BBKSDA Sumut Lepas Harimau Sumatera Betina di TNGL, Ini 4 Faktanya

Jumat, 25 November 2022 17:14 Reporter : Adrian Juliano
BBKSDA Sumut Lepas Harimau Sumatera Betina di TNGL, Ini 4 Faktanya Ilustrasi Harimau. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) telah melepas seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di Keudah, tepatnya berada di Zona Inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Meskipun mengalami penundaan akibat cuaca buruk, hari ini, Jumat (25/11), akhirnya Harimau berjenis kelamin betina itu bisa menikmati rumahnya di alam liar.

"Setelah tertunda karena kendala cuaca yang tidak mendukung pada Kamis, 24 November 2022 kemarin, akhirnya pada hari ini harimau itu dilepasliarkan," kata Kepala BBKSDA Sumut, Rudianto Saragih Napitu dilansir dari Liputan6.com pada Jumat (25/11).

2 dari 5 halaman

Bernama Bestie

harimau sumatera

©2021 Merdeka.com/Pranata

Harimau Sumatera betina itu bernama Bestie. Ia sempat terkena perangkap pemburu di Sei Sirah, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat pada Rabu (31/9) lalu.

Lembaga Konservasi Medan Zoo akhirnya bisa menyelamatkan Bestie dan melakukan pemeriksaan menyeluruh, agar bisa dilepas kembali ke alam liar.

Setelah melakukan proses pemeriksaan, Bestie akhirnya dipindahkan dan siap untuk dilepaskan dari Santuary Harimau Sumatera di Barumun, Kabupaten Padang Lawas Utara sejak Kamis (15/10) lalu.

"Setelah dirawat tiga bulan di Sanctuary Harimau Sumatera di Barumun, Bestie akhirnya siap dilepasliarkan," terang Rudianto Saragih Napitu dilansir Liputan6.com (25/11).

3 dari 5 halaman

Dipantau Secara Intensif

Ketika mendekati waktu pelepasan Bestie ke alam liar di Zona Inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Tim BBKSDA Sumut telah melakukan pemantauan intensif.

"Dari hasil pemeriksaan, beratnya Bestie sudah 80 Kg, luka ekor akibat terjerat perangkap sudah sembuh, dan secara keseluruhan dalam keadaan sehat, siap untuk dilepasliarkan," tambah Rudianto.

Sebelum dilepasliarkan, Bestie sempat menginap dahulu di Blangkerejen, Kantor SPTN Wilayah III Blangkejeren, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser pada Sabtu (20/11).

4 dari 5 halaman

Lokasi yang Cocok

gunung leuser
©2019 gunung.id

Alasan Bestie dilepasliarkan di Zona Inti Taman Nasional Gunung Leuser, karena dianggap cocok. Menurut survei yang telah dilakukan oleh Pihak BKKSDA Sumut, lokasi TNGL cocok untuk melepas Bestie.

Lokasi Zona Inti TNGL ini merupakan salah satu habitat murni Harimau Sumatera. Sudah dipastikan bahwa tempat tersebut bagian dari rumah alami untuk Harimau Sumatera.

"Hasil survei juga ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa mangsa seperti rusa, kijang, dan kambing hutan," terang Rudianto.

5 dari 5 halaman

Komitmen Menjaga Satwa yang Terancam Punah

Pelepasan Harimau Bestie di alam liar ini adalah bagian dari bentuk komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menyelamatkan satwa-satwa liar khususnya yang sudah terancam punah.

Bukti dari komitmen KLHK bisa dilihat dari survei lokasi-lokasi keberadaan Harimau Sumatera. Sebanyak 121 grid se-Sumatera Utara dan pastinya dilakukan secara berkala. Kemudian, membangun area khusus untuk habituasi sebelum dilepas ke alam liar, serta membentuk tim mitigasi konflik Harimau Sumatera bersama masyarakat.

Harimau Sumatera sudah terdaftar sebagai satwa liar yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

[adj]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini