Mencari Kepingan Puzzle Terakhir Persija untuk Liga 1 Musim Ini

Selasa, 4 Mei 2021 08:06 Repoter : Redaksi Bola.com
Mencari Kepingan Puzzle Terakhir Persija untuk Liga 1 Musim Ini Osvaldo Haay, Marko Simic dan Riko Simanjuntak. (Bola.com/Dody Iryawan)

Merdeka.com - Bola.com, Jakarta - Persija Jakarta masih belum sempurna. Keberhasilan meraih gelar juara Piala Menpora 2021 tidak membuat tim berjulukan Macan Kemayoran itu nihil kekurangan.

Persija Jakarta tidak keluar sebagai kampiun Piala Menpora dengan dominan. Macan Kemayoran, julukannya, sempat tertatih-tatih di babak penyisihan.

Persija bahkan mengawali Piala Menpora dengan kekalahan 0-2 dari PSM Makassar. Begitu kedua tim kembali berhadapan di semifinal, Macan Kemayoran nyaris tersingkir jika tidak menang di adu tendangan penalti.

Total Persija merangkum lima kemenangan dalam delapan pertandingan Piala Menpora. Tiga partai sisanya berakhir dengan dua kali seri dan sekali kalah.

Dari delapan laga itu, Persija membukukan 11 gol dan kebobolan tiga kali. Total produktivitas Macan Kemayoran membuktikan bahwa lini depan tim ibu kota belum tajam.

Apa yang perlu dilengkapi dalam kepingan puzzle Persija Jakarta supaya mampu bersaing di tangga juara Liga 1 nanti?

Playmaker

mencari kepingan puzzle terakhir persija untuk liga 1 musim ini
Gelandang Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu, (kiri), berebut bola dengan pemain Barito Putera, Alif Jaelani, pada laga perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/4/2021). Persija menang dengan skor 1-0. (Bola.com/Arief Bagus)

Persija Jakarta darurat playmaker. Kehilangan Evan Dimas membuat kerja Marc Klok kian berat. Selain bertugas sebagai gelandang bertahan, pemain naturalisasi itu juga berfungsi untuk mengalirkan bola ke lini depan.

Peran playmaker Persija di Piala Menpora sesekali diemban oleh Ramdani Lestaluhu. Namun, era gelandang berusia 29 tahun itu telah habis. Kualitasnya tidak lagi sepadan untuk menjadi pemain utama Macan Kemayoran.

Ketiadaan playmaker bikin Marko Simic frustrasi. Bomber asal Kroasia itu terisolasi jika Riko Simanjuntak dimatikan. Striker berusia 33 tahun ini kurang dilayani dengan baik karena nihilnya gelandang serang yang mumpuni.

Wiljan Pluim

mencari kepingan puzzle terakhir persija untuk liga 1 musim ini
Gelandang PSM Makassar, Wiljan Pluim, berusaha melewati pemain Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di SUGBK, Jakarta, Rabu (28/8). Kedua tim bermain imbang 0-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jika Persija berani mengorbankan satu pemain asingnya demi membajak Wiljan Pluim dari PSM Makassr, maka masalah lini tengah dijamin akan terselesaikan.

Saat ini, kuota pemain asing Persija telah penuh. Selain Marko Simic, Macan Kemayoran mempunyai Rohit Chand, Marco Motta, dan Yann Motta.

Keberadaan dua pemain asing di lini belakang terkesan mubazir. Persija mesti mengambil resiko dengan mendepak Marc Motta atau Yann Motta demi memberikan jalan bagi Wiljan Pluim.

Wiljan Pluim merupakan satu dari playmaker asing tersohor di Liga 1 saat ini. Gelandang asal Belanda itu mampu membius penonton dengan tariannya di atas lapangan.

Sebagai playmaker, Wiljan Pluim dibekali dengan teknik tinggi. Pemain berusia 32 tahun itu mampu melewati pemain lawan, membuat assist, hingga mencetak gol.

Sejak bergabung dengan PSM pada pertengahan 2016, Wiljan Pluim membukukan 99 penampilan dengan raihan 25 gol dan 33 assists berdasarkan data Transfermarkt.

Masalahnya, Wiljan Pluim masih terikat kontrak dengan PSM Makassar hingga 2024. Persija harus membelinya dengan mahal dari PSM seperti apa yang dilakukan terhadap Marc Klok pada tahun lalu.

Paulo Sergio

mencari kepingan puzzle terakhir persija untuk liga 1 musim ini
Gelandang Persija Jakarta, Sandi Sute, berebut bola dengan gelandang Bali United, Paulo Sergio, pada laga Piala Indonesia 2019 di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (5/5). Persija menang 1-0 atas Bali United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Paulo Sergio menjadi pilihan yang masuk akal bagi Persija ketimbang Wiljan Pluim. Saat ini, gelandang asal Portugal itu berstatus tanpa klub.

Paulo Sergio memilih mundur dari Bali United ketika kompetisi musim lalu dihentikan akibat pandemi COVID-19.

Paulo Sergio bukan playmaker sembarangan. Pemain berusia 37 tahun ini telah dua kali meraih gelar juara Liga 1 bersama Bhayangkara FC pada 2017 dan Bali United dua tahun berselang.

Mantan playmaker Sporting CP ini juga dianugerahi sebagai pemain terbaik Liga 1 2017.

Namun, Paulo Sergio tidak cocok untuk diproyeksikan menjadi target jangka panjang Persija. Karena usianya, pemain bertubuh mungil itu mungkin hanya mampu mempertahankan kualitasnya selama dua tahun ke depan.

Berdasarkan catatan Transfermarkt, Paulo Sergio bermain 97 kali di Indonesia dengan total 21 gol dan 33 assist.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Shopee Liga 1
  3. Liga 1 Indonesia
  4. Persija
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini