Joki Ikut Lari dalam Keseruan Barapan Ayam Sumbawa

Kamis, 5 Agustus 2021 19:00 Reporter : Ibrahim Hasan
Joki Ikut Lari dalam Keseruan Barapan Ayam Sumbawa Barapan Ayam Sumbawa. ©2021 Merdeka.com/Elyana Dasuki

Merdeka.com - Laju kecepatan dipertaruhkan setiap peserta Barapan Ayam. Tongkat rotan kering digunakan untuk mengontrol kecepatan ayam. Tak hanya melatih ayam, joki Barapan Ayam juga harus gesit. Bak mengejar ayam, sang joki Barapan Ayam harus berlari sekencang-kencangnya. Kunci keberhasilan Barapan Ayam ditentukan penuh oleh sang Joki.

Jika di Pulau Madura ada Karapan Sapi, di Pulau Sumbawa ada Barapan Ayam. Secara sederhana keduanya hampir sama, namun yang membedakan ialah hewan yang dilombakan. Barapan Ayam berarti perlombaan balap ayam. Perlombaan ini menjadi tradisi unik turun temurun khas Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Timur.

Dahulu Barapan Ayam merupakan permainan yang rutin digelar saat musim tanam padi. Saat ini tradisi keseruan Barapan Ayam menjadi ikon Sumbawa yang rutin digelar tiap bulan.

barapan ayam sumbawa

©2021 Merdeka.com/Elyana Dasuki

Panjang lintasan Barapan Ayam 24 meter. Jarak itulah yang harus ditempuh setiap pemain untuk menentukan gelar juara. Mereka yang jadi pemenang ialah peraih waktu tercepat menggiring ayam dari garis start hingga finish. Tak hanya itu, sepasang ayam ini harus melewati daun lontar di tengah garis finish. Jika daun lontar yang tertancap di tanah berhasil disentuh, maka tim tersebut dikatakan berhasil.

Tak hanya sekedar hadiah yang diperebutkan. Jika ayam andalan menyabet gelar, akan membuat harga jual sang ayam naik berkali-kali lipat. Dua ekor ayam dipasangkan tali benang yang membuat keduanya dapat lari beriringan. Laju ayam berlari ditentukan oleh sang joki. Keterampilan menggiring ayam harus diperhatikan agar tetap berada di lintasan perlombaan.

barapan ayam sumbawa

©2021 Merdeka.com/Elyana Dasuki

Tradisi ini biasa digelar di tanah lapang yang dikelilingi dengan jaring sebagai pembatas arena pertandingan. Ayam kampung jantan yang unggul mempunyai jengger merah dan besar. Kaki ramping dan runcing akan menentukan seberapa cepat sang ayam melintasi arena balapan.

Ayam perlombaan bukanlah ayam sembarangan. Yang berhak untuk diikutsertakan ialah ayam jantan dengan kelas yang sudah ditentukan. Ayam kampung jantan ini dikategorikan dalam kelas 1 hingga kelas 6. Dibedakan dari berat dan ukurannya dari kecil hingga besar.

Kedua ayam ini hubungkan dengan noga atau sebatang rotan sepanjang 50 hingga 80 cm yang diikat dengan jambo. Jambo sendiri merupakan tali yang melingkari tubuh ayam mulai dari punggung hingga dada. Kedua ujung noga diikatkan dengan jambo pada kedua ayam sehingga mampu berlari secara beriringan.

barapan ayam sumbawa

©2021 Merdeka.com/Elyana Dasuki

Tak gampang mengendalikan kedua ayam dalam lintasan. Kedua ayam yang disatukan cenderung berlari berlawanan arah. Bahkan beberapa ayam malah berputar balik menjauhi garis finish. Lain lagi ayam yang berlari menuju kerumunan penonton. Di sinilah keahlian sang joki akan diuji.

Perlombaan Barapan Ayam biasanya diselenggarakan dalam rangka memeriahkan hari besar. Tak hanya puluhan, rata-rata ayam yang ikut serta dalam lomba berjumlah 150 hingga 200 ekor. Mereka memperebutkan hadiah berupa kulkas, kompor, TV hingga peralatan rumah tangga lainnya. Bahkan jika berskala besar, hadiah yang disediakan kambing hingga sapi.

barapan ayam sumbawa

©2021 Merdeka.com/Elyana Dasuki

Keberadaan Barapan Ayam telah dilestarikan secara turun-temurun dari leluhur. Ajang lomba ini juga mampu mempererat tali silaturahmi antar warga desa. Tak hanya sebagai ikon khas Pulau Sumbawa, Barapan Ayam juga mendongkrak perekonomian warga dalam meningkatkan harga jual hewan ternaknya. Harga ayam umumnya dari ratusan ribu, mampu mencapai angka jutaan jika terbukti sebagai pemenang Barapan Ayam. [Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini