6 Film Hollywood Tentang Islam Ini Cocok untuk Ngabuburit Selama Puasa Ramadhan

Jumat, 1 Mei 2020 16:30 Reporter : Ani Mardatila
6 Film Hollywood Tentang Islam Ini Cocok untuk Ngabuburit Selama Puasa Ramadhan Film Tentang Islam. ©2020 Merdeka.com/ imdb

Merdeka.com - Selama bertahun-tahun, Hollywood dan dunia Muslim telah mengalami beberapa komplikasi tentang film-film tertentu yang memberikan citra negatif tertentu pada Muslim dan Islam.

Film-film seperti Sinbad dan Lawrence of Arabia sering menggambarkan stereotip bahwa semua orang Arab melakukan kekerasan dan berperang terhadap masyarakat.

Pada titik tertentu sekitar awal periode milenial, beberapa penyesuaian dilakukan untuk memperbaiki kepercayaan stereotip yang menimbulkan ketakutan di antara orang-orang mengenai dunia Arab.

Untungnya, ada beberapa penggambaran positif tentang Islam di beberapa film. Sembari berpuasa dan menunggu waktu buka serta untuk menambah wawasan dunia perfilman Islam, Anda bisa menonton film-film Islam ini.

Berikut film Hollywood tentang Islam yang cocok dijadikan teman ngabuburit selama bulan Ramadhan:

2 dari 7 halaman

Kingdom of Heaven (2005)

film tentang islam
©2020 Merdeka.com/ imdb

Pada awal milenium saat ini, beberapa film epik telah diproduksi dengan etika yang dapat dipertimbangkan pada skala Alkitab. Contohnya Kerajaan Surga yang berfungsi sebagai pesan perdamaian untuk bentrokan antara Timur dan Barat, dengan Amerika masih gelisah dari serangan 11 September.

Terlepas dari konten grafisnya, film ini masih berhasil menggambarkan beberapa disposisi paling kuat dari sejarah Islam dengan cara yang mengejutkan dan positif.

3 dari 7 halaman

Malcolm X (1992)

film tentang islam
©2020 Merdeka.com/ imdb


Film ini disutradarai oleh Spike Lee yang merupakan salah satu sutradara film paling kontroversial tahun 90-an. Spike menggunakan cara yang agak militan untuk mengarahkan dan membagikan pesan-pesannya di tahun 90-an, tetapi kemudian mengurangi kecenderungan anti kemapanannya.

Sementara film pertamanya adalah drama komedi miniatur, film Malcolm X, memberikan laporan terperinci tentang kehidupan aktivis kulit hitam Muslim Amerika, Malcolm X, terutama ketika ia diperkenalkan dengan Nation of Islam yang bermasalah, hingga penerimaannya terhadap Islam ortodoks arus utama.

Film ini masih dianggap sebagai salah satu film paling kontroversial saat itu dan menimbulkan pertanyaan tentang ras dan agama dengan cara yang agak lebih positif.

4 dari 7 halaman

The Kite Runner (2007)

film tentang islam
©2020 Merdeka.com/ imdb


Disutradarai oleh Mark asuh, The Kite Runner adalah film tentang kehidupan seorang pemuda Afghanistan dari masa praremaja, hingga akhir 30-an. Dalam film ini, Mark asuh menyoroti diaspora Afghan, terutama dari sudut pandang orang Afghanistan, yang dilakukan dengan sangat baik.

5 dari 7 halaman

American East (2008)

film tentang islam
©2020 Merdeka.com/ imdb

American East memperhatikan beberapa masalah yang dihadapi Muslim di AS saat ini. Perang antara bangsa Arab dan asosiasi Yahudi-Amerika, selain perbedaan antara imigran Arab dengan anak-anak mereka yang lahir di Amerika, yang menetapkan landasan bagi wawasan tentang perubahan dalam kehidupan warga Muslim Amerika setelah serangan 9/11.

6 dari 7 halaman

Lion of The Dessert (1980)

film tentang islam
©2020 Merdeka.com/ imdb

Lion of The Dessert adalah sebuah drama saga yang menampilkan seorang pemimpin suku Libya yang berjuang melawan tentara Italia di Perang Dunia kedua. Film ini dilarang di Italia, tetapi masih merupakan salah satu film paling terkenal di Timur Tengah karena orang Italia digambarkan sebagai orang jahat yang mengakibatkan kontroversi.

7 dari 7 halaman

The Message (1976)

film tentang islam
©2020 Merdeka.com/ imdb

Ini adalah film Islami yang paling berpengaruh sepanjang masa dan merupakan film yang dirayakan secara khusus selama bulan Ramadhan di banyak rumah tangga Muslim, serta tontonan yang diwajibkan secara informal bagi para mualaf Muslim.

Film Islami ini menggambarkan beberapa bagian kehidupan Nabi (saw) dan penyebaran awal Islam. Film ini diproduksi dua kali, awalnya dalam bahasa Inggris, kemudian dalam bahasa Arab dengan para pemain yang berbeda.

Anda juga tidak bisa melihat penggambaran Nabi (saw) sendiri, karena tindakan seperti itu tidak diperbolehkan dalam Islam. Tetapi film ini membahas masalah yang sementara tetap berpegang pada cerita utama.

Meskipun produksinya mungkin kurang dibandingkan dengan film-film beranggaran besar seperti Lawrence of Arabia dan Lion desert, film ini berada di urutan teratas dalam daftar karena pandangan mendalam tentang kehidupan Nabi Suci dan para pengikutnya.

[amd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini