Hidup di Pegunungan dan Terancam Punah, Ini Penampakan Kambing Hutan Sumatra

Kamis, 25 November 2021 15:34 Reporter : Fatimah Rahmawati
Hidup di Pegunungan dan Terancam Punah, Ini Penampakan Kambing Hutan Sumatra Hidup di Pegunungan dan Terancam Punah, Ini Penampakan Kambing Hutan Sumatra. indonesia.go.id ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pulau Sumatra menyimpan deretan flora dan fauna yang beraneka ragam. Di pulau ini banyak ditemukan flora maupun fauna endemik yang unik dan cantik. Salah satu keanekaragaman hayati yang dilindungi yakni Kambing hutan Sumatra.

Satwa ini tergolong satwa yang langka. Nama latinnya adalah Capricornis sumatraensis, namun sering disebut juga dengan nama Sumatran serow. Satwa endemik Sumatra ini merupakan satu dari enam jenis kambing hutan yang ada di Asia bagian timur.

Kambing hutan Sumatra hidup di daerah dengan ketinggian 200 meter hingga 3.000 meter di atas permukaan laut. Habitatnya berupa hutan primer dan hutan sekunder di dekat pegunungan atau kawasan bukit kapur.

Satwa ini bisa ditemui di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), dan Taman Nasional Pegunungan Bukit Barisan. Selain di Sumatra, satwa langka ini juga dapat ditemukan di Semenanjung Thailand-Malaysia. Melansir dari laman indonesia.go.id, berikut informasi selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Mirip Anak Kerbau

hidup di pegunungan dan terancam punah ini penampakan kambing hutan sumatra
ksdae.menlhk.go.id ©2021 Merdeka.com

Kambing hutan Sumatra hidupnya soliter atau menyendiri. Mereka biasanya aktif di pagi dan sore hari, sementara saat siang mereka akan berteduh di balik bebatuan atau gua.

Jika dibandingkan dengan kambing pada umumnya, kambing hutan Sumatra ini tubuhnya lebih kekar. Bulunya lebih lebat dan kasar dengan warna hitam keabuan. Sekilas, kambing ini mirip seperti anak kerbau. Tanduknya ramping, pendek dan lurus ke belakang seperti tanduk antelop dengan panjang rata-rata 12 hingga 16 sentimeter (cm). Saat dewasa, kambing jenis ini tingginya bisa mencapai 85-94 cm.

Satwa ini bisa tumbuh hingga 21 tahun untuk jantan dan 22 tahun untuk betina. Kambing jenis ini juga dikenal pintar berenang serta tangkas memanjat lereng terjal, di mana biasanya hanya bisa dicapai oleh manusia dengan bantuan tali.

3 dari 3 halaman

Beberapa Kali Menampakkan Diri di Pemukiman Warga

Menurut International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), populasi kambing hutan Sumatra saat ini terus menurun hingga lebih dari 30 persen sejak 21 tahun terakhir. Penurunan ini disebabkan oleh perburuan liar dan pembalakan liar habitat asli mereka. Tak hanya itu, kambing jenis ini merupakan sumber makanan bagi jenis-jenis kucing besar seperti macan tutul (Panthera pardus) dan harimau Sumatra (Panthera tigris).

Meski tak ada catatan mengenai jumlah pasti satwa ini di Indonesia, namun kambing hitam Sumatra pernah beberapa kali menampakkan diri dan masuk ke pemukiman penduduk. Pada tahun 2013, satwa ini terlihat oleh penduduk di Desa Beras Tepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Pada 2016, seorang petani di Toba Samosir juga menemukan satwa ini tersesat di pinggir hutan.

Kemudian pada 18 Januari 2021, seorang warga di Sopotinjak, Kabupaten Mandailing Natal, melihat kambing hutan Sumatra tersesat ke pemukiman warga. Lalu pada 28 Mei 2020, pengelola Balai TNGL mengunggah informasi keberadaan dua ekor kambing hutan Sumatra yang terekam kamera.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini