Mengenal Konsep Diakronik, Simak Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Selasa, 16 Agustus 2022 16:13 Reporter : Muhammad Farih Fanani
Mengenal Konsep Diakronik, Simak Pengertian, Ciri, dan Contohnya ilustrasi buku. ©2022 Merdeka.com/pixabay

Merdeka.com - Konsep diakronik mungkin menjadi salah satu istilah yang kerap didengar oleh banyak orang. Diakronik adalah cara pandang atau pendekatan dalam melihat sesuatu dengan cara memanjang dalam waktu. Diakronik biasa digunakan dalam melihat peristiwa sejarah. Sejarawan diharuskan melihat sebuah peristiwa secara diakronik.

Diakronik berbeda dengan sinkronik. Diakronik adalah memanjang dalam waktu dan sinkronik adalah melebar dalam ruang. Keduanya adalah cara pandang yang penting untuk diketahui. Masih banyak orang yang belum mengetahui, penjelasan tentang diakronik masih terbatas dijelaskan di buku dan jurnal.

Maka dari itu, berikut ini Merdeka.com merangkum penjelasan tentang konsep diakronik yang memuat tentang pengertian dan contoh yang perlu untuk diketahui melansir dari berbagai sumber.

2 dari 5 halaman

Pengertian Diakronik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diakronik berarti berkenaan dengan pendekatan bahasa dengan melihat perkembangan sepanjang waktu yang bersifat historis. Selain itu, secara bahasa, diakronik diambil dari bahasa Yunani yaitu dia dan chronicus. Dia berarti melalui atau melampaui, dan chronicus adalah suatu hal yang sudah berlalu atau sudah melampaui waktunya.

Diakronik juga bisa diartikan memanjang dalam waktu dan menyempit dalam ruang. Dalam pengertian lain, diakronik juga berarti bahwa kajian yang berorientasi dan berfokus pada dimensi dua kurun waktu berbeda secara menurun, mengikuti penggalan dua waktu yang berbeda.

Jelasnya, diakronik adalah cara berpikir secara kronologis atau urutan peristiwa yang terjadi dari berbagai catatan tentang suatu kejadian. Diakronik biasanya digunakan untuk merekonstruksi peristiwa sejarah atau juga dapat digunakan untuk membandingkan kejadian sejarah pada waktu yang sama di tempat yang berbeda.

Sejarawan sangat memerlukan cara pikir diakronik. Pola pikir diakronik ini digunakan untuk mencari sebab akibat atau kronologi dari sebuah peristiwa yang terjadi dan diurutkan dengan peristiwa sebelumnya. Dalam melihat peristiwa sejarah, konsep berpikir diakronik memiliki dua unsur, yaitu unsur kronologis dan unsur periodisasi.

Unsur kronologis yaitu menganalisis peristiwa sejarah secara urut sesuai dengan waktu kejadian, sedangkan unsur periodisasi adalah menganalisis peristiwa berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan. Misalnya sistem politik, suku, agama, sosial, dan lain sebagainya.

3 dari 5 halaman

Ciri-Ciri Diakronik

Setelah mengetahui pengertian konsep diakronik, berikut ini Anda juga perlu mengetahui ciri-ciri diakronik yang juga penting untuk disampaikan.

1. Bersifat Vertikal

Ciri pertama adalah bersifat vertikal. Artinya bahwa konsep berpikir diakronik memaparkan peristiwa berdasarkan prosesnya dari awal sampai akhir kejadian.

2. Pembahasan Lebih Luas

Dampak dari mementingkan proses, maka ciri diakronik selanjutnya adalah pembahasannya yang lebih luas, menyeluruh, dan detail. Pembahasan yang diakronik akan memberikan penjelasan yang utuh.

3. Memiliki Konsep Perbandingan

Selain itu, ciri ketiga dari diakronik adalah memiliki konsep perbandingan. Artinya akan ada perbandingan antara kejadian satu dengan kejadian yang lain. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mencari sebab dan penyebab terjadinya sebuah peristiwa.

4. Berkesinambungan

Diakronik adalah membahas segala sesuatu berdasarkan rentan waktu atau penjelasan dengan mengedepankan kronologis. Dengan demikian, maka konsep diakronik ini merupakan menjelaskan sesuatu dari waktu ke waktu secara berkesinambungan.

4 dari 5 halaman

Contoh Diakronik dalam Sejarah

Diakronik dikatakan sebagai cara pandang yang memanjang dalam waktu, maka dari itu, konsep diakronik ini adalah konsep yang digunakan dalam memandang peristiwa sejarah. Berikut ini adalah contoh-contoh diakronik dalam sejarah.

- Sarekat Islam didirikan oleh Hadji Samanhoedi. Merupakan organisasi pergerakan yang menaungi dan menampung aspirasi para pedagang batik di Surakarta pada tahun 1905. 

- Selanjutnya, Sarekat Islam kemudian menjadi organisasi yang besar ketika Tjokroaminoto mulai masuk ke dalam Sarekat Islam Cabang Surabaya.

- Tjokroaminoto kemudian melanjutkan tampuk kepemimpinan Sarekat Islam dan pada tahun 1913, dilaksanakan sebuah kongres pertama Sarekat Islam yang bertempat di Surabaya.

- Sarekat Islam kemudian disusun kembali strukturnya yang awalnya hanya sebuah organisasi yang tersebar di daerah menjadi memiliki organisasi induk yang menaungi beberapa organisasi lokal. Dibentuklah Central Sarekat Islam (CSI), pemimpinnya adalah Tjokroaminoto.

- kemudian pada 1916, Sarekat Islam melaksanakan Kongres Nasional di Bandung. Pada Kongres ini dikatakan bahwa Sarekat Islam mulai membicarakan tentang nasionalisme dan konsep cinta dengan tanah air.

5 dari 5 halaman

Perbedaan Singkat Diakronik dan Sinkronik

Selain diakronik, ada juga cara pandang atau cara pikir sinkronik. Keduanya tentu berbeda pengertian dan berbeda cara penggunaannya juga. Secara singkat diartikan bahwa diakronik adalah sesuatu yang dapat melintasi batas waktu tertentu, sedangkan sinkronik adalah kajian yang dilakukan dan menitikberatkan pada penelitian terhadap berbagai gejala yang lebih luas lagi.

Diakronik digunakan oleh ilmuwan untuk menganalisis sebab dari suatu kejadian dari peristiwa sebelumnya yang jauh ke belakang. Sedangkan sinkronik adalah cara berpikir yang luas akan tetapi terbatas dengan waktu. Sinkronik melebarkan analisisnya atas suatu kejadian pada suatu masa tertentu dengan menggunakan titik tetap yaitu waktu.

Maka dari itu dalam pengertian sederhana, diakronik adalah memanjang dalam waktu, sedangkan sinkronik adalah melebar dalam ruang.

[mff]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini