dengan pendekatan ekologi yang mendalam, dipostulasikan oleh filsuf Norwegia Arne Naess pada tahun 1973. Naess yang memiliki rasa hormat terhadap semua makhluk hidup, mendalilkan bahwa aktivitas manusia pasti menyebabkan paling sedikit bahaya bagi spesies lain.

Perspektif biosentrisme mengedepankan paham bahwa manusia juga merupakan bagian dari alam. Karena itu, kelestarian alam menjadi penting sebab merusak lingkungan hidup sama artinya dengan merusak manusia itu sendiri dan tempat tinggalnya, yaitu bumi.

Biosentrisme membuat manusia mendahulukan aspek makhluk hidup ketika menghadapi krisis atau masalah global. Mereka akan cenderung memastikan keselamatan makhluk hidup daripada yang lain.

Salah satu contoh sikap yang muncul dari perspektif biosentrisme adalah aktivitas reboisasi. Penanaman kembali hutan yang gundul menjadi penting saat manusia sibuk menebang banyak pohon untuk diambil kayunya.

Apabila reboisasi tidak dilakukan, maka sumber penghasil kayu akan berkurang. Selain itu, akan muncul juga berbagai bencana alam seperti banjir dan longsor akibat tidak ada yang menyerap air hujan.

3 dari 3 halaman

Mengenal Apa itu Antroposentrisme

Berbeda dengan biosentrisme, ada juga yang disebut dengan antroposentrisme. Antroposentrisme adalah sebuah pandangan bahwa manusia lebih unggul dari semua organisme lain. Fokus dalam pandangan ini terutama pada manusia, dan hewan dan alam hanyalah latar belakang.

Antroposentrisme adalah konsep utama di bidang etika lingkungan dan filsafat lingkungan. Hal ini karena antroposentrisme seringkali dianggap sebagai akar masalah yang muncul akibat interaksi manusia dengan lingkungan.

Posisi manusia dalam antroposentrisme berada di tempat teratas, sedangkan yang lain tidak begitu penting. Beberapa contoh cabang studi yang merupakan implementasi dari antroposentrisme adalah  perspektif manusia adalah seperti filsafat dan psikologi.

Ada juga yang menyebut bahwa antroposentrisme merupakan elemen dasar dari sifat manusia karena manusia selalu menggunakan sumber daya alam, termasuk tumbuhan dan hewan, untuk keuntungan mereka sendiri.

Meski sering dituduh sebagai perusak lingkungan alam, perspektif antroposentrisme juga dianggap sebagai awal mula dari ide-ide yang menunjang perkembangan teknologi. Beberapa menganggap bahwa tanpa manusia, maka tidak akan ada yang memahami cara kerja dunia.

Hal tersebut merujuk pada bagaimana ilmuwan-ilmuwan mencoba mencari cara untuk menciptakan temuan baru demi mempermudah kelangsungan hidup kaumnya. Pada penciptaan mobil atau pesawat, ide tersebut muncul akibat keresahan manusia yang ingin berpindah ke tempat yang jauh dalam waktu singkat.

Sama halnya dengan pengambilan sumber daya alam seperti memetik buah atau berburu hewan. Kedua tindakan tersebut dilakukan karena keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Namun, cukup terhenti di sana. Antroposentrisme hanya berfokus bagaimana cara menaikkan taraf hidup manusia itu sendiri. Perspektif ini mengabaikan faktor alam yang juga bisa memengaruhi kehidupan manusia.

Baik biosentrisme ataupun antroposentrisme, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Biosentrisme berfokus kepada komponen hidup di dalam lingkungan, sedangkan antroposentrisme hanya berfokus pada kehidupan manusianya saja.

Namun, keduanya menjadi penting untuk dilakukan secara beriringan demi menciptakan bumi yang lestari namun juga fungsional. Fungsional ini tak hanya menguntungkan manusia akan tetapi juga aspek kehidupan yang lain yaitu hewan dan tumbuhan.

Antroposentrisme membuat manusia menjadi punya alasan untuk menjalani hidup dengan cara yang efisien dan modern. Sedangkan biosentrisme membuat manusia untuk turut memperhatikan alam untuk bisa mempertahankan hidup yang berkualitas.

Karena itu, penting bagi kita untuk bisa menjaga alam dengan baik. Jangan sampai kita terus mengambil segala sesuatu dari alam  dan mengabaikan pelestariannya, karena cepat atau lambat hal tersebut akan menjadi bumerang bagi manusia itu sendiri.

[amd]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sumut
  3. Ragam
  4. Ragam Konten
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini