Pelatih PSMS sesalkan sikap anarkis suporternya

Kamis, 12 Oktober 2017 20:24 Sumber :
Djadjang Nurdjaman (c) Fitri Apriani

Merdeka.com - Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman menyayangkan terjadinya kerusuhan antar suporter usai laga antara timnya versus Persita Tangerang. Apalagi, pertandingan antara kedua tim berjalan dengan lancar.

PSMS dan Persita bertanding pada partai terakhir Grup B babak 16 besar Liga 2 di Stadion Mini Persikabo, Kabupaten Bogor, Rabu (11/10/17). Pada akhirnya, laga tersebut dimenangkan oleh PSMS dengan skor 1-0 melaui gol Gusti Sandria.

Usai laga berakhir, barulah keributan pecah setelah suporter Persita melakukan provokasi pada pendukung PSMS. Akibatnya, para pendukung PSMS mengejar para suporter Persita sampai ke luar stadion.

"Tentang kerusuhan sebenarnya kami pelatih dan pemain tidak tahu apa-apa karena kami sudah masuk kamar ganti. Jadi saya tidak tahu kejadian persisnya seperti apa. Paling bisa berkomentar sangat menyayangkan itu bisa terjadi," ujar Djajang Nurdjaman kepada Bola.net.

"Padahal kami yang bertanding di lapangan tidak ada masalah sedikitpun. Jadi sangat disayangkan ulah suporter yang masih belum dewasa, mau mencelakakan dirinya sendiri ya sangat disayangkan," tambah pelatih yang akrab disapa Djanur ini.



Akibat bentrok tersebut, sejumlah suporter Persita mengalami luka-luka, baik laki-laki maupun perempuan. Belasan suporter kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong.

Kericuhan itu juga menyebabkan satu orang suporter Persita bernama Banu Rusman, 17 tahun, meninggal dunia karena mengalami luka sobek di kepala. Sebelumnya dia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong lagi. (fit/asa)


Sumber: Bola.net
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.