Hukum Potong Hewan Kurban di Hari Tasyrik, Lengkap Beserta Amalannya

Selasa, 12 Juli 2022 17:23 Reporter : Muhammad Farih Fanani
Hukum Potong Hewan Kurban di Hari Tasyrik, Lengkap Beserta Amalannya Ilustrasi hewan kurban. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Hari raya Iduladha telah dilaksanakan beberapa hari lalu. Pada momen Iduladha tahun ini, terdapat sedikit perbedaan hari pelaksanaan dari tahun-tahun sebelumnya.

Terjadi perbedaan pendapat terkait jatuhnya tanggal 10 Dzulhijjah. Namun Muhammadiyah memutuskan untuk melaksanakannya pada tanggal 9, sedangkan pemerintah Indonesia memutuskan tanggal 10 Dzulhijjah yang jatuh pada 10 Juli.

Di tengah perayaan Iduladha kemarin, tak semua orang dapat melaksanakannya sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, tak banyak orang yang memotong hewan kurban setelah tanggal 9 atau 10 Dzulhijjah kemarin.

Perlu diketahui bahwa tiga hari setelah hari raya Iduladha merupakan hari tasyrik. Mengutip dari NU Online, hari tasyrik adalah hari setelah hari raya Iduladha, yaitu tanggal 11-13 Dzulhijjah. Hari tasyrik secara bahasa merujuk pada kata tasyriq yang artinya penghadapan ke arah timur arah sinar matahari.

Lalu, bagaimana dengan orang yang akan melakukan potong hewan kurban di hari tasyrik? Tak banyak orang yang tahu mengenai hukum melaksanakan potong hewan kurban di hari tasyrik ini. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui hukum potong hewan kurban di hari tasyrik.

Berikut merdeka.com rangkum hukum potong hewan kurban di hari tasyrik yang dikutip dari berbagai sumber.

2 dari 3 halaman

Hukum Potong Hewan Kurban di Hari Tasyrik

Ada dua pendapat yang membahas masalah hukum potong hewan kurban di hari tasyrik ini. Pendapat pertama menyatakan bahwa hewan kurban hanya boleh dipotong pada tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah, lebih dari itu tidak boleh.

Pendapat yang pertama memiliki dalil dari ulama Madzhab Imam Hanafi. As-Sarkasi berkata:

“Menyembelih kurban hanya dibolehkan khusus pada rentang batas hari penyembelihan, yaitu 3 hari, menurut pendapat kami (Hanafi). Dalam hadis dinyatakan, ‘Hari penyembelihan ada 3 hari. Yang paling utama adalah pada hari kurban.’ Apabila matahari telah tenggelam di hari ketika (12 Dzulhijjah) maka tidak boleh lagi menyembelih.” (Al-Mabsut, 14/169).

Selain itu, dalam riwayat, Nabi juga pernah melarang untuk menyisakan daging kurban lebih dari tiga hari.

“Bahwa Rasulullah SAW melarang memakan daging kurban lebih dari 3 hari. Kata Salim (putra Ibnu Umar), Ibnu Umar tidak pernah makan daging kurban lebih dari 3 hari,” (HR. Ahmad 5013, Muslim 5214, Nasai 4423 dan yang lainnya).

Pendapat kedua menyatakan bahwa hukum potong hewan kurban di hari tasyrik bisa dilakukan sampai tanggal 13 Dzulhijjah.

Pendapat kedua ini berasal dari madzhab Imam Syafi’i. Maka dari itu, sebagian besar masyarakat Islam Indonesia berpendapat bahwa hukum potong hewan kurban di hari tasyrik bisa dilakukan hingga tanggal 13 Dzulhijjah atau empat hari. Hal ini berdasarkan riwayat yang dikatakan oleh Imam Nawawi:

“Akhir waktu penyembelihan, keterangan Imam as-Syafii sama dengan keterangan para ulama syafi'iyah bahwa batas waktu penyembelihan sampai terbenam matahari di hari tasyrik ketiga (13 Dzulhijjah). Mereka bersepakat, boleh menyembelih qurban di selama rentang waktu ini, siang maupun malam. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/388).

Hukum potong hewan kurban di hari tasyrik pada dasarnya adalah boleh. Hanya saja ada perbedaan pendapat tentang kapan berakhirnya hari tasyrik. Meskipun begitu, semua masyarakat Indonesia sepakat bahwa hukum potong hewan di hari tasyrik bisa dilakukan hingga tanggal 13 Dzulhijjah. Hal ini didasarkan pada riwayat yang banyak digunakan oleh ulama Syafi’i.

3 dari 3 halaman

Amalan Sunnah di Hari Tasyrik

Selain diperbolehkan memotong hewan kurban, pada hari tasyrik umat Islam juga dianjurkan melakukan beberapa amalan yang bisa dikerjakan. Anda bisa mengerjakan berbagai macam amalan baik untuk menambah ganjaran di hari tasyrik.

Mengutip dari jabar.nu.or.id, amalan-amalan tersebut yang pasti tidak diperbolehkan berpuasa pada hari tasyrik. Selain tidak diperbolehkan berpuasa, di hari tasyrik umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir. Imam Muslim meriwayatkan hadits yang menerangkan tentang keistimewaan hari taysrik.

“Dari Nubaisyah Al-Huzali, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda, Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir.” (HR Muslim).

Selain itu, ada juga beberapa amalan yang sebaiknya dilakukan pada hari tasyrik, yaitu:

  1. Memperbanyak takbir

  2. Memperbanyak tahlil, tahmid

  3. Memperbanyak ibadah

Demikian hukum potong hewan kurban di hari tasyrik. Hari tasyrik adalah hari yang baik, dan diperbolehkan untuk memotong hewan kurban pada hari tersebut. Umat Islam di Indonesia mempercayai bahwa memotong hewan kurban bisa dilakukan sampai pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Selain hukum potong hewan kurban di hari tasyrik, pada hari tasyrik kita juga tidak diperbolehkan untuk berpuasa dan dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan lainnya.

Pada dasarnya beribadah di hari tasyrik akan mendapatkan pahala yang lebih baik daripada beribadah di hari-hari biasa. Maka dari itu, perbanyaklah ibadah di hari tasyrik dan jangan pernah tinggalkan amalan-amalan yang sudah disebutkan di atas.

[mff]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini