Setya Novanto

Foto:

Setya Novanto


Nama Lengkap : Setya Novanto

Alias : Setya

Profesi : Politisi

Agama : Islam

Tempat Lahir : Bandung

Tanggal Lahir : Jumat, 12 November 1954

Zodiac : Scorpion

Warga Negara : Indonesia


Istri : Luciana Lily, Desti Astriani Tagor, SH
Anak : Rheza Herwindo (Luciana Lily), Dwina Michaella (Luciana Lily), Gavriel Putranto (Desti Astriani Tagor, SH), Giovanno Farrel Novanto (Desti Astriani Tagor, SH)
BIOGRAFI

Ia duduk di kursi wakil rakyat selam tiga periode berturut-turut. Ia juga seorang pengusaha sukses yang mempunyai banyak perusahaan di Batam dan Jakarta. Siapa sangka kesuksesan itu berawal dari garis kemiskinan orang tuanya yang bercerai sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar.

Namanya Setya Novanto. Pria yang akrab disapa Setya ini memulai perjalanan hidupnya sebagai pengusaha kecil-kecilan saat ia duduk di bangku kuliah dan hidup terpisah dengan kedua orang tua serta saudaranya. Setya memulai bisnisnya dengan berjualan beras dan madu di Surabaya. Saat itu, ia berupaya untuk menjaga kelangsungan hidup di kota orang agar bisa terus kuliah dan menjadi orang sukses seperti yang ia citakan. Tak hanya itu, Setya juga bekerja sebagai sales di sebuah dealer penjualan mobil di tengah kesibukan kuliahnya. Kepiawaiannya dalam memasarkan produk membuat pemilik dealer mempercayainya sebagai Kepala Penjualan Mobil di seluruh wilayah Indonesia Timur.

Kembali ke Jakarta, Setya yang telah meraih gelar sarjana muda melanjutkan pendidikannya di Universitas Trisakti. Namun, modal yang ia dapatkan saat bekerja di dealer mobil habis digunakan untuk membayar biaya pendaftaran kuliah. Ia pun memutar otak untuk menjalankan bisnis kembali dengan membuka kios fotokopi di dekat kampus.

Di sinilah bakat bisnis pria kelahiran 12 November 1954 dimulai. Berkat kejujuran, kerja keras serta keuletannya, Setya mulai mengembangkan bisnis yang diawali dengan perkenalannya pada ayah dari salah seorang teman. Ia diminta untuk mengembangkan bisnis SPBU di daerah Cikokol, Tangerang yang kemudian berhasil ia kembangkan dan sukses. Tak berapa lama kemudian, bersama teman-temannya ia mulai mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan. Kesuksesan demi kesuksesan akhirnya ia raih.

Ia tak hanya mengelola perusahaan peternakan, tetapi juga mulai mengembangkan bisnis lain yang berhasil ia dapatkan dari hasil negosiasi. Tak lama berselang ia mulai membangun perusahan yang bergerak di bidang transportasi dan perdagangan. Rupanya kesuksesan demi kesuksesan berhasil ia raih berkat kegigihan dan tekadnya untuk menjadi orang sukses. Sampai kini, banyak perusahaan yang berhasil ia bangun dan kembangkan. Tentunya dengan berbagai jatuh bangun, ia lebih memilih untuk bangun dan memulai kembali.

Berhasil menjadi pengusaha sukses membuat ayah dari empat anak ini ingin mencoba terjun pada dunia lain. Akhirnya dunia politik yang ia pilih. Bermula dengan membuat buku tentang mantan presiden Soeharto saat itu, ia bersama teman-temannya menerbitkan buku berjudul "Manajemen Soeharto". Namun, buku tersebut dilarang beredar pasca bentrokan Mei 1997.

Merasa tertarik dengan dunia politik, Setya mulai bergabung dengan Organisasi Bahumas Kosgoro dan PPK Kosgoro 1957, menjadi anggota Partai Golkar, aktif di kepengurusan KONI serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Kini, Setya tak hanya menjadi pengusaha sukses, karena kiprahnya di dunia politik pun kian teruji ketika ia berturut-turut menjadi anggota DPR-RI selama tiga periode. 

 

Oleh: Atiqoh Hasan

PENDIDIKAN
  • Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Management (1983)
  • Universitas Widyamandala Surabaya, Fakultas EkonomiJurusan Akuntansi (1979)
  • SMA Negeri 9, Jakarta (1970 - 1973)
  • SMP Negeri 73 Tebet, Jakarta (1967 - 1970)
  • SD Negeri 5, Bandung
  • TK Dewi Sartika, Bandung
KARIR
  • PT. Nagoya Plaza Hotel, Batam-Presiden Komisaris (1987 - 2004)
  • PT. Dwisetia Indo Lestari, Batam-Komisaris (1987 - 2004)
  • PT. Bukit Granit Mining Mandiri, Batam-Komisaris (1990 - 2004)
  • PT. Orienta Sari Mahkota-Komisaris (1992 - 2003)
  • PT. Menara Wenang, Jakarta-Komisaris (1992 - 2003)
  • PT. Solusindo Mitra Sejati, Jakarta-Komisaris (1992 - 1996)
  • PT. Dwimarunda Makmur, Jakarta-Direktur (1992 - 2000)
  • PT. Bogamakmur Arthawijaya, Jakarta-Komisaris (1996 - sekarang)
  • Founder Tee Box Cafe, Jakarta (1996 - sekarang)
  • NOVA GROUP, Jakarta- Presiden Komisaris (1998 - 2004)
  • PT. Mulia Intan Lestari, Jakarta-Presiden Direktur (1999 - 2000)
  • Anggota DPR-RI dari Partai Golkar (1999 - 2004, 2004 - 2009, 2009 - 2014)
  • Ketua Fraksi Partai Golkar (2009 - sekarang)
SOCIAL MEDIA
www.setyanovanto.info

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

    • Kirim ke



ARSIP BERITA
  • Jumat, 15 Desember 2017 13:29:26 Kubu Setya Novanto pertimbangkan upaya jalur hukum alternatif

    Firman beralasan, banyak hal-hal kompleks yang ada pada kasus yang membelit mantan ketua umum Partai Golkar itu.

  • Jumat, 15 Desember 2017 15:31:23 Airlangga jadi Ketum Golkar, Dedi Mulyadi disebut punya kans di Pilgub Jabar

    Golkar Jabar daan DKI dukung Airlangga Hartarto

  • Jumat, 15 Desember 2017 11:47:52 Nama Ganjar, Yasonna, dan Olly tak ada di dakwaan Setnov, ini kata PDIP

    Tiga nama politisi PDIP tidak tercantum dalam surat dakwaan Setya Novanto atas kasus korupsi e-KTP. Ketiganya adalah Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, dan Olly Dondokambey. Padahal, dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, ketiga nama itu disebut diduga menerima uang terkait proyek e-KTP.

  • Jumat, 15 Desember 2017 07:23:00 Kekalahan bertubi-tubi Setya Novanto

    Setya Novanto kini harus melewati harinya di balik jeruji besi Rumah Tahanan KPK. Kehidupan pria yang juga biasa disapa Setnov ini begitu berbeda jika dibandingkan dengan saat sebelum terseret kasus korupsi e-KTP.

  • Jumat, 15 Desember 2017 05:27:00 Misteri hilangnya nama 3 politisi PDIP dalam dakwaan Setya Novanto

    Kubu Novanto mempertanyakan tidak adanya nama tiga politisi PDIP sebagai penerima aliran duit korupsi, yakni Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly dan Olly Dondokambey. Padahal, sebelumnya ketiga disebut-sebut ikut menerima duit korupsi megaproyek yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

  • Kamis, 14 Desember 2017 16:00:08 Survei LSI Denny JA: Kasus Novanto ancam Golkar merosot ke peringkat 3 dan 4 di 2019

    Tren elektabilitas Golkar juga bertahan di angka 11,6 persen ketika KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka kedua kalinya pada November lalu. Padahal sebelumnya masih berada di di angka 13,6 persen meskipun juga tidak terlalu baik.

  • Kamis, 14 Desember 2017 16:02:02 KPK dituduh hilangkan nama Ganjar: Dijamin 100 persen tidak negosiasi

    Alex menegaskan KPK sudah mempertimbangkan seluruh alat bukti dalam menyusun surat dakwaan Setyo Novanto.

  • Kamis, 14 Desember 2017 02:30:00 Akbar Tandjung: Saya berharap Golkar bisa bangkit kembali

    Akbar Tandjung: Saya berharap Golkar bisa bangkit kembali. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung berharap, Partai berlambang pohon beringin itu mampu bangkit kembali setelah terpuruk dilanda berbagai isu yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menimpa Setya Novanto.

  • Kamis, 14 Desember 2017 13:14:06 Kubu Setya Novanto legowo terima putusan praperadilan PN Jaksel

    Dalam praperadilan tadi pun tim kuasa hukum Setya Novanto tak jadi mengajukan kesimpulan. Sebab, bagi Nana, jalannya praperadilan selama 5 hari sudah meliputi kesimpulan tersebut. Lagi pula, katanya, seluruh hasil hakimlah yang memutuskan.

  • Kamis, 14 Desember 2017 12:52:09 KPK nilai putusan hakim gugurkan praperadilan Setya Novanto tepat

    KPK nilai putusan hakim gugurkan praperadilan Setya Novanto tepat. Tim Biro Hukum KPK Evi Laila Kholis mengatakan, putusan hakim menggugurkan praperadilan Setnov sudah tepat. Menurut dia, putusan hakim sesuai dengan pasal 82 ayat 1 huruf d Undang-undang KUHAP.

  • Kamis, 14 Desember 2017 12:29:06 Ini tanggapan KPK soal nama 3 politisi PDIP tak ada di dakwaan Setya Novanto

    Tim kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail mempertanyakan tiga nama politisi PDIP yang tidak tercantum namanya dalam surat dakwaan milik Setya Novanto. Ketiganya adalah Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, dan Olly Dondokambey.

  • Kamis, 14 Desember 2017 11:08:42 Hakim Kusno nyatakan Praperadilan Setya Novanto gugur

    Hakim tunggal Kusno menyatakan praperadilan yang diajukan Setya Novanto gugur. Sebabnya, perkara pokok kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto telah masuk dalam persidangan pokok.

  • Kamis, 14 Desember 2017 10:58:35 KPK ingatkan Setya Novanto tak pura-pura sakit hindari persidangan

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta seluruh pihak agar tidak menggunakan alasan sakit demi menghindari proses hukum. Imbauan tersebut menyusul drama persidangan Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Rabu (13/12) kemarin.

  • Kamis, 14 Desember 2017 10:23:39 Hari ini praperadilan Setya Novanto diputuskan

    Hari ini praperadilan Setya Novanto diputuskan. Sidang kali ini beragenda pembacaan kesimpulan dari kedua belah pihak baik tim kuasa hukum Setya Novanto sebagai pemohon dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai termohon. Kemudian, akan disusul langsung dengan pembacaan putusan oleh hakim tunggal Kusno.

  • Kamis, 14 Desember 2017 09:04:00 Jalan mulus Airlangga ambil alih Golkar

    Jalan mulus Airlangga ambil alih Golkar. Di sisi lain, Idrus Marham yang juga menyatakan siap ambil alih Golkar tak terlihat tajinya. Begitu juga dengan Aziz Syamsuddin, tidak segesit Airlangga dalam bermanuver cari dukungan.

  • Kamis, 14 Desember 2017 09:40:31 Kubu Novanto pertanyakan hilangnya tiga nama politisi PDIP di dakwaan

    Kubu Novanto pertanyakan hilangnya tiga nama politisi PDIP di dakwaan. Maqdir menyebut tiga politisi yang sebelumnya pada dakwaan Irman dan Sugiharto disebut menerima uang. Namun pada surat dakwaan Setya Novanto nama-nama tersebut tidak ada.

  • Kamis, 14 Desember 2017 07:01:00 Setya Novanto dan dramanya di sidang perdana

    Sebelum sidang dinyatakan dibuka, Setnov sudah membuat repot Majelis Hakim. Sebab, pertanyaan soal kesehatan dan identitas yang diajukan Ketua Majelis Hakim Yanto diakui Setnov tak didengarnya secara jelas.

  • Kamis, 14 Desember 2017 00:29:31 Tak ingin Golkar gaduh, Aziz Syamsuddin mundur dari caketum Golkar

    Aziz mengaku pasrah setelah penetapan ketua umum partai Golkar yang dilakukan secara Aklamasi. Pun bila Airlangga mencopot dirinya dari jabatan Ketua Banggar di DPR.

  • Rabu, 13 Desember 2017 21:37:49 Jaksa: Setnov terancam 20 tahun bui, duit korupsi USD 7,3 juta harus diganti

    Jaksa: Setnov terancam 20 tahun bui, duit korupsi USD 7,3 juta harus diganti. Jaksa Penuntut Umum dari KPK, Irene mengatakan, pihaknya akan menuntut Novanto dengan ancaman pidana 20 tahun. Bukan hanya itu, Novanto juga akan diminta mengembalikan seluruh kerugian negara yang diambilnya dalam proses pengadaan e-KTP.

  • Rabu, 13 Desember 2017 16:56:46 KPK sebut pemeriksaan IDI dan RSCM menyatakan Novanto sehat

    KPK berharap sidang pembacaan dakwaan Setya Novanto atas kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, tetap dilanjutkan. Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan RSCM, Novanto dinyatakan sehat.

Sebelumnya