Cegah Penyebaran COVID-19, 4 Lapas di Sumut Ini Bebaskan Narapidana

Jumat, 3 April 2020 13:45 Reporter : Fatimah Rahmawati
Cegah Penyebaran COVID-19, 4 Lapas di Sumut Ini Bebaskan Narapidana Cegah Penyebaran COVID-19, 4 Lapas di Sumut Ini Bebaskan Narapidana. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly menekan putusan guna membebaskan narapidana dan anak di lembaga pemasyarakatan di bawah kementeriannya melalui asimilasi dan integrasi. Langkah tersebut diambil guna mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Hal ini tertuang pada Surat Keputusan bernomor M.HH -19.PK.01.04.04. Tahun 2020 yang dikeluarkan pada Senin (30/3).

Ada beberapa ketentuan bagi narapidana dan anak untuk bisa dikeluarkan atau dibebaskan dengan asimilasi menurut keputusan tersebut. Adapun ketentuannya adalah, bagi narapidana yang dua pertiga masa pidananya jatuh pada 31 Desember 2020 nanti. Kemudian bagi anak setengah masa pidananya jatuh pada 31 Desember nanti.

Pembebasan ini juga berlaku bagi narapidana dan anak yang tidak terikat dengan PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Serta tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga negara asing.

Berdasarkan surat keputusan ini, beberapa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sumatera Utara telah membebaskan narapidananya sesuai dengan SK yang dikeluarkan oleh Menkum HAM. Dilansir dari Antara, berikut Lapas di Sumatera Utara yang hingga hari ini telah membebaskan narapidananya.

1 dari 4 halaman

Lapas Narkotika Kelas II A Langkat Membebaskan 7 Narapidana

Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kabupaten Langkat di Kecamatan Hinai telah membebaskan 7 orang narapidana sebagai antisipasi penyebaran COVID-19.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Binadik Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Langkat Harry Wibowo, di Hinai, Kamis (2/4). Harry Wibowo menjelaskan, pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

"Adapun mereka yang dibebaskan, yakni Yuliadi Bin Sunardi, Yusrizal Harahap Bin Alm M Nusuki Harahap, M Jefri Bin Ismansyah, Herman Sembiring Bin Alm Kiprok Sembiring, Jaya Handoko Bin Amri, Syahbudi Bin Syahruddin dan Edi Efendi Bin Ibrahim," katanya.

2 dari 4 halaman

Lapas Tanjung Gusta Membebaskan 143 Narapidana

cegah penyebaran covid 19 4 lapas di sumut ini bebaskan narapidana

Sumber: liputan6.com 2020 Merdeka.com

Sebanyak 143 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Medan dibebaskan.

Dilansir dari Antara, Kepala Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Frans Elias Nico, Kamis (2/4) mengatakan permasalahan over kapasitas di lapas menjadi salah satu alasan dan akan berdampak pada penularan, sehingga pemerintah dalam hal ini mencari solusi dengan melakukan program pembebasan bersyarat dan asimilasi.

Narapidana yang dibebaskan adalah dengan status asimilasi yang pembebasan bersyaratnya sudah jatuh tempo dua per tiga pada tanggal 31 Desember 2020.

Untuk tahap pertama sebanyak 43 narapidana asimilasi dan lima orang napi pembebasan bersyarat dan secara total ada 143 narapidana yang akan dibebaskan dalam sepekan ini. Di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan sendiri rata-rata narapidana yang dibebaskan merupakan warga binaan yang terjerat kasus pidana umum.

3 dari 4 halaman

Lapas Kelas III Gunung Tua Membebaskan 83 Narapidana

Hal serupa juga dilakukan oleh Lapas Kelas III Gunung Tua yang membebaskan 83 narapidana secara bertahap.

Kepala Lapas Kelas III Gunung Tua Sangapta Surbakti, Kamis (2/4), mengatakan, pembebasan 83 napi asimilasi di rumah itu dilakukan secara bertahap hingga 7 April mendatang.

Seluruh napi yang mendapatkan bebas asimilasi di rumah sebanyak 83 napi yang bebas itu bukanlah bebas murni melainkan bebas asimilasi di rumah dan tetap di pantau oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Pembebasan itu diprioritaskan kepada narapidana yang memiliki kriteria seperti berkelakuan baik, mengikuti program pembinaan dan sudah menjalani pidananya 2/3 dari hukumannya. Seluruh napi yang bebas asimilasi di rumah itu juga sudah di cek kesehatannya dan dipastikan sehat dan bebas dari COVID-19.

4 dari 4 halaman

Lapas Panyabungan Membebaskan 16 Narapidana

Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Panyabungan membebaskan 16 orang narapidana dan anak. Narapidana dan anak yang dibebaskan tersebut terdiri dari 12 orang Pembebasan Bersyarat (PB) dan empat orang Cuti Bersyarat (CB).

Adapun 16 Napi yang dibebaskan tersebut adalah Madani Saputra Batubara, Riswan Efendi, Rahmad Hidayat, Misran Ajabri, Pajar Tampubolon, Dimas, Hasanuddin Daulay, Ardiansyah, Abdul Rasyid Nasution, Muhammad Hidayat, Hendri Nasution, Satria Lesmana, Sures Anreas Sitorus, Candra Boy Fatikabri Lubis, Sudi Hartono Purba, dan Abd Holil.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini