Ingatkan Tak Lengah Meski PPKM Sudah Level 2, Wali Kota Medan Minta Camat Lakukan Ini

Jumat, 15 Oktober 2021 14:02 Reporter : Fatimah Rahmawati
Ingatkan Tak Lengah Meski PPKM Sudah Level 2, Wali Kota Medan Minta Camat Lakukan Ini Ingatkan Tak Lengah Meski PPKM Sudah Level 2, Wali Kota Medan Minta Camat Lakukan Ini. Instagram/@pemko.medan ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) saat ini telah berada di daerah dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Meski begitu, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan terus menerapkan protokol kesehatan agar tingkat penularan Covid-19 di daerah tersebut tidak kembali tinggi.

Terbaru, Wali Kota Medan Bobby Nasution melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Wiriya Alrahman meminta para camat se-Kota Medan untuk terus melakukan pengawasan kepada warganya salah satunya dengan bertanggung jawab untuk membawa warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke isolasi terpadu milik Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, baik di Hotel Novotel Soechi maupun Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

"Mulai hari ini, lakukan pendekatan secara persuasif dan humanis, agar warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 mau masuk ke isolasi terpadu milik Pemkot Medan," ucap Wiriya pada Kamis (14/10).

Ia menegaskan, meski saat ini ada kelonggaran pembatasan, baik kegiatan sosial maupun ekonomi, kondisi ini diharapkan tidak membuat lemah dan lengah.

"Covid-19 masih ada dan akan menyerang saat kita lemah dan lengah," pesan Sekda.

Melansir dari unggahan akun Instagram @pemko.medan pada Kamis (14/10), berikut informasi selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Bertanggungjawab Membawa Warga ke Lokasi Isoter

ingatkan tak lengah meski ppkm sudah level 2 wali kota medan minta camat lakukan ini
Instagram/@pemko.medan ©2021 Merdeka.com

Wiriya meminta agar camat terus melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Camat harus mempunyai data nama dan alamat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalin kerja sama dengan pihak Puskesmas untuk melakukan tracing dan testing.

"Pak Wali Kota juga menginginkan para camat melakukan monitoring dan memberikan laporan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing," ucapnya.

Ia juga meminta pimpinan OPD lainnya untuk memberikan pendampingan yang maksimal kepada camat-camat dan juga membuat laporan pendampingan.

Selain itu, menurutnya, penanganan dan pengawasan akan lebih efektif jika warga yang positif Covid-19 dirawat di tempat isolasi terpadu daripada menjalani isolasi mandiri di rumah sendiri.

"Masih banyak ruang di tempat isolasi terpadu kita. Saat ini tinggal 8 orang yang dirawat di isolasi terpadu milik Pemkot Medan," sebutnya.

3 dari 3 halaman

Lakukan Vaksinasi Door to Door

Kemudian, camat bersama kepala puskesmas diminta mempercepat program vaksinasi. Apalagi saat ini, Kota Medan telah mendapat 112 ribu vaksin Pfizer yang diprioritaskan untuk lansia dan usia 12 sampai 18 tahun untuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Untuk lansia, Wiriya mengharapkan agar para camat bisa mengupayakan vaksinasi secara door to door.

Saat ini, terjadi penambahan kasus Covid-19 selama beberapa hari terakhir. Pada 10 Oktober pertambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 12, 11 Oktober 10 kasus, 12 Oktober 12 kasus, dan 13 Oktober meningkat tajam menjadi 31 kasus.

"Dari tanggal 10 sampai 12 Oktober tidak ada yang meninggal dunia, namun pada tanggal 13 Oktober tercatat satu orang meninggal. Ini menjadi warning bagi kita," ucap Wiriya.

[far]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Covid 19
  3. Medan
  4. Sumut
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini