Kisah Tragis Pria Diterkam Buaya di Depan Anak Istri, Belum Ditemukan Hingga Kini

Selasa, 28 Juli 2020 11:14 Reporter : Fatimah Rahmawati
Kisah Tragis Pria Diterkam Buaya di Depan Anak Istri, Belum Ditemukan Hingga Kini ilustrasi buaya. pixabay.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus tewasnya warga akibat serangan buaya kerap terjadi di Sumatra. Seperti baru-baru ini, teror buaya menghantui warga di Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatra Utara (Sumut). Teror ini mengakibatkan seorang petani meninggal diterkam buaya saat hendak turun dari perahunya.

Dilansir dari Liputan6.com, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/7) lalu. Humas Kantor SAR Medan, Sariman Sitorus menjelaskan, informasi adanya petani diterkam buaya pertama kali diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhan Batu Utara oleh petugas siaga Pos SAR Kota Tanjung Balai.

"Informasi diperoleh sekitar pukul 17.30 WIB, di hari korban diterkam buaya," jelasnya.

1 dari 3 halaman

Warga Kualuh Selatan

Korban serangan buaya ini bernama Ponidi, warga Kualuh Selatan. Petani berusia 47 tahun itu diterkam buaya di aliran Parit Cina saat hedak turun dari perahu. Tragisnya, kejadian ini disaksikan oleh anak dan istri korban.

"Parit tersebut terhubung ke Sungai Simangalam," kata Sariman, Senin (27/7).

2 dari 3 halaman

Kronologi Kejadian

Diterangkan Sariman, sebelum kejadian, korban berniat pergi ke kebun sawit bersama istri dan anaknya. Satu keluarga ini naik sampan melalui Parit Cina menuju kebun sawit.

ilustrasi buaya

pixabay.com ©2020 Merdeka.com

Saat tiba di lokasi, Ponidi turun dan menambatkan perahu. Namun nahas, tiba-tiba buaya berukuran besar menerkam petani tersebut. Tidak sampai di situ, tubuh Ponidi diseret dan ditenggelamkan.

"Ponidi tidak terlihat lagi, dan hilang," terangnya.

3 dari 3 halaman

Belum Ditemukan hingga Kini

Koordinator Pos SAR Kota Tanjung Balai, Sukro Adi menyebut, setelah kejadian itu, istri dan anak Ponidi langsung melaporkan kepada warga dan aparat setempat.

Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Pos SAR Kota Tanjung Balai, dan petugas langsung mencari korban yang diterkam buaya. Namun, hingga kini pencarian belum membuahkan hasil.

"Pencarian masih dilakukan, pelaksanaan operasi SAR dilakukan mulai pagi tadi," Sukro menandaskan.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini