Cara Mendidik Anak secara Islami Mulai dari Kandungan, Penting Diketahui

Jumat, 12 Agustus 2022 14:04 Reporter : Muhammad Farih Fanani
Cara Mendidik Anak secara Islami Mulai dari Kandungan, Penting Diketahui ilustrasi anak belajar dari rumah. ©2020 Merdeka.com/bachtiarudin

Merdeka.com - Cara mendidik anak secara islami mulai dari kandungan adalah tugas yang tidak mudah bagi para orang tua. Pasalnya, mendidik anak adalah tugas yang cukup berat. Ditambah lagi mendidik anak secara islami. Tidak semua orang bisa mendidik anak secara islami dengan tepat.

Perlu adanya pengetahuan tentang cara mendidik anak secara islami mulai dari kandungan. Mendidik anak secara islami ini tujuannya adalah supaya ketika dewasa, anak akan menjadi anak yang saleh, menjadi kebanggaan bagi orang tua dan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.

Semua orang tua akan menginginkan anaknya menjadi anak yang saleh. Maka dari itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui tata cara mendidik anak secara islami mulai dari kandungan. Berikut ini Merdeka.com merangkum penjelasan tentang tata cara mendidik anak secara islami mulai dari kandungan, dilansir dari berbagai sumber.

2 dari 4 halaman

1. Doa Ketika sedang Mengandung

Cara mendidik anak secara islami mulai dari kandungan pertama adalah dengan memanjatkan doa ketika sedang mengandung. Momen mengandung adalah moment yang krusial bagi ibu dan anak. Doa-doa yang dipanjatkan oleh ibu kepada anak dikatakan akan bisa memengaruhi karakter baik yang akan muncul pada anak. Hal ini maka menjadi penting.

Ada beberapa doa atau ayat Al-Qur’an yang hendaknya dibaca oleh ibu yang sedang mengandung, dengan berbagai tujuan. Ibu mengandung bisa membaca Surat Yusuf, Surat Maryam, Ayat Kursi, Surat Al Fatihah, dan lain-lain, secara rutin dengan tujuan supaya anak bisa lahir menjadi anak yang saleh dan saleha.

2. Memberikan Nama yang Baik

Memberikan nama yang baik juga merupakan salah satu cara mendidik anak secara islami dari kandungan yang juga dianjurkan. Nama adalah doa bagi orang tua kepada anaknya. Jika orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya, maka secara langsung orang tua telah mendoakan anaknya sesuai dengan nama yang tersemat pada anak.

Nabi juga menganjurkan para orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak. Nabi bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, artinya: “Sesungguhnya kalian akan dipanggil nanti pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka perbaguslah nama-nama kalian”.

3 dari 4 halaman

3. Kenalkan dengan Ayat Al-Quran secara Rutin

Cara mendidik anak secara islami mulai dari kandungan selanjutnya yang bisa Anda contoh adalah dengan memperkenalkan atau memperdengarkan anak dengan ayat suci Al-Qur’an. Orang tua harus membacakan ayat Al-Qur’an secara rutin kepada anak supaya anak familiar dengan ayat-ayat Al-Qur’an sejak dini. 

Orang tua juga bisa melantunkan selawat. Selain membaca ayat Al-Qur'an, melantunkan selawat juga akan membuat anak merasa familiar dengan bacaan-bacaan tersebut. Hal itu tentu merupakan langkah yang baik bagi orang tua. Ketika anak sudah mulai mengerti dan bisa berbicara, ia akan terbiasa dengan lantunan Al-Qur’an dan Selawat.

4. Memberi Contoh

Hal ini juga sangat krusial dalam tata cara mendidik anak secara islami mulai dari kandungan. Anak biasanya akan mencontoh perilaku orang tuanya, sehingga orang tua perlu untuk memberikan contoh yang baik kepada anaknya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Hal ini juga terdapat pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, artinya: “Anda adalah wali dan bertanggung jawab atas dakwaannya. Penguasa yang mempunyai otoritas atas orang adalah wali dan bertanggung jawab atas mereka. Seorang lelaki adalah penjaga keluarganya dan bertanggung jawab atas mereka. Seorang wanita adalah penjaga rumah dan anak-anak suaminya, bertanggung jawab atas mereka.”

5. Bersikap Adil terhadap Anak

Jika orang tua memiliki anak lebih dari satu, maka bersikap adil ini adalah langkah yang juga sangat penting. Orang tua tidak boleh membeda-bedakan anak dan wajib untuk menampakkan perilaku adil kepada semua anak. Tidak ada satu yang diistimewakan atau dianaktirikan.

Hal ini sesuai dengan hadits nabi yang artinya: “Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah kamu di antara anak-anakmu.”

4 dari 4 halaman

6. Mengajarkan Dasar-Dasar Agama Islam

Cara mendidik anak secara islami mulai dari kandungan selanjutnya yang bisa Anda praktikkan adalah dengan mengajarkan dasar-dasar agama Islam. Hal ini penting dalam rangka untuk mengenalkan Islam dan menumbuhkan rasa taat kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah.

Hal itu sesuai dengan hadis dari Ibnu Abbas, “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat laa ilaaha illallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah laa ilaaha illallah. Kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apapun tidak akan ditanyakan kepadanya.”

7. Mengajarkan Salat dan Memberikan Contoh

Salat lima waktu adalah ibadah wajib. Maka dari itu, penting bagi anak untuk diajarkan bagaimana menjalankan salat lima waktu. Orang tua perlu membiasakan anak untuk menjalankannya mulai sejak kecil. Selain menyuruh anak untuk salat, langkah yang paling efektif adalah memberikan contoh kepada anak untuk melakukan salat. Anak akan melihat perilaku orang tuanya sehari-hari, termasuk salat.

Perintah untuk mengajarkan anak melaksanakan salat juga tertuang dalam hadis yang artinya: “Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun. Pukullah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.”

8. Membiasakan Mengucapkan Salam

Cara mendidik anak secara islami mulai dari kandungan yang bisa Anda lakukan sehari-hari adalah dengan membiasakan diri mengucapkan salam di rumah. Ini akan membuat anak Anda terbiasa dengan salam dan anak akan menirunya. Salam juga merupakan bentuk dari doa, sehingga ketika orang tua mengucapkan salam kepada anaknya, maka itu juga merupakan wujud dari orang tua yang mendoakan anaknya.

Hal itu juga tertuang dalam hadis yang artinya: “ Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarilah mereka tata krama.” (HR Ibnu Majah).

[mff]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini