Jaring-jaring Makanan di Laut Beserta Penjelasannya, Mudah Dipahami

Rabu, 13 Oktober 2021 14:41 Reporter : Ibrahim Hasan
Jaring-jaring Makanan di Laut Beserta Penjelasannya, Mudah Dipahami Hiu Paus. wikipedia/Zac Wolf

Merdeka.com - Keberadaan laut menyimpan berbagai biota di dalamnya. Semuanya terstruktur dalam interaksi ekosistem yang seimbang. Tidak lain ialah peran jaring-jaring makanan di laut, proses interaksi makan dan dimakan tertata rapi. Kualitas lingkungan dan ekosistem laut yang baik berperan penting pada kelangsungan biota di dalam laut.

Biota laut tak terkira jenis dan jumlahnya, itulah mengapa laut menjadi ekosistem yang paling kaya. Hal ini secara tidak langsung membuat jaring-jaring makanan di laut begitu beragam. Perlu diketahui, jaring-jaring makanan juga disebut dengan rantai makanan yang merupakan proses interaksi makan dan dimakan pada urutan tertentu. Tanpa jaring-jaring makanan, dapat dipastikan kelangsungan hidup biota laut akan terancam.

Jaring-jaring makanan bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas. Pada jaring-jaring makanan terdapat proses perpindahan energi antar jenjang organisme.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jaring-jaring makanan adalah interaksi makan dan dimakan dengan urutan dan tingkatan tertentu, dan dalam proses tersebut ada perpindahan energi antar organisme.

Jaring-jaring makanan di laut merupakan keseimbangan alam yang harus dijaga dan dipertahankan. Rusaknya siklus makan dan dimakan pada jaring-jaring makanan di laut hanya akan merusak ekosistem.

Untuk mengetahui peran pentingnya, berikut ulasan mengenai jaring-jaring makanan di laut beserta penjelasannya melansir dari laman Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Jaring-jaring Makanan di Laut Lengkap

keindahan bawah laut gili kalong

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Permukaan bumi didominasi oleh luasnya lautan. Tak heran, laut adalah ekosistem berbasis air yang terbesar di dunia. Oleh karenanya, ada banyak sekali jaring-jaring makanan di dalamnya. Berikut contoh jaring-jaringmakanan di laut.

1. Energi matahari → alga → ikan kecil → ikan besar → hiu → dekomposer
2. Energi matahari → fitoplankton → ikan kecil → burung bangau → ular laut → dekomposer
3. Energi matahari → fitoplankton → udang → ikan → singa laut → hiu → dekomposer
4. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → udang → gurita → manusia
5. Energi matahari → alga → kepiting → pelican → manusia
6. Udang karang → ikan besar → manusia
7. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → → lobster → manusia → dekomposer
8. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → → ikan laut kecil → ular laut → elang laut → dekomposer
9. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → → ikan kecil → ikan tuna → manusia → dekomposer
10. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → ikan laut → ular laut → burung elang → dekomposer
11. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → udang besar → burung flamingo
12. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → ikan salmon → ikan hiu → dekomposer
13. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → → ikan salmon → anjing laut → dekomposer
11. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → → ikan teri → elang laut → dekomposer
12. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → → ikan kecil → ikan salmon beruang → dekomposer
13. Energi matahari → fitoplankton → zooplankton → → ikan laut kecil → ular laut → elang laut → dekomposer

3 dari 3 halaman

Organisme Penting Pada Jaring-Jaring Makanan di Laut

keindahan bawah laut gili kalong

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

1. Fitoplankton

Fitoplankton merupakan plankton bersel satu yang punya peran sebagai produsen seperti jaring-jaring makanan di darat. Fitoplankton berjenis autotrof karena memiliki kemampuan membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari.

Penyebabnya ialah karena fitoplankton memiliki klorofil seperti tumbuhan hijau. Sumber makanan utama yang persediaannya melimpah di dalam jaring-jaring makanan termasuk tingkat trofik pertama.

2. Zooplankton

Zooplankton bersifat heterotrof, yang memiliki ketergantungan pada organisme lain untuk bertahan hidup. Pada jaring-jaring makanan di laut, terdapat dua jenis zooplankton yaitu zooplankton pemakan fitoplankton (konsumen I) dan zooplankton pemakan zooplankton yang lebih kecil (konsumen II dan III).

Zooplankton tingkat dua menopang kelompok karnivora besar dan kecil yang beragam, seperti sarden, herring, dan menhaden. Tingkat rantai makanan di laut ini juga mencakup hewan yang lebih besar, seperti gurita (yang memakan kepiting dan lobster) dan banyak ikan (yang memakan invertebrata kecil yang hidup di dekat pantai).

3. Predator

Predator ikan laut merupakan ikan yang memiliki kemampuan untuk memburu, menangkap dan memakan ikan dengan cara alami. Predator pada jaring-jaring makanan di laut menempati tingkat tropik tertinggi dalam ekosistem laut namun memiliki populasi yang sangat sedikit. Contoh paus yang mampu memakan ikan besar dan segerombolan ikan kecil-kecil sekaligus.

4. Dekomposer

Dekomposer punya peran penting dalam jaring-jaring makanan di laut. Di dalam ekosistem laut dekomposer dikenal dengan sebutan bentos. Bentos ini menguraikan makhluk hidup yang telah mati menjadi komponen yang lebih kecil agar dapat digunakan kembali sebagai nutrisi makanan bagi fitoplankton.

Contoh dekomposer laut yaitu bakterioplankton, cacing laut, bintang laut dan belut laut. Setelah mengetahui ciri dan komponen penyusun jaring-jaring makanan di laut maka kita dapat menyusun bagaimana jaring-jaring makanan pada ekosistem tersebut.

Tiap tingkatan dari jaring-jaring makanan di laut disebut sebagai tingkat trofik. Urutan tingkat trofik dalam jaring-jaring makanan di laut bisa dijabarkan sebagai berikut:

Tingkat pertama, adalah organisme yang bisa menghasilkan makanan sendiri seperti fitoplankton.

Konsumen I. Selanjutnya di tingkat atasnya terdapat konsumen yang merupakan makhluk hidup yang tidak bisa menghasilkan makanan sendiri. Contohnya ialah zooplankton. Selain itu ubur-ubur dan beberapa ikan dalam tahap larva, teritip, dan moluska, melayang melintasi laut, sambil menikmati tumbuhan laut.

Konsumen II. Lalu ada konsumen sekunder atau konsumen II yang merupakan organisme atau ikan kecil pemangsa zooplankton. Konsumen III. Lalu ada konsumen tersier atau konsumen III yang memakan hewan yang memakan ikan kecil dan lainnya. 

Konsumen Puncak. Di jenjang paling atas dan berada di trofik tertinggi adalah konsumen puncak yang tidak punya predator yang memakan dirinya, seperti manusia, ikan hiu, paus pembunuh, dan lainnya.

Pengurai. Terdapat juga tingkatan lain seperti detrivor atau spesies pengurai seperti cacing tanah serta dekomposer yang juga pengurai seperti jamur dan bakteri.

[Ibr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini